Dumai (CNC) - 9 Oktober 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai kembali berhasil mengukir prestasi di Ajang The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 dengan meraih predikat Bronze pada dua kategori. Penghargaan tersebut diterima dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta (Solo), Kamis (8/10).

Dua penghargaan dengan Predikat Bronze tersebut diberikan untuk untuk Kategori Generasi Z yang diberikan kepada Junior Officer I Commrel & Compliance PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Ainun Nabila lewat karya berjudul “From Visibility to Confidence". Ainun memberikan pandangan tentang pentingnya peran Gen Z pada perubahan di perusahaan lewat pengumpulan video.

Sementara itu, Penghargaan Bronze kedua diraih lewat kategori Video Media Internal, yang mengangkat cerita tentang PERTIWI, komunitas yang mendorong pemberdayaan pekerja perempuan di lingkungan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai secara inklusif dan berkelanjutan. Kilang Dumai menampilkan pentingnya peran perempuan pada seluruh proses produksi dari awal hingga minyak dikirimkan (lifting).

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas upaya Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai selama ini dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang informatif dan bernilai bagi seluruh pihak. 

Menurutnya, pengharaaan tersebut juga sekaligus menunjukkan bahwa pekerja Perempuan di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai memiliki peran dan kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan

“Terimakaih kepada Humas indonesia atas apresiasi dan kepercayaannya kepada Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai. Penghargaan ini mendorong bagi kami untuk terus menghadirkan komunikasi yang informatif, transparan, dan relevan bagi publik kedepannya,” ujar Muhammad Rum. 

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas), Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berkomitmen untuk menempatkan pekerja perempuan sebagai bagian penting dalam mendukung operasional dan pencapaian kinerja perusahaan. Kesempatan untuk bertumbuh, berkontribusi, dan menunjukkan kompetensi perlu terus diperkuat agar setiap pekerja perempuan semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi dirinya ditengah industri migas hari ini yang mayoritas didominasi oleh pekerja laki- laki , sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Sementara itu, Manager RBO PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai sekaligus Ketua PERTIWI, Ririanti Safrida, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut menjadi penyemangat bagi PERTIWI untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif serta mendorong pemberdayaan perempuan di sektor migas.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan ruang dan mengembangkan potensi bagi perempuan untuk berkembang. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, menunjukkan kompetensi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan dan masyarakat,” ujar Ririanti.

Dalam penyelenggaraan AHI 2026, sebanyak 178 trofi diberikan kepada 80 institusi pemenang atas keunggulan praktik kehumasan. Penyelenggaraan AHI 2026 kali ini mengangkat tema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik". Dikatakan oleh CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan, tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons terhadap dinamika dunia komunikasi hari ini, bahwa di era sekarang, PR/humas tidak bisa lagi sebatas menjadi corong komunikasi, melainkan sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan antara institusi dan publik yang dilayaninya.**

JAKARTA (CNC) - Kebakaran melanda sebuah rumah makan (RM) Padang di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Saat kebakaran terjadi, ada aksi heroik seorang wanita yang meloncat dari lantai 3 gedung untuk menyelamatkan anaknya yang berusia sekitar 4 tahun.

"Objek terbakar Rumah Makan Padang, jenis bangunan rendah," demikian keterangan Command Center Damkar DKI Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Informasi kebakaran tersebut diterima petugas pada Jumat (9/10/2026), pukul 07.35 WIB. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 07.41 WIB dan langsung melakukan pemadaman.

Dalam rekaman video yang beredar terlihat kobaran api di lantai paling atas bangunan. Di tengah kobaran api tersebut, seorang wanita berhijab loncat dari lantai dua ke bangunan sebelah. Dengan penuh keberanian, wanita tersebut loncat sambil menyelamatkan seorang bocah.

Wanita yang diketahui bernama Siti Ngatiyah tersebut kemudian turun melalui atap kedai bakso. Sejumlah warga membantunya turun.

