DUMAI (CNC) - 20 OKTOBER 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan fasilitas layanan kesehatan yang ada di sekitar wilayah operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui bantuan sarana prasarana kesehatan untuk lima posyandu yang ada di Kelurahan Tanjung Palas, diantaranya Posyandu Rejosari, Posyandu Nelayan, Posyandu Muslim, Posyandu Madani, dan Posyandu Rejosari Sri Pulau.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 5 unit timbangan bayi, 5 unit timbangan badan, 5 unit alat pengukur tekanan darah, 5 unit alat pengukur tinggi badan, 5 unit kipas angin, 10 unit kursi plastik, 2 unit meja, 2 lembar tikar plastik, serta 40 buku bacaan anak usia dini. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang kesiapan fasilitas posyandu dalam memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pendampingan kesehatan masyarakat rentan, seperti balita, Ibu Hamil, dan Lansia.

Penyerahan bantuan disalurkan langsung oleh Junior Officer I CSR & SMEPP PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Gatra Wiraandika pada 2 Oktober 2026. Bantuan tersebut diserahkan kepada ketua masing-masing Posyandu, serta turut dihadiri oleh Lurah Tanjung Palas, Herfina Herman, S.Sos dan Ketua LPMK Kelurahan Tanjung Palas, Bambang Hendriyanto. 

Asmidar, Ketua Posyandu Nelayan atau yang akrab dikenal dengan panggilan “Mama Love” menuturkan bahwa bantuan alat penunjang Posyandu yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai sangat bermanfaat untuk mengganti peralatan yang telah lama digunakan dan mengalami kerusakan. Bantuan tersebut mendukung kader Posyandu dalam memberikan pendampingan kesehatan untuk masyarakat.

“Perlengkapan tersebut sebenarnya sudah pernah tersedia di Posyandu, tetapi karena sudah lama digunakan, kondisinya menjadi rusak. Bahkan sebelumnya, kami juga sempat membeli perlengkapan menggunakan dana pribadi Posyandu. Terimakasih kami ucapkan kepada Pertamina RU Dumai atas bantuan yang telah diberikan ke Posyandu kelurahan Tanjung Palas ,” ujar Mama Love.

Ia menambahkan bahwa semua bantuan yang diberikan oleh Kilang Dumai untuk setiap Posyandu memiliki jenis yang sama, bahkan beberapa diantaranya juga diberikan tambahan berupa tikar karena melihat kondisi dan kebutuhan Posyandu. Sebelumnya hanya terdapat empat Posyandu di Tanjung Palas, kemudian ditambahkan satu Posyandu baru di Sri Pulau untuk mengoptimalkan pelayanan. “Karena jarak yang cukup jauh sehingga diperlukan Posyandu tambahan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan,” tambahnya.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai terus berkomitmen tidak hanya menjalankan operasional yang andal dan aman bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, tetapi juga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan.

“Bantuan alat-alat penunjang Posyandu ini merupakan bentuk kepedulian Kilang Dumai kepada masyarakat sekitar yang ada di Kelurahan Tanjung Palas, karena mereka adalah tetangga dekat kami dari kilang. Dukungan ini juga menjadi wujud sinergi upaya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung program percepatan penurunan stunting,” pungkas Muhammad Rum.**

PEKANBARU (CNC) – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menyita 46,93 kilogram narkotika jenis sabu dalam Operasi Sarang Narkoba (OSN). Pengungkapan tersebut diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 500 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat mengatakan, nilai barang bukti sabu yang disita dalam operasi tersebut ditaksir mencapai Rp84,49 miliar.

"Barang bukti yang kita sita ada 46,93 kilogram sabu. Melihat dari barang bukti yang kita sita hari ini, kalau dirupiahkan itu sekitar setara dengan Rp84.491.488.000," kata Arman dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Selasa (20/10/2026).

Menurut Arman, jumlah sabu yang berhasil diamankan tersebut diperkirakan dapat mencegah sekitar 500 ribu orang dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

"Kalau melihat jumlah, kurang lebih kita bisa menyelamatkan masyarakat yang menggunakan ini sekitar 500.000 jiwa," imbuhnya.

