ROHIL - Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) resmi mengukir sejarah baru dalam dunia seni budaya internasional. Pertunjukan kolosal Tari Sapin Bagan Massal yang melibatkan 7.750 peserta perempuan sukses mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Capaian ini diraih sebagai tarian Sapin dengan jumlah penari perempuan terbanyak di dunia. 

Acara spektakuler yang digelar di Bagansiapiapi ini merupakan buah kerja keras dan kolaborasi apik antara Forum Tari Rokan Hilir dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Rokan Hilir. Keberhasilan pemecahan rekor dunia ini terasa semakin istimewa karena diselenggarakan secara swadaya tanpa menggunakan dana APBD. 

Selain Bupati Rohil H. Bistamam, acara ini turut dihadiri Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriyadi, S.Hub.In, Kajari Rohil Firdaus, S.H., M.Hum., M.M., M.I.Kom, Danyon B Pelopor Sat Brimob Manggala Junction Rokan Hilir AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Tr.Mil, Dan POS AL Bagansiapiapi Kapten Laut (P) M. Muda Harahap, S.H., Polsek Bangko diwakili Kanit Lantas IPDA Anwar, Anggota DPRD Rohil Jasmadi Kori, Sekda Rohil Fauzi Efrizal, Ketua TP PKK Rohil Tatik Sri Rahayu Bistamam, Kepala OPD Se-Rohil, serta sejumlah pejabat vertikal Rokan Hilir. 

Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, organisasi, serta elemen masyarakat atas kesuksesan luar biasa ini. 

"Alhamdulillah, kita telah mendapat juara dunia tari Sapin dengan jumlah peserta perempuan terbanyak, yakni 7.750 orang. Menurut penilaian yang dilakukan, kita berhasil meraih Rekor MURI Dunia, bukan hanya nasional," ujar Bupati H. Bistamam dengan bangga saat memberikan keterangan resmi di Bagansiapiapi. 

Bupati menambahkan bahwa pencapaian ini adalah milik seluruh masyarakat Rokan Hilir yang bersatu padu memberikan dukungan penuh. 

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan ini menjadi rahmat dari Allah SWT dan membawa kemajuan bagi Kabupaten Rokan Hilir ke depannya," tambahnya. 

Meskipun waktu persiapan tergolong singkat, H. Bistamam menekankan bahwa semangat gotong royong dan kekompakan menjadi kunci utama kesuksesan pagelaran ini. 

Ia juga berpesan agar momentum ini dijadikan pemantik bagi generasi muda untuk terus mencintai identitas lokal. Tari Sapin Bagan sendiri diketahui merupakan salah satu aset budaya berharga yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia. 

"Mari kita terus menjaga, mencintai, dan melestarikan budaya yang kita miliki agar tetap hidup dan dikenal hingga ke tingkat dunia," pungkas H. Bistamam. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Rokan Hilir, Tatik Sri Rahayu Bistamam, turut menyampaikan rasa haru dan bangganya atas keterlibatan masif kaum perempuan dalam pergelaran ini. 

"Saya merasa sangat haru sekaligus bangga melihat antusiasme luar biasa dari ribuan kaum perempuan di Rokan Hilir. Kehadiran 7.750 penari perempuan yang bersatu dalam satu gerak tarian hari ini bukan sekadar mengejar rekor, melainkan bukti nyata komitmen dan cinta mendalam masyarakat pesisir Melayu dalam menjaga warisan leluhur agar tidak lekang oleh zaman," ungkap Tatik Sri Rahayu. 

Ia juga menegaskan bahwa TP PKK Rohil akan terus bergerak aktif dalam mendukung pelestarian seni dan kebudayaan daerah melalui pemberdayaan perempuan. 

"Kami berharap pagelaran kolosal ini mampu menjadi inspirasi global dalam pelestarian seni tradisional. Perempuan Rokan Hilir telah membuktikan bahwa mereka adalah pilar penting dalam mempertahankan akar budaya bangsa di tengah era modernisasi," tutupnya penuh semangat.**


SUMBER: Diskominfotiks

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga membawa 11 UMKM mitra binaan dari berbagai daerah di Indonesia untuk tampil dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang berlangsung pada 29 Juli-2 Agustus 2026 di Jakarta Convention Center (JCC).

Melalui ajang fashion terbesar di Indonesia ini, Pertamina Patra Niaga mendorong pelaku UMKM memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk, serta memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada pasar yang lebih luas.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bahwa partisipasi dalam IFW 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia. Melalui keikutsertaan di IFW 2026, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih besar, memperkuat branding, serta memperluas peluang kolaborasi dan pengembangan usaha," ujar Kitty.

