DUMAI (CNC) – Sekelompok ibu rumah tangga di kawasan Tanjung Palas, Kota Dumai, Riau, membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Melalui usaha makanan rumahan bernama Jelita (Jajanan Enak Lestari Inovatif Tinggi Asupan), mereka berhasil mengolah bahan pangan lokal, sorgum, menjadi beragam produk bernilai jual.
Bergabung dalam Kelompok Wirani Rejosari, para perempuan ini memproduksi aneka makanan, mulai dari biskuit, brownies, keripik, hingga mi berbahan sorgum. Mereka juga memanfaatkan komoditas lokal lainnya, seperti ikan patin, untuk diolah menjadi bakso dan tahu bakso.
Usaha yang kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Keterbatasan keterampilan produksi, peningkatan kualitas, hingga pemenuhan legalitas usaha sempat menjadi tantangan bagi kelompok ini.
Namun, sejak 2024, Kelompok Wirani Rejosari mendapatkan pendampingan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.
Pendampingan tersebut mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pemasaran. Usaha Jelita berhasil memperoleh sertifikat halal pada Agustus 2025 serta mengantongi Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Peluang pemasaran juga semakin terbuka setelah produk mereka dilibatkan dalam sejumlah kegiatan, di antaranya pameran Pertamina UMK 2025, Duvest Idaman 2025, hingga Pertamina SMPO Pekanbaru.
Keuntungan Usaha untuk Kesehatan Masyarakat
Menariknya, keberhasilan usaha Jelita tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga. Keuntungan dari penjualan produk dan hasil budidaya sayur pakcoy secara hidroponik turut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat setempat.
Sebanyak 10 perempuan yang tergabung dalam kelompok tersebut juga aktif sebagai kader Posyandu. Mereka menyisihkan sebagian hasil usaha untuk mendukung pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia (lansia).
Ketua Kelompok Wirani Rejosari, Jumyati Sulyasti, mengatakan pemanfaatan hasil usaha untuk kegiatan Posyandu memberikan dampak positif terhadap partisipasi masyarakat.
"Untuk balita itu pemberian makanan tambahan di Posyandu, alhamdulillah bisa meningkatkan kunjungan yang awalnya hanya 10 sampai 15, saat ini sudah di atas 50 balita yang datang. Untuk lansia, kita memberikan tes kesehatan gratis seperti tes kolesterol, asam urat, dan gula darah dari hasil hidroponik ini," jelas Jumyati, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Minggu (18/10/2026).
Tak hanya meningkatkan kunjungan Posyandu, para kader juga aktif melakukan pendekatan dari rumah ke rumah untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan keluarga.
Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap perbaikan kondisi gizi di wilayah setempat. Kasus gizi buruk yang sebelumnya sempat mencapai belasan kasus kini dilaporkan telah berhasil ditekan hingga nol kasus.
Pertamina Dukung Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengapresiasi kolaborasi antara kelompok pemasok sorgum dan kelompok ibu rumah tangga pengolah produk Jelita.
Menurutnya, sinergi tersebut menjadi contoh bagaimana pendampingan usaha dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi pelaku UMK, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.
"Harapan kami, ibu-ibu yang tadinya hanya mengolah, kini bisa mengedukasi masyarakat, serta bisa mendidik ekonomi yang paling menjadi berkah bagi lingkungan sekitar," ujar Tengku.
Kisah Kelompok Wirani Rejosari menunjukkan bahwa usaha berbasis pangan lokal dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Melalui pengembangan produk, peningkatan legalitas, dan pemanfaatan keuntungan untuk kegiatan kesehatan, usaha Jelita menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.**5