Arman menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program quick wins Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, yang salah satu prioritasnya adalah pemberantasan narkoba.

Selain melakukan penindakan terhadap bandar dan pengedar, Polda Riau juga berupaya memulihkan sejumlah kawasan yang selama ini dikenal sebagai kampung narkoba. Kawasan tersebut ditargetkan bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Upaya-upaya yang ada beberapa kampung narkoba di sini, terutama di Provinsi Riau, ada beberapa yang saya sudah targetkan, kita akan ubah menjadi kampung-kampung yang bermanfaat bagi warga, bagi masyarakat, dan bagi pemerintah. Itu target yang menjadi prioritas utama saya sebagai Kapolda Riau, bahwa ini adalah hal-hal yang akan menjadi prioritas kami untuk menghilangkan narkoba di Provinsi Riau," jelasnya.

Dua Tersangka Ditangkap

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni AF (32) dan NS (32). Keduanya diketahui berasal dari Binjai, Sumatera Utara.

Arman menyebut kedua tersangka diduga terkait dengan jaringan peredaran narkotika internasional. Berdasarkan keterangan awal, sabu tersebut diduga berasal dari Malaysia dan masuk ke Indonesia melalui wilayah Dumai, Riau.

"Barang ini yang jelas bukan dari Indonesia, (tetapi) dari Malaysia, nyeberang dia, ada lewat Dumai ini. Makanya saya mohon maaf ada beberapa hal tidak bisa menjelaskan terkait masalah proses penyidikan/penyelidikan selanjutnya. Jaringan, pelaku, kita kan tidak tahu apakah mereka ini sendiri atau merupakan kelompok yang harus kita waspadai," ujarnya.

Arman menegaskan, Polda Riau akan menindak tegas segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Dalam upaya tersebut, kepolisian juga terus bersinergi dengan jajaran TNI dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau.

Ia turut mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba. Orang tua dan pihak sekolah diminta memberikan edukasi serta bimbingan kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.**


sumber: detikcom

DUMAI (CNC) – Warga Kota Dumai, Riau, dihebohkan dengan kabar pasangan suami istri yang mengalami luka bakar dalam peristiwa di Jalan Husni Thamrin, Kecamatan Dumai Selatan, Sabtu (17/10/2026) malam.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah informasi kejadian menyebar luas. Sejumlah foto yang memperlihatkan seorang pria dibawa ke rumah sakit juga beredar di kalangan warga.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi maupun penyebab kejadian.

“Benar, ada kejadian itu orang terbakar karena api. Tapi bagaimana kronologi dan apa penyebabnya, saya tidak tahu pasti,” ujarnya yang dilansir Sekilas Riau.

Sementara itu, Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Adi Juniwinata membenarkan adanya peristiwa yang mengakibatkan pasangan suami istri tersebut mengalami luka bakar.

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima polisi, kejadian bermula ketika sang istri diduga berupaya mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri. Sang suami yang berusaha mencegah tindakan tersebut justru ikut terkena api.

“Sang suami berusaha menyelamatkan istrinya tetapi terkena api dan terbakar juga,” ujar Putu Adi saat menjelaskan keterangan saksi, Minggu (18/10/2026).

Terkait kondisi kedua korban, Putu Adi menyampaikan bahwa keduanya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terkini pasangan tersebut maupun detail penyebab peristiwa itu.**

SEOUL (CNC) – Kabar duka datang dari dunia olahraga lari Korea Selatan. Yoo Ji-won, seorang influencer lari yang juga dikenal sebagai peneliti semikonduktor kecerdasan buatan, meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah pingsan saat mengikuti ajang half marathon di Seoul.

Dilansir Yahoo! Sport, Yoo Ji-won mengikuti Seoul Race yang digelar di Seoul, Korea Selatan, pada Minggu (11/10/2026). Ia dilaporkan tidak sadarkan diri pada pukul 08.49 waktu setempat setelah menempuh jarak sekitar 20,6 kilometer.

Jarak tersebut hanya terpaut sekitar 497,5 meter dari garis finis half marathon yang memiliki panjang standar 21,0975 kilometer.