Keikutsertaan para mitra binaan dalam IFW 2026 juga menjadi bagian dari implementasi program Community Involvement & Development (CID) Pertamina Patra Niaga yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan usaha berkelanjutan. Program ini dijalankan melalui kolaborasi strategis bersama Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) sebagai penyelenggara IFW.

Sebanyak 11 UMKM mitra binaan yang berpartisipasi dalam IFW 2026 terdiri dari Dara Baro, Guns Leather, Ramiza Boutique, Vite, Narita Sibori, Dimas Batik, Meeta Fauzan, UD Tenun Sumber Rejeki, Jokotole, Besolek, dan Mahacinta Jewelry. Kesebelas UMKM tersebut berasal dari wilayah operasional Pertamina Patra Niaga di Jawa Bagian Barat (JBB), Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), serta Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

Tidak hanya menghadirkan produk unggulan di area pameran, tiga UMKM binaan Pertamina Patra Niaga, yaitu Meeta Fauzan, Dimas Batik, dan Dara Baro, juga mendapatkan kesempatan menampilkan koleksi terbaiknya di atas runway IFW 2026. Kesempatan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kualitas produk dan kreativitas UMKM binaan yang telah melalui proses pembinaan berkelanjutan.

Salah satu UMKM yang turut berpartisipasi adalah Meeta Fauzan, mitra binaan Pertamina Patra Niaga sejak 2020 yang menghadirkan koleksi busana modern dengan sentuhan motif batik dari berbagai daerah Indonesia. Pemilik usaha, Meeta Fauzan, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari IFW 2026.

"Luar biasa senang, karena ini salah satu event fashion terbesar di Indonesia, bahkan cakupannya tidak hanya nasional tetapi juga internasional. Kesempatan ini membuka peluang yang lebih besar bagi kami untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Aisyah Nadia, pemilik Dimas Batik yang telah menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga sejak 2019. Dalam ajang IFW 2026, Dimas Batik menghadirkan beragam koleksi batik tulis khas Tasikmalaya yang mendapat respons positif dari para pengunjung.

"Saya senang sekali karena respons pengunjung sangat baik. Mereka menyukai motif dan kualitas kain batik yang kami tampilkan. Bahkan pada hari pertama pameran, produk kami sudah terjual sebanyak 10 buah," ungkap Aisyah.

Kitty menambahkan bahwa konsep "naik kelas" yang diusung Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

"Bagi kami, mendorong UMKM naik kelas berarti membantu mereka memiliki kapasitas bisnis yang lebih kuat, akses pasar yang lebih luas, serta daya saing yang semakin tinggi. Kami ingin UMKM Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional," tambah Kitty.

Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat untuk turut mendukung produk-produk karya anak bangsa dengan mengunjungi booth UMKM Mitra Binaan Pertamina Patra Niaga di Main Lobby JCC Booth M1-M3 dan Assembly Hall JCC Booth A227-A231 selama penyelenggaraan IFW 2026.

"Setiap produk yang dibeli tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan industri kreatif Indonesia agar semakin berdaya saing di tingkat global," pungkas Kitty.**


sumber: CNBC Indonesia

PEKANBARU — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Riau, Herawati Abdi, menghadiri peluncuran inovasi wastra "Batik Sawit Bedelau" di Hotel Pangeran, Kota Pekanbaru, Kamis (30/7/2026).

Acara yang mengusung tema "Merawat Tradisi, Menginspirasi Negeri" tersebut turut menampilkan peragaan busana batik inovatif hasil karya para peserta pelatihan batik sawit.

Herawati Abdi menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi kelapa sawit daerah di luar sektor industri primer.

Ia menilai potensi melimpah komoditas sawit Riau kini dapat diangkat menjadi produk kebudayaan bernilai tambah dan memperkuat sektor ekonomi kreatif.

"Dengan adanya Batik Sawit Bedelau, diharapkan Provinsi Riau memiliki ikon batik baru yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menginspirasi inovasi berbasis sumber daya lokal," ujar Herawati.

Ia menambahkan, pemanfaatan bahan baku lokal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing perajin batik Riau agar dapat menembus pasar nasional maupun internasional.

Secara teknis, Batik Sawit Bedelau memanfaatkan malam batik berbasis stearin atau olahan minyak kelapa sawit sebagai pengganti parafin konvensional.

