DUMAI (CNC) - 14 Oktober 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai mendukung peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, di Citi Mall Dumai pada Selasa (13/10). Kegiatan itu diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan, edukasi, serta budaya sadar bencana di Kota Dumai.

Ditengah paparan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kiriman dari luar wilayah Dumai yang masih terus menyelimuti Kota Dumai, pada kesempatan tersebut Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai turut menyalurkan bantuan berupa 500 lembar masker KN95 dan 350 kaleng minuman susu steril siap minum kepada BPBD Kota Dumai. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung Pemerintah Kota Dumai dalam kesiapsiagaan penanggulangan karhutla serta mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan dukungan dan bantuan yang diberikan kepada BPBD Kota Dumai tersebut merupakan komitmen Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dengan pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan mitigasi risiko potensi bencana yang dapat terjadi di Kota Dumai. 

“Dukungan ini adalah bentuk komitmen dan keterlibatan aktif kami dalam mendukung upaya Pemko Dumai dalam memperkuat upaya kesiapsiagaan, mitigasi, dan pencegahan bencana secara menyeluruh melihat kota Dumai mempunyai beragam potensi bencana yang dapat saja terjadi,” ujar Muhammad Rum.

Lebih lanjut, ia mengatakan, “Kami berharap semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Pemko Dumai dalam penanggulangan dampak asap karhutla bagi masyarakat serta mewujudkan kota Dumai yang semakin aman, tangguh, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Jr Officer I CSR & SMEPP PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Gatra Wiraandika kepada Kalaksa BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono.

Penyerahaan bantuan turut disaksikan oleh Wali Kota Dumai yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kota Dumai, Muhammad Yunus, Ketua DPRD Kota Dumai Agus Miswandi, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, camat dan lurah se Kota Dumai yang tampak hadir dalam peringatan Bulan PRB Tahun 2026.

Kalaksa BPBD Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, dalam laporannya menyampaikan bahwa puncak peringatan Bulan PRB menjadi pijakan penting dalam memperkuat sistem mitigasi daerah. Ia menyebut bahwa rangkaian kegiatan tahun ini diarahkan pada penguatan tiga hal utama, yaitu peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, pemanfaatan teknologi informasi kebencanaan, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Sebagai bentuk edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko gangguan kualitas udara, bersama PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai juga telah dilaksanakan kegiatan pembagian 1.000 masker KN95 kepada masyarakat. Selain itu, pada Sabtu yang lalu, telah dilaksanakan pembagian 8.000 masker bersama rekan-rekan RAPI dan Basarnas,” kata Wahyu.

Ia juga mengapresiasi dukungan solid serta bantuan yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai mendukung upaya pemerintah Kota Dumai dalam kesiapsiagaan Karhutla di Kota Dumai.

“Pada kesempatan ini, sekali lagi kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Pertamina Patra Niaga RU II Dumai atas dukungan serta partisipasinya. Semoga melalui kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, kita mampu mewujudkan Kota Dumai yang semakin aman, tangguh, dan berkelanjutan,” pungkas Wahyu.**

ROHIL (CNC) – Sebanyak enam calon penghulu di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, dinyatakan tidak lulus seleksi setelah tidak memenuhi standar kemampuan membaca Al-Qur’an. Kemampuan tersebut menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi peserta dalam Pemilihan Penghulu (Pilpeng) di daerah itu.

Tes membaca Al-Qur’an dilaksanakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) Rohil selaku tim penguji resmi. Keputusan tersebut mengacu pada peraturan daerah yang berlaku dan ditegaskan dalam pertemuan bersama organisasi perangkat daerah (OPD), DPRD, para camat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Baperida Rohil, Senin (12/10/2026).

Kasubbag Tata Usaha Kemenag Rohil, Suhaimi, mengatakan pihaknya tidak memberikan toleransi bagi peserta yang tidak memenuhi persyaratan kemampuan membaca Al-Qur’an.

