DUMAI (CNC) – Apical meraih dua penghargaan dalam ajang ESGBusiness Awards 2026, masing-masing untuk kategori Sustainable Agriculture Award dan Sustainable Supply Chain Partnership Award. Penghargaan tersebut diberikan atas upaya perusahaan dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan dan membangun rantai pasok kelapa sawit yang bertanggung jawab.

Pencapaian ini berkaitan dengan upaya Apical memperkuat transparansi dan ketertelusuran rantai pasok, sekaligus mengembangkan kemitraan dengan pemasok, petani, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Dalam keterangannya, Apical menyebut ketertelusuran sebagai salah satu aspek penting dalam penerapan komitmen keberlanjutan perusahaan.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat tingkat Traceability to Mill (TTM) sebesar 100 persen dan Traceability to Plantation (TTP) sebesar 99,98 persen untuk komoditas minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

TTM menunjukkan tingkat ketertelusuran bahan baku hingga pabrik kelapa sawit, sedangkan TTP mengacu pada ketertelusuran hingga tingkat perkebunan. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan transparansi sumber bahan baku dalam rantai pasoknya.

Selain memperkuat ketertelusuran, Apical menjalankan sejumlah program yang berfokus pada pemberdayaan petani kecil dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Salah satunya adalah SMILE (Smallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment), sebuah inisiatif yang dilaksanakan melalui kemitraan dengan Kao Corporation dan Asian Agri. Program ini diarahkan untuk mendorong inklusi petani kecil serta mendukung peningkatan penghidupan melalui pendekatan keberlanjutan dan pemberdayaan.

Apical juga mengembangkan program SLV (Sustainable Living Villages) yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Melalui kedua inisiatif tersebut, perusahaan berupaya menghubungkan agenda keberlanjutan dengan pemberdayaan masyarakat serta peningkatan manfaat bagi petani kecil dan komunitas setempat.

Apical menyatakan penghargaan yang diraih merupakan hasil kontribusi berbagai pihak yang terlibat dalam rantai pasok dan pelaksanaan program keberlanjutan. Pihak-pihak tersebut meliputi tim internal, pemasok, mitra kerja, serta masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Dua penghargaan dalam ESGBusiness Awards 2026 ini menambah pengakuan terhadap upaya Apical dalam mengembangkan rantai pasok kelapa sawit dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), termasuk ketertelusuran bahan baku, kemitraan, serta pemberdayaan petani dan masyarakat.**

LAS VEGAS (CNC) – KLK OLEO akan berpartisipasi dalam ajang SupplySide Global 2026 yang berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperkenalkan inovasi bahan baku nutrisi, pangan fungsional, dan farmasi kepada pelaku industri kesehatan global.

SupplySide Global merupakan ajang yang mempertemukan berbagai pelaku industri kesehatan dan nutrisi untuk membahas perkembangan terbaru dalam bahan baku, teknologi, serta solusi produk jadi. Dalam kegiatan tersebut, KLK OLEO akan menampilkan sejumlah produk yang mendukung tren kesehatan jangka panjang, penuaan sehat, fungsi otak, hingga pengembangan formulasi farmasi berkelanjutan.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah DavosLife E3 Tocotrienols, yang berkaitan dengan pengembangan solusi nutrisi untuk mendukung kesehatan otak dan penuaan sehat. Seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap umur panjang, kesehatan mental, dan fungsi kognitif, kebutuhan terhadap produk nutrisi berbasis penelitian ilmiah juga semakin berkembang.

KLK OLEO turut menyoroti perkembangan ilmu pengetahuan mengenai penghambatan ferroptosis, yaitu mekanisme kematian sel yang bergantung pada zat besi. Produk DavosLife E3 Tocotrienols diposisikan sebagai salah satu solusi yang dikembangkan untuk mendukung fungsi otak yang sehat, dengan manfaat yang menurut informasi perusahaan telah didukung oleh uji klinis.

Selain itu, KLK OLEO akan memperkenalkan PALMESTER | PLANTERA MCT, produk trigliserida rantai menengah (medium-chain triglycerides/MCT) yang berasal dari sumber alami terbarukan. Bahan ini memiliki karakteristik tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, serta dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi dalam berbagai aplikasi.

MCT tersebut dapat digunakan dalam pengembangan pangan fungsional, suplemen makanan, produk nutrisi olahraga, hingga formulasi yang ditujukan untuk mendukung kesehatan kognitif. Kehadirannya sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap produk yang mendukung energi, pengelolaan berat badan, performa, dan kesehatan secara menyeluruh.

Di sektor farmasi, KLK OLEO akan menampilkan ENHEX dan eksipien farmasi Hedjuvan yang dirancang untuk mendukung stabilitas formulasi, efisiensi proses produksi, serta konsistensi kualitas produk.

Perusahaan juga menghadirkan HEDJUVAN Circular, solusi yang mengintegrasikan etilena oksida berbasis bio-sirkular dalam formulasi. Pendekatan ini ditujukan untuk mengurangi jejak karbon produk tanpa mengorbankan kualitas maupun kinerjanya.


