DUMAI (CNC() - 30 September 2026, Komitmen keberlanjutan upaya PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dalam pemberdayaan wilayah pesisir dan pemulihan ekosistem lahan gambut melalui program CID (Community Involvement & Development) kembali mendapatkan pengakuan pada ajang Indonesia’s SDGs Awards (ISDA) 2026 yang di gelar di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (29/9)

Pada ajang tersebut, Kilang Dumai berhasil menyabet predikat Platinum untuk Kategori Penanganan Perubahan Iklim melalui program Serumpun Lestari (Gerakan Bersama Masyarakat dalam Menjaga Pesisir dan Gambut untuk Negeri yang Tangguh dan Lestari), dan selaras dengan Pilar Lingkungan pada Tujuan ke-13 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum. 

Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pengakuan yang diberikan untuk inisiatif program pemberdayaan masyarakat yang selama ini telah dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata konsisten Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai melakukan inovasi sosial yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasi Kilang melalui sejumlah inisiatif program TJSL. Penghargaan ini bukan milik kami sendiri, melainkan juga milik masyarakat, pemerintah, serta seluruh stakeholder yang telah senantiasa berkolaborasi mendukung Kilang Dumai,” ujar Muhammad Rum.

Penghargaan ISDA 2026 dianugerahkan kepada Perusahaan yang telah dinilai berhasil mengimplementasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara konsisten, terukur, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Hal itu sejalan dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Umum CFCD Thendri Supriatno, yang menyatakan bahwa Corporate Forum for Community Development (CFCD) hadir untuk menaungi pelaku usaha yang memiliki good knowledge, good people, dan good heart dalam menjalankan program CSR. 

Program Serumpun Lestari yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai merupakan inisiatif pemulihan wilayah pesisir dan ekosistem gambut di Kota Dumai yang berada dekat dengan wilayah operasional perusahaan. Program ini hadir untuk mengatasi degradasi lingkungan akibat abrasi dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan meningkatnya kerentanan lingkungan, sosial, serta ekonomi masyarakat.  

Abrasi yang masih menjadi persoalan serius di Kota Dumai juga pelah-pelan telah mengikis wilayah daratan sehingga berdampak pada menurunnya pendapatan nelayan. Disisi lain, kondisi geografis Dumai yang didominasi oleh lahan gambut juga memberikan kerentanan potensi karhutla serta potensi ekonomi berbasis lahan gambut yang belum teroptimalkan dengan baik.

Berangkat dari kondisi tersebut, program Serumpun Lestari hadir untuk menjawab persoalan yang dihadapi oleh kelompok nelayan di Kelurahan Mundam dan petani di Kelurahan Tanjung Palas, yang diimplementasikan berdasarkan hasil social mapping dan dikembangkan melalui inovasi sosial yang inklusif guna mendorong peningkatan kapasitas serta kemandirian masyarakat. 

Inisiatif ini juga mencakup upaya peningkatan kesehatan dan pemenuhan gizi bagi ibu hamil serta balita sebagai bagian dari dukungan upaya pengentasan stunting di Kota Dumai. Salah satu bentuk inovasi sosial yang dihadirkan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai yaitu program budidaya perikanan dengan metode bioflok dan dukungan PLTS Off-grid 4,4 kWp panel surya dan 5 kWh baterai serta peningkatan kapasitas bagi kelompok Nelayan Mundam Jaya. Disamping itu, Kilang Dumai juga telah menghadirkan inovasi sistem irigasi tata kelola air lahan gambut bagi Kelompok Masyarakat (Pokmas) Alam Tani.

Lebih lanjut, Muhammad Rum menyampaikan bahwa keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak. “Penghargaan tentu bukan tujuan utama kami, melainkan bagaimana setiap program dapat memberikan dampak yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kami berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun hari ini dapat terus diperkuat, dan harapannya pencapaian ini juga dapat menginspirasi pihak lain untuk bersama-sama berkontribusi bagi pembangunan Kota Dumai,” pungkas Muhammad Rum.**

DUMAI (CNC) - PT Energi Sejahtera Mas (ESM), bagian dari Sinar Mas Cepsa, mendukung program intervensi gizi bagi anak yang menjadi sasaran pencegahan stunting di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. 

Program selama tiga bulan ini dilaksanakan bersama Puskesmas Sungai Sembilan dan kader posyandu dengan menggabungkan dukungan asupan gizi serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala.

