SEPANG (CNC) – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih podium kedua dalam ajang Grand Prix (GP) Malaysia di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia.

Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Veda sekaligus menambah catatan prestasi pembalap Indonesia di kancah balap motor internasional.

Keberhasilan Veda finis di posisi kedua menunjukkan kemampuannya bersaing dengan para pembalap dari berbagai negara. Prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Indonesia, khususnya pecinta olahraga balap motor.

Selain keberhasilan Veda, ekspresi Hiroshi Aoyama turut menjadi perhatian para penggemar balap motor. Momen tersebut ramai disorot seiring pencapaian pembalap muda Indonesia itu di Sepang.

Podium kedua ini semakin memperkuat harapan terhadap perkembangan talenta balap Tanah Air di level internasional.

Prestasi Veda juga membuka harapan bagi Indonesia untuk memiliki pembalap yang mampu menembus persaingan kelas tertinggi MotoGP pada masa mendatang.**

DUMAI (CNC) – Bambang Prayetno, S.H., kembali dipercaya memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Dumai untuk kedua kalinya setelah terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Kota (Konferkot) ke-10 di Hotel Grand Zuri Lantai II, Sabtu (31/10/2026). 

Bambang sendiri akan melanjutkan kepemimpinan organisasi wartawan tersebut untuk masa bakti 2026-2029. Terpilihnya Bambang secara aklamasi menjadi keputusan forum setelah seluruh rangkaian konferkot berlangsung. 

Konferkot ke-10 PWI Dumai mengangkat tema "Konsolidasi Organisasi, Penguatan Profesionalisme, dan Peneguhan Etika Pers di Era Digital untuk Mendukung Pembangunan Menuju Dumai Kota Idaman". 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PWI Provinsi Riau Raja Isyam Azwar, Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto, Sekretaris PWI Riau N. Doni Dwi Putra, Wakil Sekretaris Jinto Lumban Gaol, Wakil Ketua Bidang OKK Bambang Irawan Syahputra, serta unsur Forkopimda Kota Dumai.

Pelaksanaan konferkot diikuti anggota PWI Dumai dengan jumlah 75 anggota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 orang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sementara 39 orang hadir secara langsung. Dengan jumlah kehadiran tersebut, forum dinyatakan memenuhi kuorum untuk melaksanakan agenda organisasi dan menentukan ketua periode berikutnya.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Bambang Prayetno menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh anggota yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin PWI Dumai.

"Ini merupakan amanah dan kepercayaan yang kedua kalinya diberikan kepada saya. Terima kasih kepada seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan ini. Tentu amanah tersebut akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab," ungkap Bambang.

Bambang mengatakan, kepengurusan mendatang akan melanjutkan visi dan misi yang telah dibangun sebelumnya. Namun, sejumlah hal yang masih perlu dibenahi juga akan menjadi perhatian agar organisasi semakin tertata dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya.

Ia menegaskan, konsolidasi internal dan peningkatan profesionalisme wartawan menjadi bagian penting dalam menjalankan kepengurusan 2026-2029. Menurutnya, PWI Dumai harus terus menjadi rumah bersama bagi wartawan dengan tetap mengedepankan kode etik jurnalistik serta menjaga hubungan baik antarsesama anggota.

Sementara itu, Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar mengapresiasi perjalanan organisasi PWI Dumai dan berharap kepengurusan yang terpilih mampu menjaga soliditas serta marwah organisasi. 

Ia menitipkan tiga pesan, yakni menjaga marwah organisasi, menjadikan PWI sebagai amanah, serta membangun organisasi wartawan yang profesional dan bermanfaat bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Dumai membutuhkan PWI sebagai mitra pembangunan sekaligus pihak yang dapat memberikan masukan dalam pengambilan kebijakan. 

Sugiyarto juga secara resmi membuka Konferkot PWI Dumai ke-10 yang menjadi momentum pergantian dan penetapan kepemimpinan organisasi.(rls) 

JAKARTA (CNC) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha 15 bank perekonomian rakyat (BPR) dan bank perekonomian rakyat syariah (BPRS) di Indonesia sepanjang 2026 hingga akhir September.

Belasan bank tersebut tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Sumatra Barat, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, hingga DKI Jakarta.

Bank terbaru yang izin usahanya dicabut adalah PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Musyarakah Ummat Indonesia di Kota Tangerang, Banten. Pencabutan izin tersebut ditetapkan melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-72/D.03/2026 tertanggal 25 September 2026.

