ROKAN HILIR - Penyidik Ditreskrimsus Polda Riau menggeledah Kantor Dinas PUPR Rokan Hilir. Penggeledahan terkait dugaan korupsi pembangunan Jembatan Air Hitam.

Penggeldahan dilakukan Tim penyidik Subdit Tipidkor sejak siang tadi. Bahkan hingga sore ini penyidik masih melakukan penggeledahan.

Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro membenarkan penggeledahan tersebut. Penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Air Hitam di Pujud.

"Ada (penggeledahan di PUPR Rohil), terkait Jembatan Air Hitam," kata Ade Kuncoro, Selasa (28/7/2026).

Proses penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti terkait proyek tersebut. Bahkan kasus yang ditangani Korps Bhayangkara itu telah naik ke tahap sidik atau penyidikan.

Pada tahap ini, penyidik memastikan telah menemukan adanya unsur pidana. Proses ini dilakukan setelah dilakukan penyelidikan sebagai tahap awal kasus yang ditangani.

"Sudah sidik (penyidikan)," kata Ade Kuncoro.

Diketahui, Jembatan Air Hitam yang terletak di Kecamatan Pujud diresmikan oleh Bupati saat itu, Afrizal Sintong dan pembangunan bersumber dari dana APBD Rokan Hilir. Jembatan sepanjang 140 meter tersebut diresmikan pada 3 tahun silam atau 18 Juli 2023.**


sumber: detikcom

ROHIL – Satresnarkoba Polres Rokan Hilir berhasil mengamankan dua orang pria terkait dugaan tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu dengan total barang bukti seberat 8,8 gram.

Pengungkapan kasus tersebut bermula pada Sabtu, 25 Juli 2026, sekira pukul 17.30 WIB di Jalan Setia, Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko. Keberhasilan ini berawal dari patroli yang dilakukan personel Polsek Bangko setelah menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas transaksi narkotika di lokasi tersebut.

Saat dilakukan penyelidikan, tim mengamankan seorang pria berinisial RA (44) yang sedang berada di depan rumah. Dari hasil penggeledahan yang disaksikan Ketua RT setempat, tim menemukan 18 paket sabu, timbangan digital, alat bantu pengemasan, telepon genggam serta uang tunai sebesar Rp280.000 yang diduga merupakan hasil penjualan narkotika.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka RA mengaku bahwa barang haram tersebut merupakan titipan dari rekannya berinisial MTA (43) untuk diperjualbelikan. Tim kemudian mengamankan MTA yang berada di dalam rumah beserta satu unit telepon genggam dan mengakui kepemilikan narkotika tersebut.

Selanjutnya kedua terduga pelaku beserta barang bukti dibawa ke Satresnarkoba Polres Rohil untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah melalui gelar perkara, keduanya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Selain barang bukti narkotika, tim juga mengamankan dua unit telepon genggam, satu timbangan digital, dompet, plastik klip kosong, alat sendok dari plastik serta uang tunai yang diduga hasil transaksi narkotika.

Hasil tes urine terhadap kedua tersangka menunjukkan positif mengandung Methamphetamine (MET) dan Amphetamine (AMP).

Atas perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 114 jo. Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan atau pasal 609 Undang-Undang RI No. 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian tindak pidana.

Kapolres Rohil, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk peredaran narkotika serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitarnya.

“Pemberantasan narkoba membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap informasi terkait penyalahgunaan narkotika demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya. **

PEKANBARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Andi Darma Taufik, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama pihak perusahaan untuk segera menetapkan standar harga kelapa secara objektif. Langkah ini dinilai mendesak menyusul anjloknya harga kelapa tingkat petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga menyentuh angka Rp1.800 per kilogram.

Penurunan harga komoditas utama tersebut dinilai sangat mengganggu perekonomian masyarakat Inhil secara keseluruhan. Mengingat sebagian besar warga di wilayah pesisir Riau tersebut menggantungkan sumber penghidupan utama keluarga mereka dari hasil perkebunan kelapa.