Portofolio yang ditampilkan turut mencakup PALMERA Glycerine dan EDENOR Triacetin, yang mendukung beragam kebutuhan formulasi di berbagai sektor industri.

Melalui partisipasi dalam SupplySide Global 2026, KLK OLEO berupaya memperkenalkan beragam solusi bahan baku yang menggabungkan inovasi, kualitas, dan aspek keberlanjutan untuk menjawab kebutuhan industri kesehatan dan nutrisi yang terus berkembang.

Para pengunjung dapat mengunjungi stan KLK OLEO di **Booth 6647** selama pameran berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai bahan bioaktif, solusi pangan fungsional, dan bahan pendukung formulasi farmasi yang ditawarkan perusahaan.**


sumber: klkoleo


Gambar ilustrasi Ai

DJIBOUTI (CNC) – Tragedi kapal migran kembali terjadi di jalur pelayaran menuju Yaman. Sebuah kapal yang mengangkut ratusan migran dan mengalami kelebihan muatan tenggelam di perairan Djibouti. Sedikitnya 139 orang tewas, termasuk 15 anak-anak, sementara 84 orang lainnya dilaporkan hilang.

Dilansir AFP, Minggu (11/10/2026), kapal tersebut mengangkut 305 orang, yang sebagian besar merupakan warga Ethiopia. Kapal dilaporkan terbalik di perairan sebelah utara Kota Obock, Djibouti, berdasarkan keterangan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Kepala Misi IOM di Djibouti, Alexandre Coissac, mengatakan para penyintas melaporkan kapal mulai tenggelam sesaat setelah mereka naik ke atas kapal.

"Para penyintas mengatakan kepada saya bahwa kapal mulai tenggelam dari bagian belakang segera setelah mereka menaikinya," ujar Coissac.

Ia menyebut kejadian tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan. IOM juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, serta mereka yang masih menunggu kabar kerabatnya.

Jumlah korban dalam insiden tersebut mengalami perubahan seiring berlanjutnya proses pencarian. IOM awalnya melaporkan 109 orang tewas dan 116 orang hilang. Namun, setelah lebih banyak jenazah ditemukan, angka tersebut diperbarui menjadi 139 korban tewas dan 84 orang masih dinyatakan hilang.

Tim IOM bersama otoritas Djibouti telah berada di lokasi kejadian untuk memberikan bantuan darurat kepada para penyintas dan mendukung penanganan korban.

Menurut Coissac, tragedi ini kembali memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi para migran ketika menempuh jalur berbahaya demi mencari peluang ekonomi dan kehidupan yang lebih baik.

Para migran tersebut diketahui berupaya menyeberangi Selat Bab al-Mandeb menuju Yaman sebelum melanjutkan perjalanan ke negara-negara Teluk. Jalur ini menjadi salah satu rute yang digunakan migran dari kawasan Tanduk Afrika untuk mencari pekerjaan dan penghidupan.

Coissac juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan salah seorang penyintas yang berasal dari wilayah Tigray, Ethiopia utara. Wilayah tersebut tengah menghadapi kembali peningkatan kekerasan di tengah konflik antara kelompok pemberontak dan pemerintah federal.

Hingga laporan tersebut disampaikan, proses penanganan korban masih dilakukan oleh tim terkait. Sementara itu, nasib 84 orang yang dilaporkan hilang masih menjadi perhatian dalam upaya pencarian.**


sumber: detikcom


DUMAI (CNC) – Kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK kembali berlangsung seperti biasa di sekolah mulai Senin (12/10/2026).

Meski aktivitas pembelajaran kembali normal, seluruh peserta didik diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah. Kebijakan ini disertai dengan pembatasan aktivitas di luar ruangan guna menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di dalam ruangan. Para siswa tidak diperkenankan melakukan aktivitas di luar kelas maupun bermain di area terbuka selama kegiatan sekolah berlangsung.

Seluruh guru juga diminta untuk meningkatkan pengawasan serta memberikan arahan kepada peserta didik agar tetap berada di dalam ruangan dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran proses pembelajaran sekaligus menjaga kondisi kesehatan seluruh warga sekolah.

Pihak sekolah diharapkan memastikan seluruh peserta didik mematuhi kewajiban menggunakan masker dan mengikuti arahan guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.**


DUMAI (CNC) – Polres Dumai mengamankan 12 orang dalam razia sarang narkoba di sejumlah kawasan rawan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Dumai, Sabtu (10/10/2026) sore. Dari jumlah tersebut, 11 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu, sedangkan satu orang lainnya diduga terlibat dalam peredaran narkotika.

Razia yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Dumai, AKP Gus Purwantoro, S.H., M.M., dengan melibatkan 33 personel gabungan dari Satresnarkoba, Sat Samapta, Sat Intelkam, Dokkes, Provost, serta Tim RAGA.