“Tidak ada toleransi dalam hal ini. Sebagai tim seleksi, kami bertanggung jawab penuh memastikan calon penghulu benar-benar mampu membaca Al-Qur’an,” tegas Suhaimi.

Enam calon penghulu yang dinyatakan tidak lulus tersebut berasal dari sejumlah kepenghuluan di Kabupaten Rohil. Mereka masing-masing berasal dari Kepenghuluan Suak Air Hitam dan Pedamaran di Kecamatan Pekaitan, Babussalam Rokan, Tanjung Medan Utara di Kecamatan Tanjung Medan, Sekeladi di Kecamatan Tanah Putih, serta Karya Mukti di Kecamatan Rimba Melintang.

Suhaimi menegaskan, kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan persyaratan mendasar yang harus dimiliki calon pemimpin di tingkat kepenghuluan.

Menurutnya, penghulu memiliki tanggung jawab memimpin dan melayani masyarakat sehingga perlu memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an.

“Penghulu adalah pemimpin masyarakat, maka wajib memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an,” pungkasnya.**


DUMAI (CNC) – Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Miswandi, S.A.B., menghadiri acara ramah tamah dan perkenalan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Dumai yang baru, Sigit Waseso, S.H., M.H., di Ballroom Hotel Grand Zuri Dumai, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Dumai tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kehadiran Ketua DPRD Kota Dumai dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan koordinasi dan kerja sama lintas sektor, terutama dalam mendukung penegakan hukum, menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah, serta mendorong pelaksanaan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sinergi antara DPRD, Kejaksaan Negeri Dumai, Pemerintah Kota Dumai, dan unsur Forkopimda dinilai penting untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan di Kota Dumai dapat berjalan secara optimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Dumai, H. Paisal, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Dumai, jajaran Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perusahaan, serta tokoh masyarakat.**


CENTANGNEWS.COM – Apical menggelar program Pelatihan Persiapan Pensiun untuk membantu karyawan mempersiapkan diri menghadapi masa purnabakti. Kegiatan ini membekali peserta dengan berbagai pengetahuan, mulai dari perencanaan keuangan, kesiapan mental, pola hidup sehat hingga kewirausahaan.

Pelatihan tersebut juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi minat baru yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha setelah pensiun.

Salah satu peserta, Sulaeman, mengaku mendapatkan banyak wawasan berharga melalui program tersebut. Menurutnya, pelatihan yang diselenggarakan Apical memberikan gambaran dan bekal dalam mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif bekerja.

“Istri saya khususnya sangat menikmati pembelajaran mengenai bahan-bahan premium untuk membuat kue. Pengetahuan tersebut membuka ide-ide baru untuk peluang usaha yang berpotensi dikembangkan pada masa mendatang,” ungkap Sulaeman.

Selain menerima materi pembelajaran, para peserta juga mengikuti lokakarya praktik membuat kue. Kegiatan ini dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang dapat menjadi inspirasi dalam merintis usaha.

Melalui praktik tersebut, peserta berkesempatan mengenal bahan-bahan pembuatan kue berkualitas premium sekaligus mengeksplorasi kemungkinan pengembangan usaha di bidang kuliner sebagai salah satu pilihan kegiatan produktif setelah pensiun.

Program Pelatihan Persiapan Pensiun ini diselenggarakan sebagai respons terhadap aspirasi yang disampaikan serikat pekerja. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Apical dalam mendukung karyawan pada setiap tahap perjalanan karier, termasuk dalam mempersiapkan masa transisi menuju kehidupan setelah pensiun.

Melalui program ini, Apical berharap para karyawan dapat menjalani masa pensiun dengan persiapan yang lebih matang, baik dari sisi finansial, mental, kesehatan maupun kemampuan mengembangkan peluang usaha.**


DUMAI (CNC)– Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, melepas keberangkatan kontingen Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI)-PGRI Kota Dumai di Dumai Islamic Center, Senin (12/10/2026).