Sebanyak 12 anak mendapatkan susu penunjang tumbuh kembang dan suplemen vitamin selama periode program. Selain mendukung pemenuhan asupan gizi, berat dan tinggi badan anak akan dipantau secara berkala untuk melihat perkembangan pertumbuhan selama intervensi berlangsung.

Pencegahan stunting penting dilakukan sejak dini karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak. Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa stunting juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif dan motorik, kemampuan belajar, serta produktivitas anak di masa mendatang. Pemenuhan gizi yang memadai dan pemantauan pertumbuhan secara berkala menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Program dimulai pada Jumat, 25 September 2026, melalui penyerahan bantuan di Aula Pertemuan Puskesmas Sungai Sembilan. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas berperan memantau kondisi kesehatan dan parameter pertumbuhan anak, sedangkan kader posyandu melakukan pendampingan di lapangan serta mencatat perkembangan berat dan tinggi badan secara berkala.

Orang tua atau wali juga dilibatkan untuk memastikan anak mengonsumsi asupan yang diberikan sesuai arahan serta mengikuti kegiatan penimbangan dan pengukuran secara rutin. Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan program sekaligus membangun perhatian terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak dalam keseharian.

Program turut melibatkan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Lubuk Gaung, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Lubuk Gaung, serta Forum Komunikasi Karyawan (FKK) PT Energi Sejahtera Mas. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat pendampingan terhadap anak dan keluarga selama program berlangsung. **

ROHUL (CNC) - Rencana revitalisasi kawasan wisata Pemandian Air Panas Hapanasan, Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, mulai memasuki tahap pembahasan lebih serius.

Bupati Rokan Hulu, Anton, bersama Direktur Utama PT Hutahaean Labersa Group, Gora Hutahaean, kembali meninjau langsung kawasan wisata tersebut.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi sekaligus potensi pengembangan kawasan yang selama ini menjadi salah satu destinasi wisata andalan Rohul.

Dalam rencana pengembangan tersebut, wahana waterboom bakal menjadi salah satu fasilitas baru yang disiapkan di kawasan Air Panas Hapanasan.

Gambaran rencana tersebut turut diperlihatkan Bupati Anton melalui unggahan di media sosial. Dalam unggahannya, ditampilkan konsep wahana waterboom bersamaan dengan video kunjungan ke kawasan Hapanasan.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Pj Sekda Rohul Drs H Yusmar MSi serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul Helfiskar.

"InsyaAllah PT Labersa hadir di Rohul," kata Bupati Anton, Selasa (29/9/2026).

Rencana ini bukan kali pertama dibahas. Bupati Anton dan Gora Hutahaean sebelumnya juga telah meninjau kawasan Hapanasan untuk melihat langsung peluang pengembangan objek wisata tersebut.

Pj Sekda Rohul Yusmar mengatakan, kunjungan tersebut masih dalam tahap peninjauan dan pembahasan awal.

"Ini masih peninjauan. Mudah-mudahan terwujud," kata Yusmar.

Ia menyebutkan, Pemkab Rohul nantinya akan melakukan ekspose terkait rencana pengembangan tersebut, terutama melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul Helfiskar mengungkapkan, Pemkab Rohul menggandeng PT Hutahaean Labersa Group untuk melakukan revitalisasi kawasan wisata Air Panas Hapanasan.

Nilai investasi yang direncanakan mencapai sekitar Rp37 miliar.

Dalam skema kerja sama tersebut, perusahaan akan mengelola kawasan wisata seluas sekitar 3,2 hektare selama 30 tahun.

Setelah masa kerja sama berakhir, kontrak masih dimungkinkan untuk diperpanjang selama lima tahun. Jika tidak diperpanjang, aset akan menjadi milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.

"Pembangunan pihak swasta. Kita hanya pengawasan secara berkala," ujar Helfiskar.

Dari kerja sama tersebut, Pemkab Rohul diproyeksikan memperoleh pendapatan dari dua sumber. Pertama melalui kontribusi tetap yang diterima pemerintah daerah, kemudian melalui skema bagi hasil dari tiket masuk kawasan wisata.

Pengembangan Hapanasan juga diharapkan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat sekitar.

