DUMAI (CNC) – PT PAA Dumai menyalurkan bantuan dana pendidikan kepada 10 siswa dari dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Dumai, masing-masing lima siswa dari SMKN 2 dan SMKN 5 Dumai. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Permata Cerdas pada Jumat (16/10/2026).

Program Permata Cerdas merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan sekaligus bagian dari upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di SMKN 5 Dumai, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, dengan dihadiri pimpinan perusahaan serta perwakilan pihak sekolah.

Pimpinan PT PAA Dumai, Rian Yudianto, mengatakan program CSR Permata Cerdas telah berjalan selama beberapa tahun sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan di Kota Dumai.

Menurutnya, bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk meningkatkan semangat belajar dan meraih hasil akademik yang lebih baik.

“Melalui bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi, kami berharap dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berusaha meraih nilai terbaik dan meningkatkan minat belajar,” ujar Rian.

Selain berkontribusi melalui program bantuan pendidikan, PT PAA juga membuka peluang kerja bagi lulusan SMK, khususnya alumni SMKN 2 dan SMKN 5 Dumai. Kesempatan tersebut tersedia di sejumlah lokasi operasional perusahaan, termasuk kawasan Pelindo di Dumai dan Kawasan Industri Dumai di Pelintung.

Kepala SMKN 5 Dumai, Yanuar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PAA yang dinilai konsisten mendukung dunia pendidikan di Kota Dumai.

Ia juga mengapresiasi kemitraan perusahaan dengan pihak sekolah, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi dan menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PAA atas bantuan pendidikan dan apresiasi yang diberikan kepada sekolah sebagai salah satu penghasil tenaga kerja. Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut karena sangat membantu sekolah, khususnya SMKN 5 Dumai,” kata Yanuar.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar, meningkatkan prestasi, serta menjaga kedisiplinan selama mengikuti proses pembelajaran.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan SMKN 2 Dumai, Muhammad Zakiudin. Ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT PAA dalam mendukung pendidikan, khususnya bagi peserta didik di SMKN 2 Dumai.

“Kami bersyukur atas kepedulian PT PAA terhadap pendidikan di Kota Dumai. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa penerima untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka,” ujar Muhammad Zakiudin.

Pihak sekolah berharap program Permata Cerdas dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi peserta didik. Mereka juga mendoakan agar PT PAA semakin sukses serta terus berkontribusi dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pengembangan generasi muda di Kota Dumai.**

DUMAI (CNC) - 17 Oktober 202, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Dumai) berhasil membuktikan kemampuan kilangnya dalam memproduksi produk-produk berkualitas tinggi serta ramah lingkungan. Hal tersebut terwujud dalam peluncuran produk terbaru Kilang Dumai yakni Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF), produk bahan bakar pesawat dengan bahan baku campuran Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.

Peluncuran SAF Kilang Dumai dilakukan langsung oleh Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman saat melakukan kunjungan kerja atau Management Walkthrough (MWT) ke Kilang Dumai pada Kamis (15/10).

SAF yang berhasil dikembangkan oleh Kilang Dumai memiliki keunggulan utama yaitu komposisi kandungan UCO sebesar 5%, komposisi bio Feedstock tertinggi melalui teknologi Co-Processing UCO di unit Hydrocracker Unibon (HCU) #212. Plant Trial untuk pengolahan UCO untuk produksi SAF tersebut sukses dilaksanakan pada 25 Juli 2026. 

Pengembangan SAF dengan campuran minyak jelantah sebesar 5 persen ini semakin mengukuhkan posisi Kilang Dumai sebagai pionir di Sumatera dalam memproduksi bahan bakar pesawat ramah lingkungan dengan potensi reduksi emisi karbon hingga 81 persen. Selain itu, pencapaian ini juga menempatkan Kilang Dumai sebagai kilang pertama di ASEAN yang berhasil mengolah UCO menggunakan unit Hydrocracking.

Wakil Direktur Utama I PT Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada seluruh Perwira Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai atas kegigihan dan keberhasilannya dalam pengembangan SAF dengan campuran UCO 5 persen.

“Keberhasilan Kilang Dumai dalam mengembangkan SAF dengan UCO 5 persen ini membuktikan bahwa Perwira Pertamina mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri hari ini. Kini, kita fokus dalam strategi bagaimana mendapatkan feedstock yang sustain dan tentunya tersertifikasi, karena ini bisa menjadi revenue industri yang baru di Indonesia,” ujar Taufik.

Guna menjamin keamanan serta kualitas mutu produk, produk SAF Kilang Dumai juga telah melalui serangkaian proses pengujian di laboratorium. Selain itu, SAF Kilang Dumai juga telah mengantongi sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) EU dan ISCC CORSIA, yang memastikan proses pengolahan dan produk yang dihasilkan telah memenuhi standar keberlanjutan internasional.

