PEKANBARU (CNC)– Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Riau masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 4.614 kasus DBD dengan 23 orang meninggal dunia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah dari panas ke hujan dan berpotensi memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengimbau masyarakat tidak lengah dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

"Salah satu langkah yang perlu terus digencarkan adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus," kata Zulkifli, Minggu (4/10/2026).

Gerakan 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Zulkifli juga meminta masyarakat lebih teliti memeriksa lingkungan rumah, khususnya setelah hujan turun. Genangan air pada ember, kaleng, botol, ban bekas, pot bunga, maupun wadah terbuka lainnya harus segera dibersihkan.

"Masyarakat juga kami minta rutin memeriksa lingkungan rumah, terutama setelah turun hujan. Genangan air pada ember, kaleng, botol, ban bekas, pot bunga maupun wadah terbuka lainnya perlu segera dibersihkan," katanya.

Selain itu, langkah pencegahan tambahan dapat dilakukan dengan menggunakan losion antinyamuk, memasang kawat kasa pada ventilasi, serta menggunakan larvasida pada tempat penampungan air sesuai petunjuk penggunaan.

Rohil Tertinggi, Dumai Punya Angka Risiko Terbesar

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Kabupaten Rokan Hilir menjadi daerah dengan kasus DBD terbanyak selama Januari hingga Juli 2026, yakni 992 kasus dengan enam kematian.

Di posisi berikutnya, Kabupaten Bengkalis mencatat 701 kasus dengan dua kematian, Kota Dumai 610 kasus dengan dua kematian, dan Kota Pekanbaru sebanyak 566 kasus dengan satu kematian.

Selanjutnya, Kabupaten Kuantan Singingi mencatat 399 kasus tanpa kematian, Kampar 297 kasus dengan empat kematian, Indragiri Hilir 250 kasus dengan dua kematian, serta Rokan Hulu 228 kasus dengan dua kematian.

Sementara itu, Indragiri Hulu mencatat 167 kasus dengan satu kematian, Siak 162 kasus dengan dua kematian, Pelalawan 131 kasus tanpa kematian, dan Kepulauan Meranti sebanyak 111 kasus dengan satu kematian.

Meski Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, angka incidence rate (IR) atau insidensi DBD tertinggi justru berada di Kota Dumai, yakni 192,6 kasus per 100.000 penduduk.

Setelah Dumai, IR tertinggi tercatat di Rokan Hilir sebesar 131,7 per 100.000 penduduk, Kuantan Singingi 123,3, Bengkalis 122,3, dan Kepulauan Meranti 58,1 per 100.000 penduduk.

Sementara berdasarkan case fatality rate (CFR) atau persentase kematian dibandingkan jumlah kasus, Kabupaten Kampar mencatat angka tertinggi sebesar 1,3 persen, dengan 297 kasus dan empat kematian.

Disusul Siak dengan CFR 1,2 persen dari 162 kasus dan dua kematian. Kemudian Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing mencatat CFR 0,9 persen, sedangkan Indragiri Hilir sebesar 0,8 persen.

Kasus DBD Melonjak pada Juni

Jika dilihat berdasarkan perkembangan bulanan, kasus DBD di Riau menunjukkan peningkatan menjelang pertengahan tahun.

Pada Januari tercatat 457 kasus dengan dua kematian. Februari sebanyak 402 kasus dengan tiga kematian, sedangkan Maret tercatat 370 kasus dengan empat kematian.

Memasuki April, jumlah kasus meningkat menjadi 554 dengan tiga kematian. Lonjakan semakin terlihat pada Mei dengan 827 kasus dan tiga kematian.

Puncak kasus terjadi pada Juni 2026, yakni sebanyak 1.011 kasus dengan tiga kematian.

Pada Juli, jumlah kasus sedikit menurun menjadi 993 kasus. Namun, bulan tersebut justru mencatat angka kematian tertinggi sepanjang periode Januari-Juli, yakni lima orang.

Secara keseluruhan, akumulasi kasus DBD di Riau mencapai 4.614 kasus dengan 23 kematian.

Melihat kondisi tersebut, Zulkifli menegaskan bahwa pencegahan DBD tidak cukup dilakukan ketika kasus mulai meningkat. Upaya menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kebiasaan dan dilakukan secara bersama-sama.