Selain membuka peluang lapangan pekerjaan, keberadaan kawasan wisata yang semakin berkembang diharapkan dapat menggerakkan sektor ekonomi masyarakat dan menekan angka pengangguran.

Produk-produk lokal juga direncanakan mendapat ruang untuk dipasarkan di kawasan wisata yang nantinya dikelola investor.

"Produk lokal pun akan diakomodir pihak ketiga. Ditampung di gerai mereka," kata Helfiskar.

Dengan nilai investasi puluhan miliar rupiah dan rencana penambahan berbagai wahana, revitalisasi Hapanasan nantinya tidak hanya mengandalkan sumber air panas sebagai daya tarik utama.

Kawasan tersebut diarahkan menjadi destinasi wisata yang lebih modern, dengan fasilitas yang diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat Rohul.**


sumber: CAKAPLAH

DUMAI (CNC) - 29 September 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai menerima kunjungan rombongan Dewan Energi Nasional (DEN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Senin (28/9). Kunjungan yang diawali dengan sesi diskusi di Ruang Rapat, Main Office Kilang Pertamina Dumai dan dilanjutkan dengan site visit ke area kilang ini bertujuan untuk membahas tentang pengembangan energi ramah lingkungan (Renewable Energy) dalam rangka mendukung agenda transisi energi nasional yang telah dicanangkan oleh Pemerintah.

Rombongan DEN dan BRIN tersebut dipimpin oleh Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc, selaku Anggota Dewan Energi Nasional dan disambut oleh Pjs Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Isnandhi Dwi Saputra beserta jajaran tim manajemen Perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Isnandhi Dwi Saputra memaparkan kinerja operasional Kilang Dumai berjalan normal dan optimal dikapasitas 170 MBSD. Ia juga memaparkan sejumlah milestone yang telah berhasil dicapai oleh PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai dalam berinovasi sekaligus mendukung program Asta Cita Pemerintah dalam pengembangan energi ramah lingkungan, salah satunya yakni Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Isnandhi menjelaskan bahwa sebagai pelaku industri energi Kilang Dumai saat ini mulai menyiapkan kilang untuk transisi menuju kilang yang lebih ramah lingkungan melalui berbagai inisiatif dan inovasi yang dikembangkan oleh Perwira. “Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai terus berinovasi dan melakukan pengembangan energi dalam rangka mendukung transisi energi nasional sekaligus menjaga keberlangsungan penyediaan energi bagi masyarakat,” ujar Isnandhi.

Sebagai pemain utama dalam pengembangan energi ramah lingkungan, Kilang Dumai merupakan titik awal dari upaya Pertamina pada tahun 2015 dalam melakukan uji coba pertamina memproses (Co-processing) minyak sawit di unit DHDT.

“Itu jadi percobaan pertama dari kilang memproduksi BBM dari minyak sawit. Kemudian kita lanjutkan dengan melakukan berbagai penelitian dari aspek katalis, dan di tahun 2019 kita berhasil jadi satu-satunya kilang di Pertamina yang bisa produksi memproduksi Green Diesel (D100) atau Hydrotreated Vegetable Oil (HVO). Setelah itu Kilang Dumai lebih difokuskan untuk dekarbonisasi dari aspek utility sehingga mulai beralih difokuskan di Kilang Cilacap,” jelas Isnandhi.

Ia menambahkan bahwa saat ini Kilang Dumai juga terus memperluas upaya-upaya transisi energi lainnya. “Kami mulai memanfaatkan natural gas agar ramah lingkungan. Dan kami juga terus meningkatkan penggunaan PLTS dan kini sudah 3,77 MWp baik di perumahan dan fasilitas produksi,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Pertamina Patra Kilang Dumai juga memaparkan sejumlah langkah-langkah upaya konkret dalam proses pengembangan SAF melalui teknologi co-processing dengan memanfaatkan UCO dengan komposisi injeksi sebesar 5% pada unit Hydrocracker. SAF yang berhasil diproduksi di Kilang DUmai juga telah bersertifikasi berstandar global dari International Sustainability and Carbon Certification (ISCC). Dua sertifikasi penting yang telah dikantongi yaitu ISCC CORSIA dan ISCC EU.

“Dengan adanya produksi ini kilang dumai membuktikan jadi salah satu jadi kilang andalan ramah lingkungan di Pertamina,” tegasnya

Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional, Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc dalam mengapresiasi sambutan serta sejumlah inisiatif pengembangan energi ramah lingkungan yang telah dilakukan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah tengah serius mencanangkan program pengembangan E50 (Etanol) hingga coal-to-liquid (CTL) atau minyak dari batu bara.