Komitmen Dukung Pencapaian Net Zero Emission (NZE) 2060

Pencapaian Kilang Dumai dalam pengembangan SAF dengan kandungan minyak jelantah sebanyak 5 persen ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung Asta Cita program pemerintah untuk menghadirkan energi yang ramah lingkungan guna percepatan pengurangan emisi karbon untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060 serta mendukung pengembangan ekosistem SAF di Indonesia.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari langkah strategis Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai sebagai bagian dari entitas bisnis PT Pertamina (Persero) dalam mendukung penerapan mandatori SAF 1% yang ditargetkan mulai berlaku pada 2027. Langkah itu juga sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen pertama SAF di kawasan Asia Tenggara.

Kapasitas Produksi SAF dari Kilang Dumai Dumai saat ini telah mencapai 11,3 MBSD, melampaui kesuksesan sebelumnya yang telah dilakukan oleh Kilang Cilacap, yakni sebesar 9 MBSD. Sehingga total kapasitas produksi SAF dari kilang-kilang yang dimiliki oleh Pertamina telah mencapai total 20,3 MBSD. Angka ini menunjukkan komitmen nyata dan kesiapan Pertamina dalam memimpin transisi energi hijau di industri penerbangan nasional maupun global.

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Iwan Kurniawan, mengatakan bahwa pengembangan SAF merupakan hasil dari proses panjang yang dipersiapkan secara menyeluruh dengan mengedepankan aspek keselamatan, keandalan operasi, tata kelola perusahaan yang baik, serta pemenuhan standar keberlanjutan internasional.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Kilang Dumai adaptif terhadap tantangan transformasi global dan prinsip keberlanjutan. Persiapan yang dilakukan secara matang dan komprehensif, termasuk sertifikasi ISCC yang menjadi bukti bahwa SAF yang dihasilkan dari Kilang Dumai sudah memenuhi persyaratan keberlanjutan dan dapat diterima serta siap diperdagangkan di pasar global,” jelas Iwan.

Kehadiran SAF dengan komposisi injeksi UCO sebanyak 5 persen ini semakin melengkapi portfolio produk energi yang selama ini telah diproduksi Kilang Dumai, seperti Solar, Avtur, Pertalite, Pertadex, MFO-LS, LSFO, LPG, SF-05, Green Coke, dan produk turunan lainnya.**

DUMAI (CNC) – Guru pembina dan Duta Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Dumai mengikuti Jambore Duta SSK Paripurna Kota Dumai yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Dumai di Lapangan Taman Bukit Gelanggang.

Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk meningkatkan wawasan kependudukan, memahami pentingnya perencanaan keluarga, serta membentuk karakter remaja yang tangguh dan bertanggung jawab.

Kepala DPPKB Kota Dumai, Maini Asna, Jumat (16/10/2026), mengapresiasi partisipasi siswa dan guru pembina dalam kegiatan tersebut. Ia menilai jambore memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap isu kependudukan dan keluarga berencana.

“Jambore Duta SSK Paripurna ini menjadi wadah strategis dalam mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya wawasan kependudukan, perencanaan keluarga, serta pembentukan karakter remaja yang tangguh di Kota Dumai,” ujar Maini Asna.

Menurutnya, Duta Sekolah Siaga Kependudukan berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Melalui edukasi sebaya, para duta diharapkan mampu menyampaikan informasi dan menumbuhkan kesadaran tentang kependudukan di kalangan pelajar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi dan pelepasan peserta, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah agenda, termasuk Lomba Rangking Satu. Perlombaan tersebut dikemas secara interaktif untuk menguji pengetahuan peserta sekaligus memperluas wawasan kebangsaan dan kependudukan.

Keikutsertaan guru pembina dan Duta SSK MAN 1 Kota Dumai diharapkan dapat memperkuat penerapan pendidikan kependudukan di lingkungan madrasah. Pengetahuan yang diperoleh selama jambore dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun kegiatan edukasi antarsiswa.

Penguatan literasi kependudukan juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Pelajar diharapkan mampu memahami tantangan demografi, mengambil keputusan secara bijak dalam merencanakan masa depan, serta menjadi teladan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, peran pelajar sebagai agen perubahan diharapkan semakin kuat dalam membangun generasi muda yang berwawasan kependudukan, berkarakter, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.**

BELAWAN (CNC) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Kejati Aceh, dan Kejati Riau resmi menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) guna memperkuat koordinasi dan sinergi dalam penegakan hukum, khususnya di wilayah laut.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) yang berlangsung di Aula Jos Sudarso, Markas Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) I, Belawan, Jumat (16/10/2026).