Politisi PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) Inhil ini mengungkapkan, dirinya menerima banyak keluhan dari para petani lokal terkait kemerosotan harga yang terbilang ekstrem. Jika sebelumnya harga kelapa berada di kisaran Rp7.000 per kilogram, kini harganya merosot tajam menjadi Rp1.700 hingga Rp1.800 per kilogram.

"Penurunan harga kelapa di Inhil ini sangat luar biasa. Dari yang biasanya Rp7.000, kini hanya dihargai Rp1.800 per kilogram," ujar Andi Darma Taufik saat memberikan keterangan kepada media di Pekanbaru, Senin (27/7/2026).

Melihat kondisi yang kian memprihatinkan tersebut, Andi berharap Pemprov Riau segera turun tangan memberikan solusi konkret. Penyelamatan harga kelapa dianggap vital untuk menjaga daya beli serta menopang stabilitas ekonomi masyarakat di Indragiri Hilir.

Selain pemerintah, legislator ini juga meminta perusahaan korporasi pembeli kelapa untuk membuka diri dan bersinergi dalam menentukan penetapan harga yang adil. Sinergi ini dinilai penting agar harga beli di tingkat petani dapat seimbang dengan biaya operasional yang dikeluarkan selama produksi.

"Biaya produksi kelapa ini cukup tinggi juga. Makanya kita minta Pemprov Riau bersama-sama perusahaan yang membeli kelapa agar saling bersinergi, sehingga masyarakat tidak merasa khawatir," jelasnya.

Ia menyebutkan, selama ini para petani di Inhil berada pada posisi lemah karena tidak memiliki acuan dasar resmi untuk mempertahankan harga tawar. Alhasil, masyarakat hanya bisa bersikap pasrah menerima fluktuasi harga yang ditetapkan sepihak oleh perusahaan, di mana penurunannya bisa terjadi berkala puluhan hingga ratusan rupiah dari hari ke hari.** (MRC) 


PEKANBARU – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau kembali mengajak para alumni SMA Negeri dan SMK Negeri di seluruh Riau, khususnya lulusan tahun 2023 ke bawah, untuk segera mengambil ijazah yang hingga kini masih tersimpan di sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, mengatakan saat ini masih terdapat 11.856 ijazah yang belum diambil pemiliknya. Jumlah tersebut terdiri dari 5.635 ijazah SMA Negeri dan 6.221 ijazah SMK Negeri.

Menurut Erisman, ijazah merupakan dokumen penting yang diperlukan dalam berbagai keperluan, mulai dari melanjutkan pendidikan, melamar pekerjaan, hingga pengurusan administrasi lainnya. Karena itu, Disdik Riau mengimbau para alumni untuk segera mengambil hak mereka tersebut.

"Saya mengimbau kepada seluruh alumni SMA Negeri dan SMK Negeri, khususnya tamatan tahun 2023 ke bawah yang belum mengambil ijazah, agar segera datang ke sekolah masing-masing. Ijazah merupakan dokumen penting yang akan sangat dibutuhkan untuk masa depan anak-anak didik kita," ujar Erisman Yahya, Selasa (28/7/2026).

Ia menegaskan, proses pengambilan ijazah dilakukan tanpa dipungut biaya. Seluruh alumni berhak menerima dokumen tersebut secara gratis.

"Kami pastikan pengambilan ijazah tidak dikenakan pungutan apa pun. Gratis. Pihak sekolah juga telah siap melayani para alumni yang datang mengambil ijazahnya, karena itu memang menjadi hak mereka," tegasnya.

Selain itu, Disdik Provinsi Riau juga membuka ruang konsultasi bagi alumni yang mengalami kendala dalam proses pengambilan ijazah.

