DUMAI – Di balik gemuruh tepuk tangan di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru, ada sosok mungil yang berhasil mencuri perhatian. Muhammad Fahmi, bocah berusia 5 tahun asal Kota Dumai, baru saja mencatatkan namanya di ajang bergengsi Riau National Taekwondo Championship 2026. Bukan sekadar ikut serta, tapi sukses meraih medali emas di kategori kelas superkids.
Kejuaraan yang digelar 29 Januari hingga 1 Februari 2026 ini tak main-main. Event nasional kedua yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau itu diikuti sebanyak 1.789 atlet dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada peserta undangan dari negara tetangga, Malaysia. Para atlet bertanding dalam dua kategori besar: kyorugi (tanding) dan poomsae (seni bela diri).

Bagi sebagian besar peserta, ajang ini adalah kesempatan emas untuk mengukur kemampuan dan merebut prestise. Bagi Fahmi, ini lebih dari sekadar kompetisi.
Sejak usia 4 tahun, Fahmi sudah mulai menekuni taekwondo di Laksamana Taekwondo Center Dumai. Walau baru berlatih sekitar 6 bulan, disiplin, semangat, dan kecintaannya pada olahraga membuahkan hasil yang tak terduga.
Ketika lawan berlomba-lomba menunjukkan tendangan cepat dan strategi matang, Fahmi tampil dengan keberanian yang tak kalah hebat, hingga akhirnya berdiri di puncak podium.
Dukungan keluarga menjadi kunci di balik prestasi ini. Ayahnya, Amiruddin, seorang wiraswasta, dan ibunya, Ratna Juita, seorang ibu rumah tangga, selalu hadir memberi semangat.
“Kami selalu mendukung dengan doa, perhatian, dan semangat agar anak tetap konsisten berlatih, menjaga kesehatan, serta tidak mudah menyerah dalam berproses,” ujar mereka.
Harapan mereka sederhana namun dalam, semoga pencapaian ini menjadi langkah awal Fahmi untuk terus berkembang, berlatih lebih keras, disiplin, dan berani bermimpi besar.
Keseharian Fahmi selain latihan pun tetap penuh dengan keceriaan dan aktivitas anak seusianya, seperti bermain sepeda dan menikmati waktu bersama teman-temannya.
Namun kini, dari matras latihan kecil di Dumai hingga panggung nasional di Pekanbaru, langkah-langkah kecilnya menjadi saksi bahwa mimpi besar bisa dimulai sejak dini.
Dengan jumlah pesaing atlet dari berbagai daerah dan negara, keberhasilan Fahmi meraih medali emas superkids tak hanya membanggakan keluarganya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak-anak lain bahwa siapapun bisa bersinar, asal ada keberanian dan kerja keras.**