Kontingen tersebut akan bertolak menuju Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk mengikuti PORSENI antar-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pendidik PAUD dan TK dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta keterampilan melalui berbagai perlombaan di bidang olahraga, seni, dan kegiatan edukatif.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiyarto menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh kontingen IGTKI-PGRI Kota Dumai yang akan mewakili daerah dalam ajang tingkat provinsi tersebut.

Ia berpesan agar para peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Jadikan PORSENI ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik, mempererat silaturahmi, dan menambah pengalaman. Saya berharap seluruh kontingen Kota Dumai dapat mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat, menjaga kekompakan, serta menjunjung tinggi sportivitas,” ujarnya.

Sugiyarto juga berharap keikutsertaan kontingen Kota Dumai dalam PORSENI tersebut dapat memberikan pengalaman positif bagi para guru, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme dalam mendidik anak usia dini.

“Semoga kontingen Kota Dumai dapat memberikan hasil terbaik, membawa nama baik daerah, dan kembali dengan pengalaman yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini,” harapnya.

Melalui keikutsertaan dalam PORSENI IGTKI-PGRI tingkat Provinsi Riau ini, diharapkan semangat kebersamaan, kreativitas, dan profesionalisme para guru PAUD dan TK di Kota Dumai semakin berkembang.

Selain menjadi wadah untuk mengembangkan potensi dan bakat para pendidik, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di Kota Dumai.**


BANJARMASIN (CNC)– Kisah pilu menyelimuti keluarga Lisna (29), seorang guru honorer SDN Tanjung Pagar 3, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ia meninggal dunia pada Sabtu (27/9/2026) malam setelah mengalami sesak napas hebat di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Dikutip dari Kompas, Lisna diketahui memiliki riwayat penyakit asma yang belakangan semakin sering kambuh. Kondisi kesehatannya disebut memburuk seiring dengan kabut asap yang melanda daerah tempat tinggalnya.

Setiap hari, Lisna harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit untuk menuju sekolah. Dalam perjalanan tersebut, ia melewati jalanan yang dipenuhi asap. Kondisi itu membuat aktivitasnya sebagai tenaga pendidik semakin berat. Bahkan, ia beberapa kali terpaksa meminta izin tidak mengajar karena kondisi kesehatannya terganggu.

Pada malam sebelum meninggal dunia, sekitar pukul 21.00 Wita, Lisna kembali mengeluhkan sesak di bagian dada. Keluarganya berusaha memberikan pertolongan dengan peralatan yang tersedia.

Sang ibu, Marhamah (53), berupaya memberikan bantuan oksigen untuk membantu Lisna bernapas. Sementara itu, ayahnya berusaha mencari tambahan oksigen sekaligus kendaraan agar putrinya bisa segera dibawa ke rumah sakit.

Namun, kondisi Lisna tak kunjung membaik. Di tengah perjuangannya melawan sesak napas, ia sempat memeluk sang ibu dan menyampaikan pesan yang menyayat hati.

"Ma, bilang sama ayah dan kakak, tolong jagakan anak saya," demikian pesan terakhir Lisna kepada ibunya.

Lisna akhirnya meninggal dunia ketika keluarganya masih berupaya mendapatkan pertolongan medis.

Kepergian Lisna meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama putri semata wayangnya yang baru berusia lima tahun. Anak tersebut kini harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran sang ibu yang selama ini mendampinginya.

Kesedihan itu semakin terasa ketika sang anak beberapa kali menangis sendirian karena merindukan ibunya.

Kisah Lisna menjadi potret pilu tentang perjuangan seorang tenaga pendidik yang tetap menjalankan tugasnya di tengah gangguan kesehatan dan kondisi lingkungan yang tidak bersahabat. Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, khususnya bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma.

Meski demikian, penyebab medis pasti meninggalnya Lisna perlu merujuk pada keterangan tenaga medis atau hasil pemeriksaan yang berwenang. Riwayat asma dan paparan kabut asap merupakan faktor yang perlu diperhatikan, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa kabut asap menjadi penyebab langsung kematiannya.**