BPRS Musyarakah Ummat Indonesia beralamat di Jalan KH Hasyim Ashari Nomor 8, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang.

Sebelum pencabutan izin tersebut, OJK telah lebih dahulu menutup 14 BPR dan BPRS lainnya sejak Januari 2026.

Pada Januari, OJK mencabut izin PT BPR Suliki Gunung Mas di Sumatra Barat pada 7 Januari dan PT BPR Prima Master Bank di Surabaya, Jawa Timur, pada 27 Januari.

Selanjutnya, pada Februari, giliran Perumda BPR Bank Cirebon di Jawa Barat yang izinnya dicabut pada 9 Februari, disusul PT BPR Kamadana di Kabupaten Bangli, Bali, pada 18 Februari.

Memasuki Maret, OJK mencabut izin PT BPR Koperindo Jaya di Jakarta Pusat pada 9 Maret dan PT BPR Pembangunan Nagari di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, pada 31 Maret.

Pada April, pencabutan izin dilakukan terhadap PT BPR Sungai Rumbai di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, efektif 7 April 2026.

Setelah itu, OJK kembali mencabut izin PT BPR Ceper Permata Artha di Klaten, Jawa Tengah, pada 25 Juni.

Jumlah bank yang ditutup meningkat pada Juli. Tercatat tiga bank kehilangan izin usaha, yakni PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa di Batu, Jawa Timur, pada 3 Juli; PT BPR Mataram Mitra Manunggal di Yogyakarta pada 7 Juli; serta PT BPR Syariah Hasanah Mandiri di Depok, Jawa Barat, pada 16 Juli.

Pada Agustus, OJK mencabut izin PT BPR Citra Bersada Abad yang berlokasi di Bintara, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pencabutan tersebut efektif berlaku pada 19 Agustus 2026.

Sementara pada September, terdapat tiga bank yang izinnya dicabut, yakni PT BPRS Gaido Indonesia di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada 1 September; PT BPR Pasarraya Kuta di Bali pada 17 September; dan BPRS Musyarakah Ummat Indonesia di Tangerang pada 25 September.

Dengan pencabutan izin usaha tersebut, seluruh kegiatan operasional bank dihentikan dan kantor tidak lagi memberikan pelayanan kepada masyarakat.

OJK menyatakan penyelesaian hak dan kewajiban bank akan dilakukan oleh tim likuidasi yang dibentuk Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Penyelesaian hak dan kewajiban dilakukan oleh tim likuidasi yang akan dibentuk oleh Lembaga Penjamin Simpanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," tulis OJK.

Selain itu, direksi, dewan komisaris, maupun pemegang saham bank yang telah dicabut izin usahanya dilarang melakukan tindakan hukum terkait aset dan kewajiban bank tanpa persetujuan tertulis dari LPS.

Berikut daftar 15 BPR dan BPRS yang izin usahanya dicabut OJK sepanjang 2026 hingga 25 September:

1. PT BPR Suliki Gunung Mas, Sumatra Barat (7 Januari 2026).

2. PT BPR Prima Master Bank, Surabaya, Jawa Timur (27 Januari 2026).

3. Perumda BPR Bank Cirebon, Jawa Barat (9 Februari 2026).

4. PT BPR Kamadana, Bangli, Bali (18 Februari 2026).

5. PT BPR Koperindo Jaya, Jakarta Pusat, DKI Jakarta (9 Maret 2026).

6. PT BPR Pembangunan Nagari, Agam, Sumatra Barat (31 Maret 2026).

7. PT BPR Sungai Rumbai, Dharmasraya, Sumatra Barat (7 April 2026).

8. PT BPR Ceper Permata Artha, Klaten, Jawa Tengah (25 Juni 2026).

9. PT BPR Dwicahaya Nusaperkasa, Batu, Jawa Timur (3 Juli 2026).

10. PT BPR Mataram Mitra Manunggal, Yogyakarta (7 Juli 2026).

11. PT BPR Syariah Hasanah Mandiri, Depok, Jawa Barat (16 Juli 2026).

12. PT BPR Citra Bersada Abad, Bekasi, Jawa Barat (19 Agustus 2026).

13. PT BPRS Gaido Indonesia, Cianjur, Jawa Barat (1 September 2026).

14. PT BPR Pasarraya Kuta, Bali (17 September 2026).

15. PT BPRS Musyarakah Ummat Indonesia, Tangerang, Banten (25 September 2026).**

Konferensi pers Kepala Kanwil DJBC Riau Dwijo Mulyono, Kepala BNNK Dumai Ignasius Agus Nugraha, bersama perwakilan Pemkot Dumai dan Forkopimda di Aula Kantor Bea Cukai Dumai. 