"Saksi melihat seorang ibu menyelamatkan anak laki-laki sekitar 4 tahun dengan cara melempar dari lantai 3 ke bangunan sebelah," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi, Jumat (9/10/2026).

Cerita Saksi Saat Ibu Meloncat

Karyawan RM Padang, Roni (30), mengatakan bocah yang diselamatkan tersebut ialah anak Siti. Bocah laki itu dilempar dari lantai tiga ke atap bangunan sebelah ketika RM Padang tersebut kebakaran pada pagi tadi.

"Mereka sudah terkepung api. Anaknya yang masih kecil dilemparkan terlebih dahulu ke arah bawah, baru setelah itu ibunya menyusul turun. Dilempar dari lantai 3 ke arah seberang," kata Roni saat ditemui di lokasi, Jalan Pegambiran, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Karyawan lain, Haikal (22), mengaku melihat Siti melompat dari lantai tiga bersamaan dengan beberapa karyawan yang menyelamatkan diri. Haikal juga mengatakan wanita tersebut sedang berada di dapur, kemudian terjadi kepanikan karena api terlihat.

"Jadi dia lagi bantuin di belakang dapur. Nah pas kejadian itu, dia panik sama anaknya, ngambil anaknya di kamar. Udah balik lagi, ngelihat api di tangga turun, nggak bisa lagi dia keluar, makanya dia loncat ke situ tuh." kata Haikal.

Haikal mengatakan, karena api sudah memenuhi ruangan di lantai tiga, jadi akses turun melewati tangga cukup sulit. Melompat dari lantai tiga menjadi satu-satunya opsi yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri.

Siti dan anaknya pun selamat dari kebakaran. Atas kejadian tersebut, diduga wanita tersebut mengalami luka-luka dan anaknya selamat tanpa luka

Dipicu Kebocoran Gas-4 Orang Terluka

RM Padang di Rawamangun, Pulogadung, dilanda kebakaran. Kebakaran diduga akibat ada kebocoran tabung gas kompor.

"Sebab (kebakaran) diduga kebocoran gas," kata Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jaktim, Abdul Wahid, Jumat (9/10).

Kebakaran itu terjadi pukul 07.35 WIB. RM Padang yang terbakar berlokasi di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013 RW 08, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung.

Upaya pegawai RM Padang memadamkan kebakaran menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) gagal. Pegawai RM Padang ada 4 orang yang terluka akibat kebakaran.

"Kronologi, ketika pekerja sedang memasak dan ingin mengganti tabung gas, tiba-tiba terjadi penyalaan di dapur lantai 3. Dan pekerja berusaha memadamkan api yang membesar dengan APAR tetapi api sudah membesar dan pekerja mengalami luka bakar dan sudah dibawa ke RS," jelasnya.

Dia menyebutkan, keempat orang yang terluka bernama Tia, Agung, Yusuf, dan Dede. Keempatnya sudah diberi pelayanan medis.**


sumber: detikcom

JAKARTA (CNC) - Perjalanan Berry Hardisakha sebagai pengusaha digital dimulai dari Pekanbaru, Riau. Kini, perjalanan itu membawanya ke Bangkok, Thailand, untuk menerima kunci properti pertamanya di luar negeri, sebuah unit di kondominium Culture Thonglor yang ia menangkan sebagai SVO World Champion 2026.

Gelar tersebut diraih Berry setelah melewati kompetisi internasional selama enam bulan yang diikuti para pengusaha digital terbaik SVO. Hadiahnya berupa properti di Bangkok senilai sekitar Rp 3,09 miliar.

"Saya ke Bangkok untuk menerima properti pertama saya di luar negeri. Dan yang paling gila, saya tidak membelinya, saya memenangkannya," kata Berry, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).

Berawal dari Pekanbaru

Di Pekanbaru, Berry merupakan salah satu pemilik cabang SVO Pekanbaru Graha Pena. Bersama para pemilik cabang lainnya, ia turut membangun dan mengembangkan komunitas yang kini menaungi lebih dari 400 pengusaha digital aktif.

