PEKANBARU - Perguruan tinggi di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di daerah. Untuk mewujudkan hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengusulkan pembentukan konsorsium perguruan tinggi yang melibatkan berbagai kampus dalam satu ekosistem kolaborasi.

Usulan itu disampaikan Fauzan saat menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau.

Menurut Fauzan, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik atau tata kelola institusi, tetapi juga dari sejauh mana hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

“Kampus harus hadir sebagai bagian dari solusi. Potensi yang dimiliki perguruan tinggi harus diarahkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi daerah,” katanya kutip Minggu, 2 Agustus 2026

Ia menjelaskan, Riau dan Kepulauan Riau memiliki potensi ekonomi yang besar. Riau menjadi provinsi dengan perekonomian terbesar keenam di Indonesia, sementara Kepulauan Riau mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga secara nasional pada triwulan III 2025 serta memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi ketiga di Indonesia.

Namun, menurutnya, capaian tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan pemerataan kesejahteraan. Kepulauan Riau masih memiliki tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,94 persen per Februari 2025 atau tertinggi kedua secara nasional. Di sisi lain, kesenjangan angka kemiskinan antarwilayah masih cukup lebar, baik di Riau maupun Kepulauan Riau.

Fauzan juga menyoroti meningkatnya prevalensi stunting di Riau yang naik dari 13,6 persen pada 2023 menjadi 20,1 persen pada 2024. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.

Karena itu, ia mendorong setiap kampus tidak bekerja secara terpisah, melainkan membangun konsorsium berdasarkan keunggulan masing-masing. Melalui kolaborasi tersebut, berbagai sumber daya, tenaga ahli, hingga hasil riset dapat diarahkan untuk mendukung penyelesaian persoalan pembangunan daerah.

Sebagai contoh, Fauzan menyinggung konsorsium perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur yang berhasil mengintegrasikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan penelitian mahasiswa untuk mendukung penanganan stunting dan kemiskinan.

Menurutnya, model serupa dapat diterapkan di Riau dan Kepulauan Riau sehingga penelitian yang dihasilkan kampus tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah daerah.

Selain memperkuat riset, ia juga meminta perguruan tinggi meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Untuk mewujudkan kolaborasi tersebut, Fauzan meminta LLDikti Wilayah XVII memetakan bidang keunggulan masing-masing perguruan tinggi, kemudian menghubungkannya dengan program prioritas pemerintah daerah serta kebutuhan dunia usaha dan industri.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah XVII Nopriadi mengatakan kualitas perguruan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau terus mengalami peningkatan. Dalam dua tahun terakhir, jumlah program studi yang meraih akreditasi unggul meningkat hingga 464 persen. Selain itu, indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan LLDikti Wilayah XVII pada periode April–Juni 2026 mencapai 89,13 persen dengan kategori sangat puas.**


sumber: TVRINews


Melalui Rakorpim tersebut, Kemdiktisaintek berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha dapat semakin kuat sehingga pendidikan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

JAKARTA - Tim SAR gabungan mengevakuasi 218 penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 dalam keadaan selamat setelah kapal rute Surabaya–Makassar itu terbakar di perairan utara Madura, Minggu (2/8/2026). Hingga pukul 15.15 WIB, empat penumpang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit P.H. mengatakan proses pencarian dan pendataan korban masih terus berlangsung.

Baca: Evakuasi Insiden Terbakar KM Mutiara Sentosa, Kemenhub: Keselamatan Prioritas Utama

"Data sementara hingga pukul 15.15 WIB, sebanyak 218 penumpang berhasil diselamatkan, sedangkan empat orang ditemukan meninggal dunia," kata Nanang.

Korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Kapal Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 111 orang yang terdiri atas 109 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia.

Sementara itu, TB Hasnur 26 mengevakuasi 66 orang, terdiri atas 65 penumpang selamat dan satu korban meninggal. Meratus Project 3 mengevakuasi 14 orang, yakni 13 penumpang selamat dan satu korban meninggal.

Adapun Kapal Transco Arafura menyelamatkan 17 penumpang, sedangkan Prakarsa Mas dan SC Aila XVII masing-masing mengevakuasi tujuh orang dalam kondisi selamat.

