DUMAI – Tanoto Foundation melalui Proyek SPRING (Early Stimulation in Primary Health Service Integration) menyelenggarakan Pelatihan Aktivitas Stimulasi, Komunikasi, serta Penggunaan Media KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) pada 5–9 Januari 2026 di Kota Dumai.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kecamatan Dumai Kota dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat layanan kesehatan dan masyarakat.
Pelatihan ini diikuti oleh kader Posyandu, tenaga kesehatan Pustu dan PKD, petugas promosi kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemerintah desa, sebagai upaya memperkuat layanan stimulasi perkembangan anak usia dini yang terintegrasi di layanan kesehatan primer.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif dan aplikatif, mencakup topik “Usia Emas (0–6 Tahun): Saat Otak Anak Bertumbuh Paling Cepat dan Fase yang Tidak Akan Terulang”, konsep dasar stimulasi perkembangan anak, serta peran fasilitator dalam memandu aktivitas stimulasi untuk menjadi fasilitator yang handal.
Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan penggunaan Buku Panduan Fasilitator dan Buku KIA 2024 sebagai acuan aktivitas stimulasi, penguatan komunikasi interpersonal dan penyuluhan perubahan perilaku, serta praktik pemanfaatan berbagai media KIE seperti poster, leaflet, lembar balik, dan video edukasi.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami prinsip stimulasi anak usia dini, memfasilitasi aktivitas stimulasi sesuai kelompok usia, serta menyampaikan pesan edukasi secara efektif kepada orang tua dan masyarakat.
Pelatihan ini juga menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pelaksanaan sesi stimulasi rutin di Pustu serta penyuluhan dan penggunaan media KIE di desa. Seluruh rangkaian kegiatan terdokumentasi dalam laporan pelaksanaan yang lengkap.
Pelatihan tersebut mendapat arahan langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr. Syaiful, M.K.M., bersama Project Manager Proyek SPRING Tanoto Foundation, Rakhmawati. Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi kepada Tanoto Foundation atas kepercayaan menjadikan Kota Dumai sebagai lokasi pilot project Proyek SPRING.
“Pemerintah Kota Dumai berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Proyek SPRING melalui penguatan peran kader, pemanfaatan PKD sebagai ruang layanan stimulasi, serta integrasi kegiatan stimulasi dan edukasi ke dalam agenda rutin Posyandu,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dari berbagai unsur, termasuk kader Posyandu, tokoh masyarakat, Lurah Laksamana, serta Kepala Puskesmas Dumai Kota. Pelatihan ini menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam mendukung tumbuh kembang anak dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Dumai.**