Penggunaan malam sawit tersebut menghasilkan kain batik yang lebih lentur, tidak kaku, tahan retak saat dilipat, serta menghasilkan warna yang lebih cerah dan nyaman digunakan oleh perajin saat proses membatik.


(MC Riau/mcy)

Ilustrasi

JAKARTA - Seorang pilot maskapai asing ketahuan membawa narkoba jenis ekstasi di Bandara Soekarno-Hatta. Tak tanggung-tanggung, ekstasi yang dibawa sampai seberat 26 kilogram.

Dari informasi yang didapat, pilot berinisial MSO itu ketahuan petugas Bea Cukai di Terminal 3 Kedatangan Internasional pada Rabu, 29 Juli 2026. Barang haram yang dibawa MSO itu terdeteksi x-ray.

Ekstasi seberat 26 kg itu terdiri dari 14 bungkus yang disimpan di dalam koper MSO. Dari temuan ini, pihak Bea Cukai bekerja sama dengan polisi untuk menindaklanjuti karena MSO menyebut bahwa barang ini akan ada yang mengambil.

Ketika dimintai konfirmasi, Kasubdit Humas dan Penyuluhan Direktorat Jenderal Bea Cukai, Budi Prasetyo, mengaku masih mengecek.

"Saya double check dulu ya, kasih saya waktu," ucap Budi, Kamis (30/7/2026).

"Kalau melihat statusnya dalam proses CD (control delivery) sepertinya baru bisa release setelah diungkap atau selesai proses CD-nya," imbuh Budi.**


sumber: detikcom

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil Pajero Sport dari istri Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, Suhardiman Amby.

Mobil itu diduga terkait dengan kasus dugaan suap pengisian jabatan perangkat daerah dan/atau penerimaan gratifikasi di Kabupaten Kuansing tahun 2021-2026.

"Penyidik juga melakukan penyitaan satu unit mobil Pajero Sport dari SNE istri bupati Kuansing, dan sedang dalam perjalanan dibawa menggunakan towing menuju Jakarta," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Rabu (29/7).

Budi menjelaskan penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi di pekan ini. Pada 27-28 Juli 2026, pemeriksaan dilakukan di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau, Pekanbaru.

Sejumlah saksi yang menghadiri pemeriksaan di antaranya HP selaku Kepala Bidang Administrasi Kepegawaian Kabupaten Kuansing, istri bupati Kuansing, DSM dan HRW selaku pihak swasta, WS selaku Direktur PT Gemar Mas Jaya/ Money Changer Pekanbaru, AH Direktur PT Mas Kirana Pekanbaru Money Changer, IA Sales PT Dipo International Pahala Otomotif/ Dealer Mitsubishi, dan MF Marketing PT Clipan Finance.

Budi menjelaskan penyidik menggali keterangan para saksi seputar proses Lelang Jabatan Zulkarnain Selaku kepala Dinas PU Kabupaten Kuansing pada tahun 2023 dan lelang jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuansing pada tahun 2025.

"Selain itu, penyidik juga mendalami terkait dugaan suap berupa kendaraan Pajero Sport pada saat ZUL [Zulkarnain] menjabat sebagai Kepala Dinas PU kabupaten Kuantan Singingi," ucap Budi.

Ia menambahkan penyidik juga meminta keterangan dari saksi-saksi terkait penukaran uang di money changer, di mana uang tersebut diberikan kepada pihak di Kementerian Kehutanan.

Sementara pada 28 Juli 2026, penyidik memeriksa FAH selaku Asisten Pemerintahan Pemkab Kuansing, FZ ASN Pemprov Riau, untuk mendalami penukaran uang ke money changer yang diperintahkan Fahdiansyah selaku Asisten I Pemkab Kuansing.

Sementara terhadap RSD selaku Kepala Desa Setiang, didalami terkait pengumpulan uang untuk bupati yang selanjutnya diberikan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.

"Terhadap TKA swasta, terkait penukaran uang ke money changer," terang Budi.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap JHS selaku Bendahara KUD Prima Sehati, EDW Wakil Ketua KUD Prima Sehati/ Anggota DPRD Kabupaten Kuansing, dan SPR Anggota KUD Prima Sehati.

"Kepada sejumlah saksi tersebut, penyidik secara umum mendalami keterangan terkait pemberian sejumlah uang SGD kepada pihak Kemenhut dan pengembalian uangnya. Penyidik masih terus mendalami apakah uang yang diberikan tersebut sudah seluruhnya dikembalikan," ungkap Budi.