Kronologi Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Sebelumnya, Kantor SAR Surabaya menerima laporan kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 dari Syahbandar Tanjung Perak pada pukul 08.24 WIB.

Selang semenit kemudian, operator kapal, PT Atosim Lampung Pelayaran, mengonfirmasi kapal yang mengangkut sekitar 250 penumpang dan awak itu mengalami kebakaran saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar.

Berdasarkan laporan nahkoda, kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB di perairan utara Madura. Setelah menyampaikan informasi tersebut, komunikasi dengan nahkoda terputus.

Hasil koordinasi SAR menunjukkan kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi dengan kondisi sebagian besar badan kapal telah dilalap api. Para penumpang bertahan di anjungan dan haluan sambil menunggu proses penyelamatan.

Karena mengangkut muatan yang mudah terbakar, Kapal Meratus Project 3 tidak dapat merapat ke lokasi. Proses evakuasi kemudian dilakukan menggunakan TB Hasnur 26.

Sejumlah penumpang bahkan dilaporkan melompat ke laut untuk menghindari kobaran api sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal penyelamat.

Saat ini, KN SAR 249 Permadi bersama Pos SAR Sumenep masih melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi. Penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan.**


sumber: Liputan6.com



JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia bola voli Indonesia setelah atlet putri berusia 22 tahun meninggal dunia.

Sosok tersebut adalah Widya Rayi Fadhilah Lail, pemain yang sempat masuk ke dalam skuad Jakarta Pertamina Fastron pada Proliga 2023.

Widya pernah menjadi rekan satu tim Megawati Hangestri Pertiwi dan Yolla Yuliana.

Saat itu, Jakarta Pertamina Fastron melangkah sampai babak final tetapi harus puas dengan raihan runner-up setelah dikalahkan Bandung BJB Tandamata.

Selain itu, pemain yang berposisi sebagai opposite itu bahkan masih masuk ke dalam skuad Proliga 2024 bersama Jakarta Pertamina Enduro.

Mantan pemain Jakarta Pertamina itu meninggal dunia dengan penyebab yang tidak disebutkan.

Klub mengumumkan kabar duka tersebut melalui media sosial Instagram pada Minggu (2/8/2026).

"Turut berduka cita atas berpulangnya atlet berprestasi Widya Rayi Fadhilah," tulis JPEVolley.

"Segenap keluarga besar Jakarta Pertamina Enduro menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya."

"Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan."

"Selamat beristirahat dengan tenang, Widya."

Widya juga merupakan pemain yang berasal dari klub Jakarta Bharata Muda.

Mendiang ikut mengantarkan klubnya berlaga sampai ke babak final Livoli Divisi 1 pada tahun 2022 dan 2024.

Namun, Bharata Muda harus puas dua kali menjadi runner-up, klub yang juga menjadi tangga bagi Azzahra Dwi Febyane alias Gendis sebelum mencapai level senior.**


sumber: BOLASPORT.COM

JAKARTA - Insiden kebakaran terjadi pada KM. Mutiara Sentosa II yang berlayar di perairan Laut Jawa. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut ikut melakukan koordinasi intensif dalam penanganan kebakaran tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan proses penyelamatan berjalan dengan baik.

"Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif," ujar Masyhud dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Berdasarkan laporan dari lapangan, kejadian kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00-07.00 WIB pagi tadi di Perairan Utara Sumenep. Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada seluruh pihak terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.

Dalam upaya penanganan awal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui SROP Kalianget menyiarkan terjadinya kecelakaan kapal, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas. Sebagai informasi pada saat kejadian, kondisi cuaca cerah berawan.

Pada saat yang sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian, sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KM. Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, karena kapal tersebut sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung.

Fokus utama saat ini adalah memastikan proses evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan optimal.

Untuk mengoptimalkan upaya penyelamatan, evakuasi selanjutnya dilakukan dengan melibatkan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi. Hingga laporan pendahuluan disusun, unsur-unsur yang terlibat dalam proses pertolongan meliputi TB. Hasnur 26, KM. Prakarsa Mas, KM. Meratus Pematang Siantar, dan KM. Transco Arafura.

Berdasarkan laporan sementara di lapangan, penumpang menunggu proses evakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama seluruh pihak terkait juga telah menyiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk pendirian posko untuk mendukung koordinasi operasi penyelamatan.