Saat pertama kali terjun, Berry memandang bisnis semata sebagai cara untuk mendapatkan penghasilan. Namun seiring perjalanannya bersama SVO, cara pandang itu berubah. Ia mulai melihat wirausaha sebagai jalan untuk membuka kemungkinan yang lebih luas dalam hidup.

SVO merupakan platform AI commerce yang membangun ekosistem perdagangan digital bagi para Digital Entrepreneur dengan mengintegrasikan teknologi, produk, perangkat commerce, pengembangan bisnis, dan komunitas.

Tertinggal Empat Bulan, Lalu 'All In'

Jalan menuju Bangkok tidak mulus. Selama empat bulan pertama kompetisi, posisi puncak konsisten dipegang peserta lain. Berry mengaku saat itu belum terpikir untuk serius merebut posisi teratas.

Titik balik datang setelah ia mengikuti Champs Circle, lokakarya pengembangan bagi Digital Entrepreneur berkinerja terbaik SVO yang berfokus pada mindset juara, kepemimpinan, dan pembelajaran antar sesama peserta. Dari sana, ia mulai menimbang ulang seberapa jauh ia mau berjuang.

"Saya tidak suka kalah, apalagi kalau kalahnya karena tidak mencoba," ujar Berry.

Dengan sisa waktu dua bulan, Berry memutuskan untuk 'ALL IN'. Ia berhenti memikirkan peluang menang dan fokus mengerahkan segalanya untuk melihat sejauh mana ia bisa melangkah. Keputusan itu mengubah hasil akhir kompetisi.

"Kalau waktu itu saya menyerah, saya tidak akan berdiri di sini hari ini," tutur Berry.

Serah Terima di Bangkok

Kunci unit diserahkan oleh Goh Pei Yin selaku perwakilan Group Management Wellous. Turut hadir pengusaha sekaligus kreator konten bisnis Deryansha serta figur publik dan kreator konten digital Megi Irawan, yang mendampingi Berry melihat unit barunya.

Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga berbincang langsung dengan Berry untuk menggali cerita di balik perjalanan, perjuangan, hingga pencapaiannya sebagai SVO World Champion 2026.

Berry datang ke Bangkok bersama sang istri, dan perjalanan ini bertepatan dengan momen anniversary mereka. Bagi Berry, kehadiran istrinya sangat berarti karena ia selalu ada di sisinya sepanjang perjalanan, terutama saat ia lelah atau ragu.

"Setiap kali saya capek atau mulai ragu sama diri sendiri, dia selalu ada, mendukung, dan percaya sama saya. Jadi kemenangan ini bukan cuma tentang saya. Ini tentang kami," ungkap Berry.

Berry menyebut menerima properti pertama di luar negeri bersama sang istri menjadi kenangan anniversary yang tak akan mereka lupakan.

Babak Baru dari Pekanbaru

Bagi Berry, serah terima di Bangkok ini lebih dari sekadar hadiah juara. Momen ini menandai babak baru dari perjalanan yang dimulai di Pekanbaru. Ke depan, ia menargetkan untuk terus mengembangkan bisnisnya, mencetak lebih banyak pemimpin di komunitasnya, serta membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk tumbuh bersamanya.

Kisah Berry mencerminkan fokus SVO dalam mendorong pertumbuhan wirausaha, ketangguhan, serta peluang yang dapat tercipta ketika bisnis digital dipadukan dengan usaha yang konsisten dan dukungan komunitas.

"Saya juga dulu sempat berpikir saya tidak bisa. Tapi saya memilih untuk tidak menyerah. Kalau saya bisa, kamu juga pasti bisa," pungkasnya.**


sumber: detikcom

KAMPAR (CNC) – Komite Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) memastikan kematian bayi perempuan berusia tiga bulan di Kabupaten Kampar, tidak disebabkan oleh pemberian imunisasi.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Komnas KIPI melakukan kajian kausalitas terhadap kasus bayi yang meninggal dunia setelah menerima sejumlah vaksin pada Agustus 2026.

Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan Satari, mengatakan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bayi mengalami infeksi paru-paru dan infeksi bakteri.

Bayi tersebut didiagnosis menderita pneumonia yang disertai sepsis.

“Berdasarkan hasil kajian kausalitas yang dilakukan, kejadian pada bayi perempuan dinyatakan inkonsisten, yaitu berkaitan dengan kondisi kesehatan lain di luar vaksinasi,” ujar Hindra, Rabu (7/10/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dan hasil pemeriksaan yang tersedia, tidak ditemukan bukti bahwa vaksinasi menyebabkan kondisi yang dialami bayi tersebut.

Bayi Terima Empat Jenis Vaksin

Bayi tersebut sebelumnya menerima imunisasi pada 20 Agustus 2026 di Posyandu Melati, Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar.

Dalam pelayanan tersebut, bayi mendapatkan empat jenis imunisasi, yakni DPT-Hb-Hib 2, PCV 1, OPV 3, dan Rotavirus 2.

Sekitar tujuh jam setelah imunisasi, bayi mengalami demam. Kondisinya kemudian memburuk dengan munculnya sesak napas dan kejang berulang.

Bayi kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Bangkinang.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi serius. Bayi selanjutnya mendapatkan perawatan intensif dengan diagnosis pneumonia dan sepsis.

Namun, kondisi bayi terus memburuk meski telah mendapatkan penanganan medis.

Bayi tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 22 Agustus 2026.

Kemenkes: Imunisasi Tetap Penting

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, menegaskan imunisasi tetap menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Imunisasi memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Karena itu, masyarakat tetap diimbau mengikuti program imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sementara itu, hasil kajian Komnas KIPI dalam kasus bayi di Kampar menyatakan kejadian tersebut inkonsisten dengan vaksinasi dan berkaitan dengan kondisi kesehatan lain, yakni pneumonia serta sepsis akibat infeksi.**


sumber: kompascom


MEDAN (CNC) - Peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan II melaksanakan kegiatan Studi Lapangan (Stula) ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas dengan tujuan untuk memperluas wawasan peserta mengenai penyelenggaraan pelayanan publik serta menggali berbagai praktik baik yang telah diterapkan oleh BBPOM di Medan. Kamis (08/10/2026). 

Kegiatan Studi Lapangan menjadi sarana bagi para peserta untuk belajar secara langsung melalui proses berbagi pengalaman, observasi, dan diskusi mengenai pengelolaan organisasi serta inovasi pelayanan publik. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga mendapatkan inspirasi yang dapat diadaptasi dan diimplementasikan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan kerja masing-masing. 

Kegiatan diawali dengan keberangkatan peserta dari AIHO Hotel Medan pada pukul 07.30 WIB. Rombongan tiba di BBPOM di Medan pada pukul 08.00 WIB dan disambut dengan hangat oleh Kepala BBPOM di Medan, Bapak Mojaza Sirait, beserta jajaran.

Rangkaian kegiatan kemudian dibuka dengan sambutan dari Ibu Ira Yulita, selaku perwakilan Lembaga Administrasi Negara (LAN), Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Bapak Mojaza Sirait selaku Kepala BBPOM di Medan.

Memasuki sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai Profil Organisasi BBPOM di Medan yang disampaikan oleh Bapak Mojaza Sirait, dilanjutkan materi Layanan Publik di BBPOM di Medan oleh Bapak Jufri Sibarani, serta materi Inovasi Layanan Publik di BBPOM di Medan yang disampaikan oleh Bapak Sri Wardono.