Ada saksi yang tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan 28 Juli lalu, yakni Ketua DPRD Kabupaten Kuansing, Juprizal, serta HDS, FJR, dan RFZ selaku pihak swasta.

"Saksi-saksi tersebut diduga mengetahui terkait dengan pengembalian uang dari Kemenhut melalui ajudan Menteri Kehutanan. Untuk itu, penyidik akan melakukan pemanggilan kembali," ucap Budi.

Pemeriksaan saksi ini untuk melengkapi berkas perkara para tersangka dalam kasus dugaan suap pengisian jabatan perangkat daerah dan/atau penerimaan gratifikasi di Kabupaten Kuansing tahun 2021-2026.

Mereka ialah Bupati Kuansing Suhardiman Amby; Sekretaris Daerah Pemkab Kuansing, Zulkarnain; dan Direktur PT Mitra Ideal Consultant (MIC) Ardiles atas kasus dugaan suap jabatan.

Suhardiman juga diproses hukum atas dugaan penerimaan lainnya berkaitan dengan pelepasan kawasan hutan produksi terbatas.

Para tersangka sudah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Gedung Merah Putih KPK.

Suhardiman selaku pihak penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b dan/atau Pasal 12 B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Sedangkan Zulkarnain dan Ardiles sebagai pihak pemberi disangkakan telah melanggar Pasal 605 atau Pasal 606 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 huruf c KUHP.

Raja Juli terseret dalam kasus ini namun belum dilakukan pemeriksaan.

Hanya saja, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu sudah melaporkan penolakan gratifikasi yang diterimanya dari bupati Kuansing ke KPK.

Namun, KPK menolak laporan tersebut dan akan mendalami peran Raja Juli dalam proses penyidikan berjalan.**


sumber: CNN Indonesia

BAGANSIAPIAPI — Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Jembatan Air Hitam di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), memasuki babak baru setelah tim Subdirektorat III Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penggeledahan secara berturut-turut di dua instansi pemerintah daerah dalam kurun waktu dua hari. Proyek yang menelan anggaran negara senilai Rp31,6 miliar pada tahun 2022 tersebut kini menjadi sorotan menyusul ditemukannya sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Penggeledahan pertama berlangsung pada Selasa 28 Juli 2026 di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Rokan Hilir yang berlokasi di Jalan Lintas Kecamatan, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko. Dalam operasi tersebut, penyidik memusatkan perhatian pada dua ruangan strategis, yakni Bidang Bina Marga dan Bidang Keuangan, yang sempat disegel sebagai bagian dari prosedur pengamanan barang bukti sebelum akhirnya segel tersebut dibuka kembali.

Kepala Dinas PUTR Rokan Hilir, Khoirul Fahmi, menegaskan institusinya bersikap kooperatif sepanjang proses penggeledahan berlangsung. Ia menyatakan jajarannya turut memfasilitasi berbagai kebutuhan teknis tim penyidik selama menjalankan tugas.

"Kami bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kami, dalam hal ini kami juga tetap kooperatif melayani kebutuhan tim Tipidkor selama melakukan tugas penggeledahan di Kantor Dinas PUTR," ujarnya.

Khoirul mengakui keterbatasan pengetahuannya atas duduk perkara yang tengah diusut, mengingat proyek tersebut telah berjalan sebelum masa jabatannya. Ia menjelaskan bahwa fokus penyidik pada hari itu semata-mata untuk menelusuri arsip terkait pembangunan jembatan, tanpa disertai pemeriksaan terhadap pegawai maupun pejabat di lingkungan dinasnya.

"Kalau untuk lebih jelasnya saya kurang paham, sebab kasus ini terjadi sebelum saya menjabat. Hari ini tim Tipidkor datang untuk menggeledah, mencari arsip tentang pembangunan jembatan itu di kantor ini," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa penyidik hanya mengambil dokumen asli terkait proyek dimaksud, tanpa meminta keterangan dari pihak mana pun.

Dari penggeledahan hari pertama tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan sebanyak 42 dokumen yang diduga memiliki relevansi dengan proses pelaksanaan proyek pembangunan Jembatan Air Hitam.

Sehari berselang, tepatnya Rabu 29 Juli 2026, tim Tipidkor Ditreskrimsus Polda Riau melanjutkan penyidikan dengan menyasar Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Rokan Hilir. Langkah ini merupakan kelanjutan logis dari temuan yang diperoleh sehari sebelumnya di Kantor Dinas PUTR.