Perjanjian ini mencakup sejumlah aspek strategis, mulai dari pertukaran informasi, dukungan personel, pemanfaatan sarana dan prasarana, hingga koordinasi penanganan perkara yang melibatkan unsur sipil dan militer.

Sebelum penandatanganan, Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deni Septiana bersama Kepala Kejati Sumatera Utara Muhibuddin, Kepala Kejati Aceh Teuku Rahmatsyah, dan Kepala Kejati Riau I Dewa Gede Wirajana memimpin apel gabungan.

Apel tersebut diikuti personel TNI AL, Korps Marinir, jajaran Kejaksaan Negeri Belawan dan Labuhan Deli, serta pejabat utama Kodaeral I dan Kejati Sumatera Utara.

Tujuh Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam perjanjian tersebut, terdapat tujuh ruang lingkup utama yang menjadi landasan pelaksanaan kerja sama kedua institusi.

Ruang lingkup itu meliputi pertukaran data dan informasi untuk kepentingan penegakan hukum, koordinasi teknis dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana di laut, serta dukungan personel dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan.

Selanjutnya, kerja sama mencakup dukungan kepada Kodaeral I di bidang perdata dan tata usaha negara, pemanfaatan sarana dan prasarana, koordinasi penyidikan dan penuntutan, serta penanganan perkara koneksitas yang melibatkan unsur peradilan umum dan militer.

Kedua institusi juga akan melaksanakan sosialisasi mengenai tugas dan fungsi penanganan perkara koneksitas serta perkembangan hukum terbaru.

TNI AL Tegaskan Komitmen Kolaborasi

Komandan Kodaeral I Laksamana Muda TNI Deni Septiana menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya rangkaian kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen TNI AL untuk terus memperkuat kolaborasi dengan aparat penegak hukum.

“Kita sepakat dan siap serta berkomitmen untuk mengawal penegakan hukum di laut dengan bekerja sama dan berkolaborasi bersama aparat penegak hukum demi kebaikan negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejati Sumatera Utara Muhibuddin, S.H., M.H., bersama Kepala Kejati Aceh dan Kepala Kejati Riau menekankan pentingnya pelaksanaan perjanjian secara optimal agar sinergi antarlembaga dapat berjalan efektif dalam mendukung penegakan hukum di wilayah laut.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Jaksa Agung Republik Indonesia dan Panglima TNI yang ditandatangani di Jakarta. Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dihadiri Jajaran Kejaksaan dan TNI AL

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kodaeral I dan jajaran kejaksaan, di antaranya Asisten Intelijen dan Asisten Operasi Kodaeral I, Dandenma Kodaeral I, serta Asisten Pidana Militer Kejati Sumatera Utara Kolonel TNI Lukas Sambiono.

Hadir pula pejabat bidang pidana militer dari Kejati Aceh dan Riau, Asisten Intelijen Kejati Sumatera Utara Irfan Wibowo, Asisten Pemulihan Aset Kejati Sumatera Utara Dr. Muhamad Ilham Samuda, serta sejumlah kepala kejaksaan negeri, termasuk dari Medan, Belawan, Deli Serdang, Langkat, dan Serdang Bedagai.

Melalui perjanjian ini, TNI AL dan kejaksaan diharapkan semakin memperkuat koordinasi dalam penanganan perkara, mendukung kelancaran proses hukum, serta meningkatkan efektivitas penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia.

Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mewujudkan penanganan perkara yang lebih terkoordinasi, profesional, dan sesuai dengan kewenangan masing-masing institusi.**



Sumber: Keterangan kegiatan Kodaeral I dan jajaran kejaksaan.**

PELALAWAN (CNC) – Seorang pria berinisial S (42) mendatangi Polsek Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, untuk menyerahkan diri setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya, Legiman (69), hingga meninggal dunia. Selain itu, pelaku juga diduga menganiaya adik kandungnya, Andika (36).

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, pada Kamis (15/10/2026). Pelaku mendatangi Polsek Teluk Meranti sekitar pukul 17.30 WIB dan mengakui perbuatannya kepada petugas.

Kapolsek Teluk Meranti, Ipda Vicki Rizky, mengatakan pelaku mengaku telah memukul ayah dan adiknya menggunakan sebatang kayu.

"Jadi pelaku ini datang ke Polsek Meranti, dia menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan pemukulan terhadap ayah dan adiknya dengan menggunakan sebatang kayu," kata Ipda Vicki dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).