Panitia penyelenggara Seoul Race mengonfirmasi kabar meninggalnya salah satu peserta melalui pernyataan yang diunggah di Instagram. Dalam pernyataan tersebut, Yoo disebut jatuh pingsan ketika berada sekitar 500 meter sebelum garis finis.

Setelah kejadian, ia segera dilarikan ke fasilitas medis untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Hingga kini, pihak berwenang belum memastikan penyebab kematian Yoo Ji-won.

Rekan Pelari Kenang Detik-Detik Terakhir

Kepergian Yoo meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya di komunitas lari. Salah satu kreator konten olahraga lari, Bummy, turut membagikan kenangan mengenai peristiwa yang dialaminya saat berada di lokasi lomba.

Bummy mengaku melihat kerumunan orang menjelang garis finis dan awalnya mengira ada peserta yang mengalami cedera.

Setelah melewati garis finis, ia berusaha mencari Yoo di area podium. Namun, kabar buruk yang kemudian diterimanya membuat ia menyadari bahwa sesuatu yang serius telah terjadi.

Ia pun segera bergegas menuju rumah sakit dengan harapan masih dapat bertemu dengan rekannya untuk terakhir kali.

Dalam unggahannya, Bummy mengungkapkan penyesalan karena tidak dapat mendampingi Yoo hingga akhir hayatnya.

Kisah tersebut menambah kesedihan di tengah komunitas pelari yang kehilangan sosok yang selama ini aktif membagikan pengalaman dan pencapaiannya di dunia lari.

Aktif Berbagi Prestasi Lari

Yoo Ji-won dikenal sebagai influencer olahraga lari di Korea Selatan dengan lebih dari 8.000 pengikut di Instagram. Melalui akun media sosialnya, ia kerap membagikan aktivitas, pencapaian, serta perjalanan atletiknya.

Di luar kegiatan olahraga, Yoo juga bekerja sebagai peneliti semikonduktor kecerdasan buatan di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).

Kepergiannya menjadi kehilangan bagi keluarga, rekan kerja, serta komunitas lari yang mengenalnya.

Serangan Jantung saat Lari Jarak Jauh Tergolong Jarang

Peristiwa meninggalnya Yoo kembali menjadi perhatian terhadap risiko kesehatan dalam olahraga lari jarak jauh. Meski demikian, penyebab kematiannya belum diketahui sehingga belum dapat dipastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan serangan jantung atau kondisi medis lainnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA melaporkan terdapat 176 kasus serangan jantung di antara sekitar 29,3 juta peserta maraton dan half marathon di Amerika Serikat selama periode 2010–2023.

Angka tersebut setara dengan sekitar 0,6 kasus per 100.000 peserta.

Data itu menunjukkan bahwa serangan jantung dalam ajang lari jarak jauh relatif jarang terjadi. Namun, setiap peserta tetap perlu memperhatikan kondisi fisik, mempersiapkan diri secara memadai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan saat berolahraga.**


NEW DELHI (CNC) – Insiden berdesak-desakan saat perayaan festival keagamaan Hindu Durga Puja di Kota Kolkata, Benggala Barat, India bagian timur, menewaskan 19 orang. Selain korban jiwa, sedikitnya 25 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Dilansir AFP, Minggu (18/10/2026), pejabat tinggi Benggala Barat, Suvendhu Adhikari, mengatakan bahwa korban tewas termasuk seorang anak perempuan berusia tujuh tahun.

“Sejauh ini, enam jenazah telah diidentifikasi,” ujar Adhikari kepada wartawan.

Insiden tersebut terjadi di luar sebuah paviliun atau *pandal* yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Durga Puja. Kepadatan massa diduga memicu kepanikan hingga sejumlah orang saling dorong dan terjatuh.

Seorang pejabat senior kepolisian yang berada di lokasi kejadian menjelaskan, sebuah pengumuman memicu kegaduhan di tengah hujan yang turun pada malam hari.

Kondisi tersebut membuat kerumunan orang yang menunggu di luar paviliun mulai saling dorong, tarik-menarik, dan merangsek maju. Situasi kemudian tidak terkendali hingga sejumlah orang terjatuh dan terinjak-injak.