"Gotong royong di kawasan permukiman, tempat kerja maupun fasilitas umum juga perlu digencarkan untuk menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam tinggi maupun keluhan yang mengarah pada gejala DBD.

"Kami berharap penerapan PSN dan 3M Plus secara rutin dapat memutus tempat perkembangbiakan nyamuk dan menekan kasus DBD di daerah," katanya.

Pemerintah berharap keterlibatan aktif masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk dapat menekan penyebaran DBD sekaligus mencegah bertambahnya korban jiwa di Riau.**


Sumber: tribunpekanbaru

PEKANBARU (CNC) - Pesan tegas langsung disampaikan Kapolda Riau yang baru, Irjen Pol Arman Achdiat, kepada seluruh jajarannya. 

Ia meminta polisi tidak sekadar hadir di tengah masyarakat, tetapi juga harus mampu menunjukkan empati, kepedulian, dan memberikan pelayanan terbaik.

Bahkan, Irjen Arman menegaskan personel yang dinilai minim empati dan kurang peduli terhadap masyarakat akan ditarik untuk menjalani pembinaan.

Menurutnya, kepercayaan publik tidak akan lahir jika polisi tidak mampu membuat masyarakat merasa dilindungi dan dilayani.

Mengawali tugasnya sebagai orang nomor satu di Polda Riau, Irjen Arman langsung menegaskan komitmennya untuk tancap gas menjalankan berbagai program Kapolri. 

Sejumlah petunjuk dan perintah dari pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara itu disebut telah diterimanya dan siap diterapkan di jajaran Polda Riau.

Salah satu penekanan utama Irjen Arman adalah membangun sosok polisi yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kedekatan tersebut bukan sekadar kehadiran fisik polisi di tengah warga, tetapi harus diwujudkan melalui sikap empati, responsif, kepedulian, dan loyalitas kepada masyarakat.

"Kalau kita bicara polisi harus dekat dengan masyarakat, berarti kita harus ada empati, responsif, peduli dan loyalitas kepada masyarakat," ujar Irjen Arman, Minggu (4/10/2026).

Ia pun mengingatkan seluruh personel Polda Riau agar tidak melakukan tindakan yang justru menyakiti hati masyarakat yang seharusnya dilindungi dan diayomi.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tidak bisa dibangun hanya melalui penegakan hukum. Polisi juga harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan tulus kepada masyarakat.

"Sebagai polisi jangan sakiti masyarakat, kita sendiri kan juga tidak ingin disakiti. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tegasnya.

Untuk memastikan prinsip tersebut benar-benar diterapkan, Irjen Arman menyiapkan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap jajarannya.

"Bagaimana bisa dipercaya kalau tidak dicintai," ucap Irjen Arman.

Ia menegaskan, kemampuan polisi untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari sikap dan perilaku personel ketika menjalankan tugas sehari-hari.

"Kalau seorang polisi tidak punya jiwa seperti itu (empati dan peduli), ya mungkin mohon maaf, untuk era sekarang, ya minimal kita berikan pembinaan dululah untuk bisa jadi seorang polisi yang bisa dipercaya masyarakat," ujarnya.

Selain menekankan pentingnya empati dan pelayanan, Irjen Arman juga meminta seluruh personel Polda Riau menghargai karakter serta tatanan sosial masyarakat adat setempat.

Menurutnya, norma dan kearifan lokal yang hidup di Bumi Lancang Kuning harus menjadi perhatian polisi dalam menjalankan tugas, termasuk dalam penegakan hukum.

Ia meminta seluruh jajarannya memahami keinginan masyarakat serta menghormati aturan dan norma yang telah menjadi tatanan kehidupan di Riau.

"Bagaimana keinginan masyarakat, menjaga aturan dan norma yang ada di Bumi Lancang Kuning ya harus kita jadikan pedoman, apa yang sudah jadi tatanan harus kita tegakkan," pungkasnya.

Jabatan Kapolda Riau menjadi babak baru dalam 34 tahun pengabdian Irjen Arman di institusi Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992 itu sebelumnya menjabat sebagai Perwira Tinggi Baintelkam Polri dengan penugasan penting pada Badan Intelijen Negara (BIN) sejak Januari 2025.

Pengalaman Irjen Arman juga cukup panjang di berbagai bidang kepolisian, khususnya reserse dan lalu lintas.

Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis kewilayahan, di antaranya Kapolres Sumedang, Kapolres Karawang, hingga Dirlantas Polda Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut kini menjadi bekalnya dalam mengemban amanah sebagai Kapolda Riau sekaligus memimpin jajaran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Lancang Kuning.**

ROHIL (CNC) - Pemerintah Provinsi Riau mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam mempercepat pembangunan daerah dan mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki. Hal itu menjadi bagian penting dalam momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rohil.

Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi mengatakan, penguatan kerja sama perlu dilakukan dengan membagi peran berdasarkan kewenangan masing-masing tingkatan pemerintahan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci agar berbagai persoalan pembangunan dapat ditangani secara lebih efektif.

"Pada momentum Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hilir ini, kami melihat setidaknya ada tiga ruang kerja sama yang dapat kita perkuat bersama. Pertama, apa yang menjadi kewenangan kabupaten, mari kita sinergikan bersama," kata Sekda Syahrial Abdi di Ruang Paripurna DPRD Rohil, Minggu (04/10/2026).

Ia menjelaskan, persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi akan ditangani Pemprov Riau. Sementara untuk kebutuhan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah akan mengupayakan kolaborasi agar kepentingan pembangunan Rokan Hilir dapat diperjuangkan secara bersama.

"Kemudian, ketika kewenangan tersebut berada di tingkat provinsi, kami di Pemprov Riau yang akan menangani dan menyelesaikannya. Dan terakhir, ketika kita membutuhkan dukungan dari Pemerintah Pusat, mari kita kolaborasikan dan perjuangkan bersama-sama," jelasnya.

Sekda Syahrial Abdi menegaskan, pembangunan daerah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Karena itu, Pemprov Riau bersedia untuk terus berjalan berdampingan dengan Pemkab Rokan Hilir dalam menjawab berbagai kebutuhan pembangunan dan masyarakat.

"Mari bersama bangun sinergi, karena sendiri-sendiri tak pernah hebat. Pemerintah Provinsi Riau akan terus berjalan berdampingan dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir," tegasnya.

Ia juga menilai kekompakan seluruh unsur daerah menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi Rokan Hilir. Pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha hingga masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi dalam mendorong kemajuan daerah.

"Insya Allah, melalui kekompakan antara Pemerintah Daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, dan seluruh masyarakat berbagai potensi yang dimiliki Rokan Hilir akan terus menjadi kekuatan pembangunan yang membawa manfaat besar bagi masyarakat," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Rokan Hilir Bistamam turut menerangkan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan pembangunan daerah. Ia menanvahkan, pemerintah kabupaten tidak mungkin bekerja sendiri karena pembangunan membutuhkan dukungan dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir tentu tidak mungkin dapat bekerja sendirian. Keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kokoh antara pemerintah pusat dan provinsi, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, tokoh masyarakat, serta seluruh lapisan masyarakat," terang Bupati Bistamam.

Atas dukungan tersebut, Bupati Bistamam menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut berkontribusi dalam pembangunan Rokan Hilir. Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus diperkuat sehingga momentum Hari Jadi ke-27 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen untuk membawa daerah semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak atas dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah Rokan Hilir tercinta ini." pungkasnya.**


Sumber: MC Riau

DUMAI (CNC) - Deni menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, Tim Raga Polres Dumai menggencarkan patroli. Polisi melakukan pencegahan aksi premanisme, geng motor, dan berbagai gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 

Patroli digelar pada Sabtu malam (3/10/2026) mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut melibatkan personel dari fungsi Samapta dan Reskrim Polres Dumai. Sejumlah lokasi yang dinilai rawan menjadi sasaran patroli.

Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan mengatakan kegiatan patroli dan pencegahan akan terus dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Fatikh mengatakan patroli dilakukan sebagai upaya menjaga situasi kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Tim Raga menyambangi masyarakat di sejumlah lokasi sekaligus memberikan imbauan untuk bersama-sama mencegah aksi premanisme, geng motor maupun gangguan kamtibmas lainnya," kata Fatikh Minggu (4/10/2026).

Selain memberikan imbauan, personel juga melakukan patroli preventif dengan menyasar sejumlah lokasi. Di antaranya Mall Pelayanan Publik, Jembatan Pelindo, Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan Islamic Center.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang maupun tempat yang dicurigai berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

Masyarakat turut diingatkan agar segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan aksi yang dianggap meresahkan atau berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

"Dari hasil pelaksanaan kegiatan, situasi di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli terpantau aman dan kondusif. Petugas belum menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas," ujarnya.