"Bagi para alumni yang membutuhkan informasi atau mengalami kendala, silakan datang langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Bidang SMA atau Bidang SMK. Kami siap membantu agar proses pengambilan ijazah dapat berjalan dengan lancar," katanya.

Erisman berharap seluruh alumni dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secepatnya. Menurutnya, kepemilikan ijazah akan memudahkan berbagai kebutuhan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Imbauan ini juga sejalan dengan upaya Dinas Pendidikan Provinsi Riau untuk memastikan seluruh lulusan memperoleh dokumen pendidikannya secara utuh dan dapat memanfaatkannya sesuai kebutuhan.**



KUANSING - Upaya Polda Riau memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat diadang oleh sejumlah warga.

Meski demikian, aparat tetap melanjutkan penindakan secara profesional, dan terukur sebagai bagian dari komitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Operasi penertiban dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau bersama Polres Kuantan Singingi, Polsek Cerenti, dan TNI.

Kali ini penindakan dilakukan di aliran Sungai Kuantan, Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, pada Senin (27/7).

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Ade Kuncoro Ridwan mengatakan saat tim gabungan tiba di lokasi, sejumlah warga berupaya menghalangi jalannya penindakan.

“Situasi dapat dikendalikan tanpa mengganggu jalannya operasi. Petugas tetap melaksanakan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang emas ilegal yang merusak lingkungan,” kata Ade, Selasa (28/7).

Dalam operasi tersebut, seluruh sarana yang digunakan untuk aktivitas PETI dimusnahkan agar tidak dapat digunakan kembali.

Peralatan yang dimusnahkan terdiri dari dua unit mesin diesel merek Tianli, satu unit mesin robin, satu unit besi keong, serta dua buah spiral.

Seluruh barang tersebut dirusak, dibakar, dan dihanyutkan sesuai prosedur penindakan di lapangan.

Kombes Ade menegaskan bahwa penindakan terhadap PETI akan terus dilakukan meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas penambangan emas tanpa izin. Penegakan hukum akan terus dilakukan secara konsisten bersama instansi terkait karena praktik PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan merusak lingkungan,” tutur Ade.

Selain melakukan penindakan di Sungai Kuantan, tim gabungan juga menindaklanjuti informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas PETI di kawasan Jalan Merbau, Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah.

Dari hasil pengecekan, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan maupun peralatan yang digunakan.

Meski demikian, ditemukan bekas lokasi yang diduga pernah menjadi area pertambangan ilegal.

Kombes Ade menegaskan setiap informasi dari masyarakat akan ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat ataupun memberikan perlindungan terhadap aktivitas PETI karena dampaknya dapat merusak ekosistem sungai, mencemari lingkungan, dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Penindakan ini merupakan bagian dari implementasi Green Policing yang diusung Polda Riau, yakni pendekatan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada pemberantasan kejahatan lingkungan, tetapi juga memastikan kelestarian sumber daya alam tetap terjaga bagi generasi mendatang,” katanya. **



sumber: jpnn.com



DUMAI - Gerai ZChicken milik Rahayu, mustahik binaan BAZNAS di Kota Dumai, kembali menggeliat setelah sempat tutup selama sebulan. Pada hari pertama kembali beroperasi, gerai tersebut langsung disambut antusias pembeli, menandai bangkitnya kembali usaha yang menjadi sumber penghasilan keluarga Rahayu.

Pada hari pertama kembali berjualan, Rahayu menyiapkan 60 potong ayam crispy. Dari jumlah tersebut, 40 potong di antaranya telah terjual sejak pagi.

Antusiasme pembeli juga terlihat sepanjang hari. Gerai yang buka mulai pukul 06.30 WIB hingga 21.00 WIB itu ramai didatangi pelanggan.

Dengan jam operasional yang lebih panjang, Rahayu berharap dapat menjangkau lebih banyak pembeli, mulai dari pelanggan yang mencari menu sarapan, makan siang, hingga camilan pada malam hari.