Masyhud menambahkan bahwa proses evakuasi dan penanganan masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus memantau perkembangan di lapangan dan akan menyampaikan informasi lanjutan setelah seluruh data selesai diverifikasi.

"Kami akan terus menyampaikan perkembangan penanganan insiden ini secara berkala setelah seluruh informasi yang diterima dari lapangan selesai diverifikasi, sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tutupnya. **


sumber: detikcom

BENGKALIS – Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis bersama Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Riau melaksanakan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di sejumlah satuan pendidikan di Kecamatan Bengkalis, Rabu (15/7/2026).

Monitoring dipimpin oleh Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Maryana, S.S., M.Pd., didampingi Widyaprada Ahli Muda BPMP Provinsi Riau, Finalis Budi Prihadi, S.Kom. Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan MPLS Ramah berlangsung sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.

Adapun satuan pendidikan yang dikunjungi meliputi TK Negeri 3 Bengkalis, KB IT Ibu Harapan, TK IT Ibu Harapan Bengkalis, TK Dharma Maitreya Bengkalis, serta SD Negeri 11 Bengkalis.

Hasil monitoring menunjukkan pelaksanaan MPLS Ramah di seluruh satuan pendidikan yang dikunjungi berlangsung tertib, lancar, dan sesuai dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada anak. Kegiatan MPLS juga dilaksanakan dengan pendekatan yang ramah, tanpa perpeloncoan, serta mengedepankan pengenalan lingkungan sekolah, pembentukan karakter, dan penguatan transisi yang menyenangkan bagi peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis, Hadi Prasetyo, S.T., M.Si., melalui Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Maryana, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa monitoring ini merupakan bentuk komitmen Dinas Pendidikan bersama BPMP Provinsi Riau dalam memastikan seluruh satuan pendidikan melaksanakan MPLS Ramah sesuai ketentuan.

"Kami ingin memastikan setiap anak memperoleh pengalaman pertama di sekolah yang menyenangkan, aman, dan penuh makna. Sinergi dengan BPMP Provinsi Riau menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan sejak jenjang PAUD," ujar Maryana.

Melalui kegiatan monitoring ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis berharap pelaksanaan MPLS Ramah dapat menjadi fondasi yang baik dalam membangun karakter, semangat belajar, serta kesiapan peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran pada Tahun Ajaran 2026/2027.**

DUMAI  - Turnamen bola basket Riau Pos-Honda Student Basket League (HSBL) 2026 resmi berakhir pada Sabtu (1/8) malam, di Lapangan Basket Klenteng Hock Liong Kiong (HLK) Green Arena Dumai. 

SMA Santo Tarcisius Dumai sukses back to back atau pertahankan gelar juara usai meraih kemenangan telak atas SMA Cendana Duri pada partai final. 

Pertandingan berjalan ketat sejak kuarter pertama. SMA Santo Tarcisius langsung menekan pertahanan SMA Cendana. 

Permainan cepat, tembakan yang akurat, serta pertahanan yang disiplin membuat mereka terus memperlebar keunggulan di sepanjang pertandingan. 

Di sisi lain, SMA Cendana kesulitan mengembangkan permainan akibat rapatnya pertahanan lawan.  

Hingga peluit panjang berbunyi, SMA Santo Tarcisius memastikan kemenangan dengan skor 76-51. Sekaligus mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan HSBL 2026 series Dumai. 

Sementara itu, gemuruh sorak-sorai dan tabuhan drum dari suporter tak henti-hentinya membakar semangat para pemain di lapangan. 

Puncaknya, riuh gemuruh ratusan penonton meledak saat peluit panjang berbunyi, menyambut detik-detik kemenangan sang juara.

Pelatih SMAS Santo Tarcisius Dumai, Wisnu Adhitia mengaku sangat puas dengan performa yang ditunjukkan oleh anak-asuhnya di partai puncak. 

Keberhasilan mempertahankan gelar juara ini menjadi bukti nyata dari konsistensi dan kerja keras seluruh tim di lapangan. Kendati sukses kembali mengamankan trofi juara, Wisnu mewanti-wanti para pemainnya agar tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Ia berharap kemenangan ini justru menjadi pelecut semangat untuk terus berkembang dan menjaga konsistensi di kompetisi-kompetisi berikutnya.