DUMAI (CNC) – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Dumai bersama Bea Cukai Dumai menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5,3 kilogram yang dibawa seorang penumpang dari Malaysia. Penindakan dilakukan di Terminal Penumpang Ferry Internasional Dumai, Kamis (29/10/2026).

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Aula Kantor Bea Cukai Dumai, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, Dwijo Mulyono, didampingi Kepala Bea Cukai Dumai Ruru Firza Isnandar dan Kepala BNNK Dumai Ignasius Agus Nugraha.

Sejumlah unsur Forkopimda Kota Dumai turut menghadiri konferensi pers tersebut, di antaranya Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Hermanto Usman yang mewakili Wali Kota Dumai, Ketua DPRD Dumai Agus Miswandi, Kasat Narkoba Polres Dumai AKP Gus Purwantoro, serta perwakilan Lanal, Kodim 0320, Satuan Radar 104, dan Denarhanud Rudal-004/WSBY.

Pengungkapan bermula dari informasi intelijen BNNK Dumai terkait dugaan masuknya narkotika melalui jalur laut. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti Bea Cukai Dumai dengan meningkatkan pengawasan terhadap kedatangan penumpang internasional.

Saat melakukan pemeriksaan terhadap penumpang kapal MV Indomal Dynasty yang tiba dari Port Dickson, Malaysia, petugas mencurigai seorang pria berinisial Z (35), warga Medan.

Kecurigaan muncul setelah hasil pemindaian X-Ray terhadap koper milik Z menunjukkan adanya anomali. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan fisik dan menemukan tujuh paket sabu dengan berat bruto 5.367 gram yang disembunyikan di sejumlah bagian kompartemen koper.

Hasil pengujian menggunakan Narkotest memastikan barang bukti tersebut positif mengandung metamfetamin.

Kepala Kanwil DJBC Riau, Dwijo Mulyono, mengatakan keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi dan pertukaran informasi antara BNNK Dumai dan Bea Cukai.

"Informasi awal dari BNNK Dumai dapat direspons secara cepat melalui analisis risiko, pemanfaatan teknologi pemeriksaan, dan ketelitian petugas Bea Cukai di lapangan," ungkap Dwijo.

Berdasarkan perhitungan petugas, sabu seberat 5.367 gram tersebut memiliki nilai ekonomis sekitar Rp6.977.100.000.

Pengungkapan ini diperkirakan dapat menyelamatkan sedikitnya 26.835 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Selain itu, penindakan tersebut juga disebut berpotensi mencegah kerugian keuangan negara hingga Rp23.943.528.750.

Saat ini, tersangka Z bersama seluruh barang bukti telah diserahkan kepada BNNK Dumai untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut, termasuk pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan peredaran narkotika lintas negara.**

SIAK (CNC) – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Siak. Mantan Bupati Siak dua periode, Arwin AS, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (31/10/2026), setelah beberapa kali menjalani perawatan medis akibat sakit yang dideritanya.

Kabar wafatnya Arwin AS dibenarkan Bupati Siak, Afni Zulkifli. Dengan suara bergetar dan menahan tangis, Afni menyebut kepergian Arwin menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Kabupaten Siak.

"Benar, dapat kabar pagi ini. Meninggal di rumah sakit dan ini sedang perjalanan ke rumah sakit saya," kata Afni, Sabtu (31/10/2026).

Afni mengaku memiliki kedekatan emosional dengan almarhum. Hubungan keduanya bukan sekadar antara bupati yang sedang menjabat dengan mantan kepala daerah, melainkan sudah seperti hubungan orang tua dan anak.

Menurut Afni, Arwin merupakan sosok yang selalu memberikan dukungan dalam perjalanan politik dan kepemimpinannya. Almarhum juga kerap hadir dalam berbagai momen penting yang digelar Pemerintah Kabupaten Siak.

"Pak Arwin sudah sangat banyak jasanya. Jadi bukan hanya kehilangan tokoh, tapi orang tua yang selalu mendukung saya di setiap langkah. Mohon maaf jika beliau ada salah," ucap Afni.