Setelah seluruh materi pemaparan disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Peserta menggali berbagai informasi mengenai core issue atau isu strategis yang dihadapi BBPOM di Medan, termasuk bagaimana organisasi mengidentifikasi permasalahan, menentukan prioritas, serta menyusun langkah penyelesaian untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

Diskusi juga membahas mengenai indikator keberhasilan penyebaran informasi kepada masyarakat, termasuk bagaimana mengukur apakah informasi yang disampaikan telah menjangkau, dipahami, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain itu, peserta menggali strategi BBPOM di Medan dalam memastikan inovasi pelayanan publik yang telah dikembangkan dapat terus berjalan, dievaluasi, dan memberikan dampak nyata sehingga tidak berhenti sebagai program sesaat atau menjadi inovasi yang terbengkalai.

Peserta memperoleh pemahaman bahwa keberlanjutan inovasi membutuhkan dukungan berbagai aspek, antara lain komitmen pimpinan, sumber daya manusia, monitoring dan evaluasi, pengukuran dampak, serta kemampuan organisasi untuk terus menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan masyarakat.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, peserta kemudian melakukan kunjungan lapangan ke ruang pelayanan BBPOM di Medan. Peserta melihat secara langsung proses pelayanan, fasilitas pendukung, serta berbagai upaya yang dilakukan untuk memberikan pelayanan yang efektif, transparan, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kunjungan dilanjutkan dengan melihat fasilitas Laboratorium Pangan, Laboratorium Pengujian Obat Bahan Alam dan Suplemen Kesehatan, serta Laboratorium Pengujian Kosmetik. Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses pengujian serta dukungan laboratorium dalam pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan.

Kegiatan Studi Lapangan kemudian ditutup dengan foto bersama antara peserta PKP Angkatan II, perwakilan Lembaga Administrasi Negara, Kepala BBPOM di Medan beserta jajaran. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme.

Melalui kegiatan ini, peserta PKP Angkatan II diharapkan mampu membawa pulang berbagai praktik baik dan pembelajaran yang diperoleh untuk kemudian diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik unit kerja masing-masing, sehingga dapat mendorong terwujudnya pelayanan publik yang semakin efektif, inovatif, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. **

PEKANBARU (CNC) – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau masih tinggi. Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan (Diskes) Riau, hingga saat ini total sudah ada 27.250 masyarakat Riau terpapar ISPA yang berasal dari 12 kabupaten/kota di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, mengatakan dari jumlah tersebut Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan kasus tertinggi yaitu 7.434 kasus. Disusul Kabupaten Kampar 3.629 kasus, Bengkalis 2.964 kasus.

“Kemudian Kota Dumai 2.887 kasus, Siak 2.806 kasus, Pelalawan 2.555 kasus, Kuansing 1.297 kasus, Indragiri Hulu 1.235 kasus, Kepulauan Meranti 1.188 kasus, Rokan Hulu 908 kasus, Rokan Hilir 205 kasus dan Indragiri Hilir 79 kasus,” katanya, Kamis (7/10/2026).

Meski terjadi kenaikan kasus ISPA, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.

Guna menekan dampak buruk kasus ISPA, Diskes Riau terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

“Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas. Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak,” sebutnya. 

Diskes Riau juga mendirikan posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis. Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Kemudian juga, pihaknya mengimbau untuk meningkatkan deteksi dini dengan mendorong masyarakat yang mengalami gejala untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Kita juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dalam menanggulangi dampak kesehatan yang diakibatkan polusi udara melalui penerapan protokol kesehatan, khususnya terhadap populasi rentan seperti anak, ibu hamil, orang dengan komorbid atau penyakit penyerta, dan lanjut usia," katanya.

Selain itu juga perlu tindakan memastikan ketersediaan masker dalam melindungi diri dari polusi udara, khususnya masker yang dapat menyaring polusi udara.

"Tenaga kesehatan kita di Faskes kita minta untuk segera melaporkan dan memantau kasus kejadian penyakit yang diakibatkan oleh asap seperti ISPA, iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit dan asma ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kota," tutupnya.**


sumber: MC Riau