Fatikh juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan aksi premanisme, geng motor maupun tindakan lain yang mengganggu ketertiban umum.**


sumber: MC Riau

DUMAI (CNC) – SMK Perikanan Provinsi Riau akan melaksanakan pelantikan Taruna/I Kelas X Angkatan XII Tahun Ajaran 2026/2027 setelah para calon taruna/i menyelesaikan masa basis.

Pelantikan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, bertempat di Gedung Zainuddin Abdullah (Dumai Islamic Center), Jalan Brigjen HR Soebrantas, Kota Dumai.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pembentukan karakter para peserta didik yang baru memasuki jenjang pendidikan sebagai Taruna/I SMK Perikanan Provinsi Riau.

Kepala SMK Perikanan Provinsi Riau, Hj. Dewi Marlina, S.Pd., M.Pd, mengatakan pelantikan dilaksanakan setelah selesainya masa basis bagi Calon Taruna/I Angkatan XII.

Masa basis merupakan salah satu tahapan awal yang harus dilalui calon taruna/i sebelum secara resmi dilantik sebagai Taruna/I Kelas X. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kedisiplinan, mental, tanggung jawab, serta kesiapan peserta didik dalam mengikuti pendidikan di SMK Perikanan Provinsi Riau.

Dengan pelantikan ini, para peserta didik Angkatan XII secara resmi akan menyandang status sebagai Taruna/I Kelas X dan melanjutkan proses pendidikan sesuai program yang telah ditetapkan sekolah.

Pihak sekolah berharap kehadiran orang tua atau wali murid dapat memberikan dukungan dan motivasi bagi para taruna/i dalam menjalani pendidikan serta mengikuti seluruh proses pembelajaran dan pembinaan di SMK Perikanan Provinsi Riau.**


DUMAI (CNC) – Apical Dumai bersama Tanoto Foundation terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Numerasi bagi Guru Kelas Awal (kelas 1-3) Sekolah Dasar se-Kecamatan Sungai Sembilang, Kota Dumai, yang digelar Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Belajar Matematika Seru dan Bernalar dengan Pendekatan Mikir untuk Fondasi Numerasi Jelas dan Menyenangkan.”

Pelatihan ini dirancang untuk membantu para guru kelas awal dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan berhitung, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir, bernalar, memahami konsep, serta mampu menghubungkan pembelajaran dengan situasi kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Zubaidah Amir MZ, M.Pd. hadir sebagai narasumber. Ia memberikan pembekalan kepada para guru mengenai pentingnya membangun fondasi numerasi sejak kelas awal melalui proses pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan menyenangkan.

Pendekatan pembelajaran yang menarik diharapkan dapat membantu guru menciptakan suasana belajar matematika yang tidak lagi dianggap sulit atau menakutkan oleh siswa. Sebaliknya, matematika dapat diperkenalkan sebagai pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mendorong rasa ingin tahu peserta didik.

Bagi siswa kelas 1 hingga kelas 3 SD, kemampuan numerasi merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pendidikan. Penguasaan konsep dasar matematika sejak dini akan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis dan bernalar untuk menghadapi materi pembelajaran pada jenjang berikutnya.

Humas Apical Dumai, Zulfahmi, mengatakan melalui pelatihan tersebut, para guru tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapat kesempatan untuk memperkaya wawasan serta strategi dalam mengajarkan matematika kepada siswa.

“Melalui pelatihan ini, para guru juga mendapatkan ruang untuk memperkaya wawasan dan strategi pembelajaran, sekaligus berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengajarkan matematika kepada siswa kelas awal,” ujar Zulfami.

Kolaborasi Apical Dumai dan Tanoto Foundation dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kota Dumai, khususnya melalui penguatan kapasitas guru sebagai salah satu faktor penting dalam menciptakan pembelajaran berkualitas.

Diharapkan, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan para peserta di sekolah masing-masing. Dengan begitu, pembelajaran numerasi dapat berlangsung lebih jelas, menyenangkan, serta mampu menumbuhkan kemampuan bernalar siswa sejak usia dini.

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah bersama untuk membangun fondasi pendidikan yang kuat, sehingga anak-anak di Kecamatan Sungai Sembilang memiliki bekal numerasi yang baik untuk melanjutkan pendidikan dan menghadapi tantangan di masa depan.**