Arwin AS merupakan Bupati Siak definitif pertama setelah kabupaten tersebut resmi terbentuk sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis pada 1999. Ia memimpin Kabupaten Siak selama dua periode, mulai tahun 2000.

Selama kepemimpinannya, Arwin dikenal luas sebagai salah satu tokoh yang berperan dalam pembangunan Kabupaten Siak. Kontribusinya dalam meletakkan fondasi pembangunan daerah membuatnya dikenal dengan sebutan Bapak Pembangunan Siak.

Salah satu perjuangan yang melekat pada sosok Arwin adalah upayanya mendorong pengelolaan sumur minyak di Siak oleh badan usaha milik daerah (BUMD), PT Bumi Siak Pusako (BSP).

Kepergian Arwin AS menjadi kehilangan bagi masyarakat Siak, terutama bagi daerah yang pernah dipimpinnya selama dua periode. Jejak kepemimpinannya akan menjadi bagian dari perjalanan sejarah pembangunan Negeri Istana.**

DUMAI (CNC) – Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Riau Pesisir melaksanakan kunjungan industri ke PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai operasional kilang minyak, penerapan keselamatan kerja, serta sistem pemeliharaan fasilitas industri.

Sebanyak 32 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi jajaran dosen dan perwakilan Program Studi Teknik Industri. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik di lingkungan industri.

Dari pihak kampus, kegiatan dihadiri Wakil Rektor III, Dr. Ir. H. Yusrizal, M.M., IPM., ASEAN Eng.; Ketua Program Studi Teknik Industri, Ir. Trisna Mesra, S.T., M.T.; Dr. Ir. Melliana, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng.; Sekretaris Program Studi, Ir. Azmi, S.T., M.Sc.; serta M. Agus Rinaldy, S.T., M.T.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai diwakili Manager Production, Yandi Muktar, dan Ainun Nabila dari bagian Communication & Relations (Comrel), bersama perwakilan pekerja serta petugas keamanan perusahaan.

Mahasiswa Mendapat Pembekalan Operasional Kilang

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari kedua pihak. Manager Production PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Yandi Muktar, menyampaikan sambutan perusahaan, dilanjutkan perwakilan ITB Riau Pesisir.

Selanjutnya, mahasiswa mendapatkan pemaparan materi mengenai overview kilang, meliputi gambaran umum lingkungan kilang, proses operasional, serta pengolahan minyak dan produk turunannya.

Peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Materi ini menekankan pentingnya kesehatan, keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Mahasiswa diperkenalkan dengan penerapan prosedur keselamatan kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta standar operasional untuk meminimalkan risiko kecelakaan di lingkungan kilang.

Selain itu, materi mengenai maintenance atau pemeliharaan fasilitas industri turut diberikan. Mahasiswa mempelajari pentingnya pemeliharaan peralatan untuk menjaga keandalan fasilitas, mendukung kelancaran produksi, serta mencegah kerusakan yang dapat mengganggu operasional perusahaan.

Tinjau Langsung Area Operasional Kilang

Setelah mengikuti pembekalan, mahasiswa melakukan persiapan sebelum memasuki area kilang. Peserta diwajibkan menyesuaikan pakaian dan menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan perusahaan.

Sebelum memasuki area kerja, peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan melalui Daily Check Up (DCU). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari prosedur untuk memastikan kondisi fisik dan mental berada dalam status Fit to Work atau layak beraktivitas di lingkungan kerja.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan (site visit) ke area kilang PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa dapat melihat langsung fasilitas industri yang berkaitan dengan proses pengolahan minyak, sekaligus mengamati penerapan sistem operasional dan standar keselamatan kerja.

Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai penerapan ilmu Teknik Industri, khususnya dalam pengelolaan proses produksi, pemeliharaan fasilitas, dan pengendalian keselamatan kerja.

Dorong Kesiapan Mahasiswa Memasuki Dunia Industri

Ketua HMTI, Wan Muhammad Azwan, bersama Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Davi Al Fadli, menyebut kunjungan industri tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.

"Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai operasional kilang, tetapi juga memahami pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap prosedur, serta budaya keselamatan dalam lingkungan profesional," katanya.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.

Melalui kunjungan ke PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, HMTI ITB Riau Pesisir berharap mahasiswa dapat mengembangkan kompetensi, memperluas perspektif profesional, serta memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia industri setelah menyelesaikan pendidikan.**