Sebelum bergerak ke lokasi sasaran, seluruh personel mengikuti apel di halaman Mapolres Dumai. Petugas kemudian melakukan patroli dan penyelidikan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran razia meliputi Jalan Cendrawasih, Jalan Rajawali, dan Jalan Jawa, Kelurahan Laksamana, Kota Dumai.

Sebelas Orang Positif Menggunakan Sabu

Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Resnarkoba AKP Gus Purwantoro, Minggu (11/10/2026), mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan urine di lokasi, sebanyak 11 orang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu.

“Sebanyak tiga orang ditemukan di kawasan Jalan Cendrawasih, tujuh orang di Jalan Rajawali, dan satu orang di Jalan Jawa,” jelas Gus Purwantoro.

Selain mengamankan orang-orang yang diduga sebagai pengguna, petugas juga mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam peredaran sabu di kawasan Jalan Jawa.

Dari tangan orang tersebut, polisi menyita satu paket kecil sabu dengan berat kotor 0,40 gram. Petugas juga mengamankan satu kaca pirek berisi sisa sabu, satu unit telepon genggam Android merek Redmi, serta satu blok plastik bening yang diduga digunakan untuk membungkus narkotika.

Seluruh orang yang diamankan beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Dumai untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelas Orang Direncanakan Direhabilitasi

Gus Purwantoro mengatakan, terhadap 11 orang yang dinyatakan positif menggunakan sabu, pihaknya merencanakan rehabilitasi sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, satu orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

“Terhadap 11 orang yang diduga sebagai pengguna, direncanakan dilakukan rehabilitasi sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku. Sementara itu, satu orang yang diduga sebagai pengedar akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia menambahkan, razia tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Menurut keterangan kepolisian, kegiatan itu dilaksanakan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri dalam pelaksanaan Operasi Sarang Narkoba yang disebut berlangsung serentak di seluruh Indonesia.

Polres Dumai berharap kegiatan tersebut dapat menekan peredaran narkotika dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba.**


Dumai (CNC) - 9 Oktober 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai kembali berhasil mengukir prestasi di Ajang The 8th Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 dengan meraih predikat Bronze pada dua kategori. Penghargaan tersebut diterima dalam acara penganugerahan yang berlangsung di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta (Solo), Kamis (8/10).

Dua penghargaan dengan Predikat Bronze tersebut diberikan untuk untuk Kategori Generasi Z yang diberikan kepada Junior Officer I Commrel & Compliance PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Ainun Nabila lewat karya berjudul “From Visibility to Confidence". Ainun memberikan pandangan tentang pentingnya peran Gen Z pada perubahan di perusahaan lewat pengumpulan video.

Sementara itu, Penghargaan Bronze kedua diraih lewat kategori Video Media Internal, yang mengangkat cerita tentang PERTIWI, komunitas yang mendorong pemberdayaan pekerja perempuan di lingkungan Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai secara inklusif dan berkelanjutan. Kilang Dumai menampilkan pentingnya peran perempuan pada seluruh proses produksi dari awal hingga minyak dikirimkan (lifting).

Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum mengatakan capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas upaya Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai selama ini dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui komunikasi yang informatif dan bernilai bagi seluruh pihak. 

Menurutnya, pengharaaan tersebut juga sekaligus menunjukkan bahwa pekerja Perempuan di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai memiliki peran dan kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan

“Terimakaih kepada Humas indonesia atas apresiasi dan kepercayaannya kepada Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai. Penghargaan ini mendorong bagi kami untuk terus menghadirkan komunikasi yang informatif, transparan, dan relevan bagi publik kedepannya,” ujar Muhammad Rum. 

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (migas), Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai berkomitmen untuk menempatkan pekerja perempuan sebagai bagian penting dalam mendukung operasional dan pencapaian kinerja perusahaan. Kesempatan untuk bertumbuh, berkontribusi, dan menunjukkan kompetensi perlu terus diperkuat agar setiap pekerja perempuan semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi dirinya ditengah industri migas hari ini yang mayoritas didominasi oleh pekerja laki- laki , sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Sementara itu, Manager RBO PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai sekaligus Ketua PERTIWI, Ririanti Safrida, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, capaian tersebut menjadi penyemangat bagi PERTIWI untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang inklusif serta mendorong pemberdayaan perempuan di sektor migas.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memberikan ruang dan mengembangkan potensi bagi perempuan untuk berkembang. Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, menunjukkan kompetensi, dan memberikan kontribusi nyata bagi perusahaan dan masyarakat,” ujar Ririanti.

Dalam penyelenggaraan AHI 2026, sebanyak 178 trofi diberikan kepada 80 institusi pemenang atas keunggulan praktik kehumasan. Penyelenggaraan AHI 2026 kali ini mengangkat tema “Membangun Transparansi, Menguatkan Kepercayaan Publik". Dikatakan oleh CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan, tema tersebut dipilih sebagai bentuk respons terhadap dinamika dunia komunikasi hari ini, bahwa di era sekarang, PR/humas tidak bisa lagi sebatas menjadi corong komunikasi, melainkan sebagai garda terdepan dalam membangun kepercayaan antara institusi dan publik yang dilayaninya.**