Ia juga telah menyiapkan sejumlah rencana untuk mengembangkan gerai ZChicken miliknya, salah satunya dengan menambah variasi menu. Menurut Rahayu, kehadiran menu baru diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan sekaligus menarik konsumen untuk kembali datang.

Rahayu berharap pengembangan usaha tersebut dapat meningkatkan jumlah pelanggan dan membuat gerai ZChicken miliknya semakin berkembang. Ia juga ingin usaha yang dijalankannya terus memberikan penghasilan yang berkelanjutan bagi keluarganya. **


sumber: baznas.go.id

DUMAI, 9 Juli 2026 – Apical melalui PT Sari Dumai Sejati (PT SDS) menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Kegiatan yang diikuti sedikitnya 50 warga tersebut berlangsung di halaman Gedung MTs Nurul Islam, Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai, Riau. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Apical untuk menghadirkan manfaat bagi komunitas dan masyarakat di sekitar area operasional perusahaan. 

Warga yang hadir memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus pengobatan untuk berbagai keluhan yang umum dijumpai, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, diare, asam urat, diabetes, dan kolesterol. 

Head of General Affairs Apical Dumai, M. Jaya Budi Arsa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kami ingin memberikan dampak di area yang paling dibutuhkan masyarakat. Dalam konteks kali ini, dukungan tersebut kami hadirkan melalui akses pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Namun, komitmen Apical untuk masyarakat tidak berhenti pada aspek kesehatan saja. Kami juga terus berupaya menghadirkan program yang mendukung kualitas hidup masyarakat dari berbagai sisi seperti ekonomi dan edukasi, yang sejalan dengan filosofi 5C perusahaan, yaitu Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company,” ujar Jaya.

Kegiatan ini juga melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sungai Sembilan sebagai mitra pelaksana. Kepala Puskesmas Sungai Sembilan, dr. Joni Miller, mengatakan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan fasilitas kesehatan dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini penting karena menunjang program puskesmas, terutama dalam meningkatkan pelayanan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Semoga kegiatan ini dapat terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Sungai Sembilan,” katanya.

Dari sisi masyarakat, para ketua RT setempat menilai kegiatan ini memberikan manfaat langsung karena warga dapat memeriksakan kesehatan lebih dekat dari tempat tinggal mereka. Mewakili warga, Ketua RT 06 Ismail berharap kegiatan serupa dapat terus menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Bagi warga, kegiatan seperti ini cukup membantu karena pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Kami berharap program seperti ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.

Bagi Apical, komunitas dan masyarakat sekitar merupakan bagian integral dari keberlangsungan operasi perusahaan. Karena itu, perusahaan terus mendorong program yang saling mendukung agar perusahaan dan masyarakat dapat tumbuh dan maju bersama.


===

Tentang Apical 

Apical adalah pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang berkembang. Proses pengolahan mid-stream yang terintegrasi secara vertikal dan dan pemrosesan hilir dengan nilai tambah menjadikan kami sebagai pemasok integral yang mendukung kebutuhan pangan, pakan ternak, oleokimia dan bahan bakar yang dibutuhkan oleh setiap industri.

Hingga saat ini, dengan aset terintegrasi di lokasi yang strategis mencakup Indonesia, Cina, dan Spanyol, Apical mengoperasikan sejumlah kilang, pabrik oleokimia, pabrik biodiesel, dan pabrik penghancur kernel. Melalui usaha patungan, Apical juga memiliki operasi pemrosesan dan distribusi di Brasil, India, Pakistan, Filipina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Vietnam.

Pertumbuhan Apical dibangun di atas fondasi keberlanjutan dan transparan, serta dimotivasi oleh keyakinan kuat bahwa kami dapat membuat dampak yang lebih berarti bahkan saat kami terus mengembangkan bisnis kami dan memberikan solusi inovatif kepada pelanggan kami.rmasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.apicalgroup.com.

Kontak Media :

Corporate Communications, Apical Group 

Email: corpcomm@apicalgroup.com