“Secara keseluruhan saya sangat puas dengan penampilan anak-anak di lapangan dan tentu bangga SMA Santo bisa kembali menjuarai turnamen ini. Namun, saya selalu mengingatkan kepada para pemain agar tidak cepat berpuas diri. Evaluasi tetap ada, dan ini harus jadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras lagi,” ujar Wisnu Adhitia.

Sementara itu, Pelatih SMA Cendana Duri, Dony Rahmadiano, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan turnamen basket Riau Pos-Honda High School Basketball League (HSBL). 

Menurutnya, ajang ini menjadi wadah yang sangat positif dalam mengasah bakat serta memunculkan potensi atlet-atlet muda berbakat, khususnya di wilayah Mandau dan Riau pada umumnya.

Dony berharap frekuensi kompetisi seperti HSBL dapat ditingkatkan dan tidak hanya digelar sekali dalam setahun. Ia menilai kompetisi yang rutin sangat dibutuhkan agar pembinaan atlet muda dapat berjalan berkesinambungan hingga mencapai performa maksimal.

Selain trofi, medali dan uang pembinaan untuk tim pemenang, panitia juga menganugerahkan gelar individu. Pemain dari tim SMA Santo Tarcisius, Justin Tristan Chang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) berkat performa impresifnya sepanjang turnamen. Adapun pada kategori putri, pebasket SMAN 1 Mandau, Reyhana Sifha, terpilih sebagai pemain terbaik.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga menganugerahkan penghargaan untuk kategori dancer dengan penampilan terbaik, yang berturut-turut diraih oleh SMA Cendana sebagai juara pertama, disusul SMA Santo Tarcisius di posisi kedua, dan SMAN 1 Dumai di peringkat ketiga.

Acara penutupan diakhiri dengan prosesi penyerahan trofi, foto bersama seluruh kontingen, dan selebrasi meriah dari para suporter tim pemenang. 


SMAN 1 Mandau Juara Tim Putri

Pada laga final putri sebelumnya, SMAN 1 Mandau sukses merengkuh trofi juara usai mengalahkan SMAN 2 Mandau dengan skor 33-26. Laga berlangsung cukup ketat karena kedua tim sempat saling mengejar perolehan poin. Namun, SMAN 1 Mandau tampil lebih efektif hingga kuarter akhir dan sukses mengamankan kemenangan mereka di HSBL 2026 Series Dumai.

Pelatih S MA Negeri 2 Mandau, Encik Fahmi, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kualitas laga final yang menyajikan duel sengit sejak kuarter pertama. Ia mengakui keunggulan lawan yang dinilainya tampil lebih siap dari segi fisik maupun taktik. Pengakuan tersebut sekaligus menjadi catatan evaluasi penting bagi timnya ke depan.

“Intensitas permainan kedua tim yang sama dari Mandau ini dari dulu memang tinggi. Kembali lagi, ketahanan fisik jadi penentu dan SMAN 1 Mandau memang layak jadi juara. Secara keseluruhan cara bermain dan strategi mereka luar biasa. Selamat buat sang juara,” ujar Encik Fahmi usai pertandingan.

Sementara itu, Pelatih SMA Negeri 1 Mandau, Martia Harika, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya dalam merengkuh gelar juara. Menurutnya, faktor mentalitas bertanding serta kedisiplinan di lapangan sangat menentukan di laga krusial. Meski berhasil keluar sebagai pemenang, ia memberikan catatan evaluasi terkait kesiapan tim di awal laga. Ia menilai anak asuhnya sempat terlambat panas dan berharap ke depannya dapat tampil konsisten sejak menit awal.

“Tadi memang sempat lambat panas, yang seyogianya kita harus bisa tampil stabil sejak babak pertama dimulai,” ungkap Martia Harika.

Ia juga menekankan kepada para pemainnya untuk tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian ini. Menurutnya, konsistensi dalam berlatih adalah kunci utama untuk mempertahankan prestasi.

“Kepada para pemain, saya berpesan untuk tidak cepat berpuas diri. Tetap konsisten latihan secara rutin dan terjadwal, jangan baru giat latihan saat ada turnamen saja,” tegasnya.**


sumber: RIAUPOS.CO