“Program tersebut merupakan arahan dari Presiden. Hal itu karena itu dianggap termasuk yang paling cepat untuk menggantikan bensin walaupun tentunya tidak begitu saja tercapai, tapi ini nanti akan disusun roadmap kedepannya,” Pungkas Unggul.

Melalui kunjungan DEN dan BRIN tersebut, Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi dan pengembangan energi ramah lingkungan guna mendukung program pemerintah, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.**

DUMAI (CNC) – Abdul Kadir Jailani, SH., resmi menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai periode 2026–2030 setelah dirinya bersama jajaran pengurus dilantik Ketua KONI Provinsi Riau, Ir. Iskandar Hoesin, MH., Senin (28/9/2026).

Pelantikan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Dumai tersebut menjadi momentum dimulainya kepengurusan KONI Dumai secara definitif setelah sebelumnya organisasi olahraga tersebut dipimpin Abdul Kadir Jailani sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Kepengurusan baru ini terbentuk melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) pasca berakhirnya masa kepemimpinan Agustiawan pada Juni 2026.

Pelantikan pengurus KONI Dumai periode 2026–2030 tersebut berdasarkan Surat Keputusan KONI Provinsi Riau Nomor 36 Tahun 2026 tertanggal 8 September 2026. SK tersebut ditandatangani Ketua KONI Riau Iskandar Hoesin dan Sekretaris Edi Satria di Pekanbaru.

Mengusung tema “Bersatu, Bersama, Juara” dengan subtema “Mewujudkan KONI Dumai yang Solid, Profesional dan Berprestasi”, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga Kota Dumai.

Usai pengukuhan, Ketua KONI Dumai Abdul Kadir Jailani (AKJ) menekankan pentingnya kebersamaan seluruh unsur pengurus dalam menjalankan roda organisasi.

Menurut pria yang akrab disapa AKJ tersebut, kemajuan olahraga di Kota Dumai tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kekompakan serta kerja sama dari seluruh pihak.

“Dukungan Pemko Dumai dan swasta juga penting,” ujar AKJ.

Ia juga mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menyatukan tekad dan bekerja keras dalam menjalankan program KONI Dumai ke depan.

AKJ berharap kebersamaan yang terbangun dalam kepengurusan baru dapat menjadi kekuatan untuk membawa prestasi olahraga Dumai semakin baik.

Sementara itu, Ketua KONI Riau Iskandar Hoesin turut menekankan pentingnya sinergi antara KONI Dumai dengan Pemerintah Kota Dumai maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, koordinasi dan sinergi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan organisasi, khususnya dalam pembinaan atlet dan pengembangan olahraga prestasi.

“Jadikan Dumai sebagai barometer olahraga di Riau!” tegas Iskandar Hoesin yang disambut tepuk tangan para tamu dan undangan.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto menyampaikan bahwa pelantikan kepengurusan secara resmi memiliki arti penting dalam memastikan roda organisasi berjalan secara terarah.

Ia menilai organisasi yang sehat perlu didukung program kerja yang realistis, terukur dan dapat diterapkan, selain adanya kebersamaan serta kekompakan di antara pengurus.

“Organisasi yang sehat dan memiliki program yang realistis, terukur dan applicable tentu merupakan salah satu kunci keberhasilan. Selain faktor kebersamaan, kekompakan dan solid dalam berorganisasi. Dukungan dari pihak-pihak pemangku kepentingan sangat diperlukan,” kata Sugiyarto.

Berdasarkan SK KONI Riau Nomor 36 Tahun 2026, struktur inti kepengurusan KONI Dumai periode 2026–2030 dipimpin Abdul Kadir Jailani sebagai ketua, Muhammad Ali Akbar sebagai sekretaris dan Aban Lee sebagai bendahara.

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada prosesi pelantikan. Setelah pengukuhan, jajaran pengurus KONI Dumai mengikuti seminar olahraga yang menghadirkan narasumber dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Diskopar) Kota Dumai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja sebagai langkah awal pengurus dalam menyusun dan menjalankan program organisasi selama masa kepengurusan 2026–2030.