Menindaklanjuti pengakuan tersebut, personel Polsek Teluk Meranti langsung mendatangi rumah pelaku yang berada di Jalan Lintas Bono. Setibanya di lokasi, petugas menemukan Legiman dalam kondisi tergeletak.

Polisi kemudian membawa kedua korban ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Legiman dinyatakan meninggal dunia, sedangkan Andika mengalami luka lebam di bagian bawah wajah.

"Sedangkan korban Andika, adiknya pelaku mengalami luka lebam pada bagian bawah wajah," jelasnya.

Setelah melakukan pengecekan di lokasi kejadian, polisi mengamankan S dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan.

Diduga Dipicu Persoalan Utang

Terkait motif kejadian, Ipda Vicki menyebutkan, berdasarkan keterangan ibu pelaku, sebelum peristiwa pemukulan terjadi, S sempat menagih utang kepada ayahnya.

"Keterangan ibunya, sebelum memukul itu pelaku nagih utang ke bapaknya. 'Mana pak utangnya bayar, saya sudah nggak ada uang'," ungkap Ipda Vicki.

Meski demikian, motif pasti di balik dugaan penganiayaan yang menyebabkan Legiman meninggal dunia tersebut masih perlu didalami oleh pihak kepolisian.

Saat ini, S telah diserahkan ke Polres Pelalawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap secara lengkap kronologi dan penyebab terjadinya peristiwa tragis itu.**


sumber: detikcom


DUMAI (CNC) - 16 Oktober 2026, PT Pertamina Patra Niaga Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Dumai) kembali menggelar donor darah di dua wilayah kerja, Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning pada 13-14 Oktober 2026. Kegiatan ini konsisten dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Perusahaan dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan pekerja sekaligus wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Selama dua hari pelaksanaan, aksi ini berhasil menghimpun total 600 kantong Darah. Kilang Dumai berhasil mengumpulkan 350 kantong darah. Sementara itu, pelaksanaan di Kilang Sungai Pakning yang dilaksanakan selama satu hari pada Rabu (14/10) di Klinik Pratama Pertamina Sungai Pakning berhasil mengumpulkan 250 kantong darah. 

Manager HSSE PT Pertamina Patra Niaga Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Syahrial Okzani mengatakan bahwa kegiatan donor darah yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini merupakan komitmen manajemen Perusahaan dalam mendorong pelaksanaan program kesehatan dan kesejahteraan pekerja. “Dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pekerja dalam kegiatan kesehatan preventif, membangun budaya hidup sehat, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama,” kata Syahrial.

Selain menjadi upaya dukungan terhadap derajat kesehatan pekerja, aksi sosial ini juga bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah serta menumbuhkan semangat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan di seluruh kalangan pekerja dan mitra kerja, baik di Kilang Dumai maupun Kilang Sungai Pakning.

Tak hanya sekadar donor darah, kegiatan tersebut juga turut dirangkaikan dengan pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT), sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini HIV melalui layanan konseling dan pemeriksaan yang bersifat sukarela, rahasia, serta dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. 

Penyelenggaraan kegiatan donor darah tersebut turut melibatkan pekerja, mitra kerja perusahaan, masyarakat serta berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Dumai, PMI Bengkalis, dan Puskesmas Bukit Batu.

Komitmen Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai dalam membantu penyediaan stok darah bagi masyarakat melalui kegiatan donor darah juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih apresiasi dari pemerintah setempat. Pada 17 September 2026, perusahaan memperoleh apresiasi dari Pemerintah Kota Dumai atas kontribusinya sebagai pelaksana donor darah teraktif dan terbanyak setiap tahunnya. 

Apresiasi serupa kembali diraih di tingkat Provinsi Riau. Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai mendapat penghargaan sebagai pelaksana donor darah terbaik dan terbanyak di tingkat provinsi. Penghargaan tersebut diserahkan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 yang berlangsung di Ballroom Gedung Menara Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru, Selasa (13/10), dan diterima langsung oleh Section Health–HSSE PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, dr. Hengki Ferdianto.

“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi dan partisipasi perusahaan dalam mendukung kegiatan donor darah. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi kami terus meningkatkan kepedulian sosial dan konsistensi dalam menjalankan program kesehatan yang memberikan manfaat nyata bagi pekerja maupun masyarakat,” ujar dr. Hengki.

Dengan total 600 kantong darah yang dihimpun pada setiap periodenya, PT Pertamina Patra Niaga Patra Niaga Refinery Unit Dumai berhasil menyumbangkan sekitar 2.400 kantong darah setiap tahunnya. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung ketersediaan stok darah dan memperluas manfaat kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat di Provinsi Riau, khususnya di sekitar wilayah operasi Perusahaan.**