Plt Kepala Subdirektorat III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Riau, Kompol Yogi Pratama Gita, menerangkan kepada awak media bahwa penggeledahan di BPKAD ditujukan untuk memperdalam alat bukti yang telah dihimpun sebelumnya.

“Untuk kegiatan hari ini, kami melakukan penggeledahan dan penyitaan di Kantor BPKAD Kabupaten Rokan Hilir, yang merupakan tindak lanjut dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Air Hitam. Sama seperti yang kami lakukan semalam di Kantor PUTR,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Yogi memaparkan perkara ini telah memasuki tahap penyidikan formal. Penyidik memeriksa dua ruangan di lingkungan kantor BPKAD dan berhasil menyita 20 dokumen tambahan yang akan menjadi bagian dari rangkaian alat bukti.

“Hari ini kami telah mengamankan sebanyak 20 dokumen yang dilakukan penyitaan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pemeriksaan pada hari itu difokuskan pada dua ruangan tertentu di lingkungan instansi tersebut.

Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan penetapan tersangka dalam waktu dekat, Kompol Yogi bersikap hati-hati dan menegaskan bahwa penyidik masih berkonsentrasi pada tahap pendalaman terhadap seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan, sebelum melangkah ke tahap penetapan status hukum bagi pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Nanti akan kami lakukan pengembangan dalam perkara ini terlebih dahulu, belum langsung kepada penetapan tersangka,” tegasnya.

Ia turut memastikan bahwa meskipun rangkaian penggeledahan hari kedua telah rampung, proses penyidikan secara keseluruhan belum menemui titik akhir dan masih akan terus berlanjut seiring dengan pengembangan penyidikan yang dilakukan.

“Masih ada lanjutannya, sambil kami melakukan pengembangan-pengembangan lain,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Air Hitam tersebut. Penyidik dikabarkan masih terus mengumpulkan dan mendalami alat bukti guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyimpangan dalam proyek senilai puluhan miliar rupiah tersebut.**


sumber: RRI.CO.ID

JAKARTA - Ketegangan diplomatik dan isu keamanan menyertai agenda lawatan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat (AS) pada pengujung Juli 2026. Alih-alih berangkat secara terbuka, rombongan pemerintah bertolak secara senyap dari Pangkalan Udara Nevatim di gurun Negev untuk menghindari potensi serangan yang diyakini bersumber dari Iran.

Pihak Shin Bet selaku badan keamanan dalam negeri memberikan rekomendasi pengetatan setelah menerima informasi intelijen. Imbasnya, jadwal penerbangan disembunyikan dan akses media massa ke dalam pesawat kepresidenan "Wing of Zion" ditutup total.

Melewati Zona Yurisdiksi ICC

Di luar isu ancaman Iran, perjalanan ini disorot dari aspek legalitas internasional. Berdasarkan pantauan publik di situs Flightradar24, pesawat bernomor 4X-ISR lepas landas pukul 12.57 waktu setempat dan terpantau melintasi koridor udara Yunani, Italia, serta Prancis.

Ketiga negara Eropa tersebut terikat dengan Statuta Roma sebagai anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Di saat yang sama, ICC telah menetapkan surat perintah penangkapan resmi untuk Netanyahu sejak November 2024 terkait dugaan pelanggaran hukum kemanusiaan yang menewaskan lebih dari 73.350 penduduk Palestina sejak Oktober 2023.

Meski pesawat melintas di wilayah kedaulatannya, negara-negara anggota ICC tersebut tidak melakukan langkah pencegatan hukum. Mewakili suara institusi, juru bicara Komisi Eropa Anwar Al-Announi menanggapi situasi tersebut dengan menggarisbawahi komitmen lembaga.

"Kami, sebagai Uni Eropa, mendukung Mahkamah Pidana Internasional dan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Statuta Roma," terangnya tanpa merinci tindak lanjut spesifik.

Pertemuan Bilateral Bersama Trump

Setibanya di daratan AS, keselamatan hukum Netanyahu dijamin secara terbuka oleh Presiden Donald Trump. Sehari sebelum kedatangan tamunya, Trump mengunggah sikap resminya ke publik.

"Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat," tulisnya, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tatap muka di Gedung Putih, Trump dan Netanyahu mengevaluasi dinamika keamanan kawasan, ancaman dari Iran yang menyebabkan pengamanan ekstra, serta strategi militer di Gaza. Netanyahu juga menggunakan lawatan ini untuk menemui kolega politiknya di AS, termasuk hadir dalam acara penghormatan untuk mendiang Senator Lindsey Graham, salah satu pendorong utama bantuan luar negeri AS untuk Israel. ***