Pelantikan tersebut turut dihadiri perwakilan KONI dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau, unsur Forkopimda Kota Dumai, Ketua DPRD Dumai, serta perwakilan BUMN, BUMD dan perusahaan swasta yang beroperasi di Kota Dumai.***

DUMAI (CNC) - 26 September 2026, Tim inovasi PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai melalui Gugus RT-Prove Rocker 4.0 berhasil meraih predikat Excellent dalam ajang International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2026 yang berlangsung pada 14–16 September 2026 di The Berkeley Hotel, Bangkok, Thailand. Capaian tersebut menjadi pengakuan internasional atas inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan keandalan operasi Kilang Dumai.

RT-Prove Rocker 4.0 mengusung inovasi berjudul “Meningkatkan Kehandalan Operasional Unit Hydrocracker 211/212 Terkait Hydrogen Availability melalui Rekonfigurasi Katalis dan Rekayasa Alternatif Feed Gas Unit Hydrogen Plant di Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai.” Inovasi ini berfokus pada peningkatan keandalan ketersediaan hidrogen bagi operasi Hydrocracker Unit (HCU) 211/212 melalui rekonfigurasi katalis dan rekayasa alternatif umpan gas pada Hydrogen Plant.

HCU merupakan unit yang berfungsi untuk mengolah fraksi hidrokarbon berat menjadi produk bernilai lebih tinggi dengan memanfaatkan gas hidrogen dan katalis. Oleh karena itu, ketersediaan gas hidrogen menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan, stabilitas, dan keandalan operasi kilang.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan mengatakan perolehan predikat Excellence pada ajang IQPC 2026 merupakan bentuk apresiasi tertinggi bagi Perwira Pertamina di tingkat internasional sekaligus mencerminkan bahwa budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan di Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai terus diperkuat melalui program-program pendampingan dan coaching program dari bagian Quality Management–Human Capital Perusahaan.

“Bagi kami inovasi tidak hanya menjadi budaya, tapi kebutuhan sebagai solusi untuk menjawab dinamika tantangan operasi kilang. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi-inovasi lainnya yang mendukung keandalan operasi yang efisien dan optimal dalam upaya menjaga ketahanan energi , sekaligus memberikan nilai tambah bagi Perusahaan dan berdaya saing global ,” ujar Iwan.
Ajang International Quality and Productivity Convention (IQPC) 2026 mengusung tema “Driving Resilience And Sustainable Organizational Excellence”, kompetisi internasional ini mempertemukan tim inovator dari berbagai negara untuk mempresentasikan proyek peningkatan mutu dan produktivitas berbasis continuous improvement.

Gugus RT-Prove Rocker 4.0 difasilitasi oleh Achmad Amrizal Fauzi dengan diketuai oleh Hadhiansyah Ilhami serta digawangi oleh anggota tim lainnya Muchammad Ravi, Amar Firmansyah, Saeful Sampe, Sendy Pujiatmoko, Ichsan F., dan Rayi Wibawa Yuda.

Ketua Gugus RT-Prove Rocker 4.0, Hadhiansyah Ilhami, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses kolaboratif dalam menjawab tantangan operasional melalui inovasi yang terukur. “Predikat Excellent di IQPC 2026 merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari identifikasi permasalahan, pengembangan solusi, hingga pembuktian hasil inovasi. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan perbaikan yang memberikan dampak nyata terhadap keandalan operasi kilang,” ujar Hadhiansyah Ilhami.


Keberhasilan Tim Inovasi Kilang Dumai ini juga tidak lepas dari kolaborasi lintas fungsi serta didorong oleh sinergi kuat manajemen Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai melalui pembinaan intensif yang memastikan keberlanjutan implementasi inovasi di Perusahaan.

Sementara itu, menurut Manager Human Capital PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Ari Winanto menambahkan bahwa keberhasilan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam membangun budaya inovasi di lingkungan Refinery Unit Dumai.
“Kami terus mendorong insan Pertamina untuk melihat setiap tantangan operasional sebagai peluang untuk melakukan perbaikan. RT-Prove Rocker 4.0 menunjukkan bahwa solusi yang lahir dari pemahaman terhadap kondisi lapangan, didukung kolaborasi dan proses perbaikan yang sistematis, dapat berkembang menjadi inovasi yang mampu berkompetisi di tingkat internasional serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan,” pungkas Ari Winanto.**