Setelah kejadian, petugas medis bersama tim penyelamat segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit setempat. Sejumlah korban luka, termasuk seorang anggota kepolisian, dibawa menggunakan tandu untuk mendapatkan perawatan.

Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian. Sejumlah kerabat korban terlihat menangis dan saling berpelukan setelah mengetahui tragedi yang terjadi di tengah perayaan keagamaan tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan singkat yang diunggah di Facebook.

Tragedi ini kembali menyoroti risiko keselamatan dalam kegiatan yang melibatkan kerumunan besar, terutama ketika kepadatan massa, cuaca buruk, dan kepanikan terjadi secara bersamaan.**


DUMAI (CNC) – Sekelompok ibu rumah tangga di kawasan Tanjung Palas, Kota Dumai, Riau, membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Melalui usaha makanan rumahan bernama Jelita (Jajanan Enak Lestari Inovatif Tinggi Asupan), mereka berhasil mengolah bahan pangan lokal, sorgum, menjadi beragam produk bernilai jual.

Bergabung dalam Kelompok Wirani Rejosari, para perempuan ini memproduksi aneka makanan, mulai dari biskuit, brownies, keripik, hingga mi berbahan sorgum. Mereka juga memanfaatkan komoditas lokal lainnya, seperti ikan patin, untuk diolah menjadi bakso dan tahu bakso.

Usaha yang kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Keterbatasan keterampilan produksi, peningkatan kualitas, hingga pemenuhan legalitas usaha sempat menjadi tantangan bagi kelompok ini.

Namun, sejak 2024, Kelompok Wirani Rejosari mendapatkan pendampingan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.

Pendampingan tersebut mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pemasaran. Usaha Jelita berhasil memperoleh sertifikat halal pada Agustus 2025 serta mengantongi Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Peluang pemasaran juga semakin terbuka setelah produk mereka dilibatkan dalam sejumlah kegiatan, di antaranya pameran Pertamina UMK 2025, Duvest Idaman 2025, hingga Pertamina SMPO Pekanbaru.

Keuntungan Usaha untuk Kesehatan Masyarakat

Menariknya, keberhasilan usaha Jelita tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga. Keuntungan dari penjualan produk dan hasil budidaya sayur pakcoy secara hidroponik turut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat setempat.

Sebanyak 10 perempuan yang tergabung dalam kelompok tersebut juga aktif sebagai kader Posyandu. Mereka menyisihkan sebagian hasil usaha untuk mendukung pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia (lansia).

Ketua Kelompok Wirani Rejosari, Jumyati Sulyasti, mengatakan pemanfaatan hasil usaha untuk kegiatan Posyandu memberikan dampak positif terhadap partisipasi masyarakat.

"Untuk balita itu pemberian makanan tambahan di Posyandu, alhamdulillah bisa meningkatkan kunjungan yang awalnya hanya 10 sampai 15, saat ini sudah di atas 50 balita yang datang. Untuk lansia, kita memberikan tes kesehatan gratis seperti tes kolesterol, asam urat, dan gula darah dari hasil hidroponik ini," jelas Jumyati, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Minggu (18/10/2026).

Tak hanya meningkatkan kunjungan Posyandu, para kader juga aktif melakukan pendekatan dari rumah ke rumah untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan keluarga.

Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap perbaikan kondisi gizi di wilayah setempat. Kasus gizi buruk yang sebelumnya sempat mencapai belasan kasus kini dilaporkan telah berhasil ditekan hingga nol kasus.

Pertamina Dukung Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengapresiasi kolaborasi antara kelompok pemasok sorgum dan kelompok ibu rumah tangga pengolah produk Jelita.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi contoh bagaimana pendampingan usaha dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi pelaku UMK, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

"Harapan kami, ibu-ibu yang tadinya hanya mengolah, kini bisa mengedukasi masyarakat, serta bisa mendidik ekonomi yang paling menjadi berkah bagi lingkungan sekitar," ujar Tengku.

Kisah Kelompok Wirani Rejosari menunjukkan bahwa usaha berbasis pangan lokal dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Melalui pengembangan produk, peningkatan legalitas, dan pemanfaatan keuntungan untuk kegiatan kesehatan, usaha Jelita menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.**5