DUMAI (CNC) – Warga Kota Dumai, Riau, dihebohkan dengan kabar pasangan suami istri yang mengalami luka bakar dalam peristiwa di Jalan Husni Thamrin, Kecamatan Dumai Selatan, Sabtu (17/10/2026) malam.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setelah informasi kejadian menyebar luas. Sejumlah foto yang memperlihatkan seorang pria dibawa ke rumah sakit juga beredar di kalangan warga.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi maupun penyebab kejadian.

“Benar, ada kejadian itu orang terbakar karena api. Tapi bagaimana kronologi dan apa penyebabnya, saya tidak tahu pasti,” ujarnya yang dilansir Sekilas Riau.

Sementara itu, Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Adi Juniwinata membenarkan adanya peristiwa yang mengakibatkan pasangan suami istri tersebut mengalami luka bakar.

Berdasarkan keterangan saksi yang diterima polisi, kejadian bermula ketika sang istri diduga berupaya mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri. Sang suami yang berusaha mencegah tindakan tersebut justru ikut terkena api.

“Sang suami berusaha menyelamatkan istrinya tetapi terkena api dan terbakar juga,” ujar Putu Adi saat menjelaskan keterangan saksi, Minggu (18/10/2026).

Terkait kondisi kedua korban, Putu Adi menyampaikan bahwa keduanya sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terkini pasangan tersebut maupun detail penyebab peristiwa itu.**

SEOUL (CNC) – Kabar duka datang dari dunia olahraga lari Korea Selatan. Yoo Ji-won, seorang influencer lari yang juga dikenal sebagai peneliti semikonduktor kecerdasan buatan, meninggal dunia pada usia 25 tahun setelah pingsan saat mengikuti ajang half marathon di Seoul.

Dilansir Yahoo! Sport, Yoo Ji-won mengikuti Seoul Race yang digelar di Seoul, Korea Selatan, pada Minggu (11/10/2026). Ia dilaporkan tidak sadarkan diri pada pukul 08.49 waktu setempat setelah menempuh jarak sekitar 20,6 kilometer.

Jarak tersebut hanya terpaut sekitar 497,5 meter dari garis finis half marathon yang memiliki panjang standar 21,0975 kilometer.

Panitia penyelenggara Seoul Race mengonfirmasi kabar meninggalnya salah satu peserta melalui pernyataan yang diunggah di Instagram. Dalam pernyataan tersebut, Yoo disebut jatuh pingsan ketika berada sekitar 500 meter sebelum garis finis.

Setelah kejadian, ia segera dilarikan ke fasilitas medis untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Hingga kini, pihak berwenang belum memastikan penyebab kematian Yoo Ji-won.

Rekan Pelari Kenang Detik-Detik Terakhir

Kepergian Yoo meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya di komunitas lari. Salah satu kreator konten olahraga lari, Bummy, turut membagikan kenangan mengenai peristiwa yang dialaminya saat berada di lokasi lomba.

Bummy mengaku melihat kerumunan orang menjelang garis finis dan awalnya mengira ada peserta yang mengalami cedera.

Setelah melewati garis finis, ia berusaha mencari Yoo di area podium. Namun, kabar buruk yang kemudian diterimanya membuat ia menyadari bahwa sesuatu yang serius telah terjadi.

Ia pun segera bergegas menuju rumah sakit dengan harapan masih dapat bertemu dengan rekannya untuk terakhir kali.

Dalam unggahannya, Bummy mengungkapkan penyesalan karena tidak dapat mendampingi Yoo hingga akhir hayatnya.

Kisah tersebut menambah kesedihan di tengah komunitas pelari yang kehilangan sosok yang selama ini aktif membagikan pengalaman dan pencapaiannya di dunia lari.

Aktif Berbagi Prestasi Lari

Yoo Ji-won dikenal sebagai influencer olahraga lari di Korea Selatan dengan lebih dari 8.000 pengikut di Instagram. Melalui akun media sosialnya, ia kerap membagikan aktivitas, pencapaian, serta perjalanan atletiknya.

Di luar kegiatan olahraga, Yoo juga bekerja sebagai peneliti semikonduktor kecerdasan buatan di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).

Kepergiannya menjadi kehilangan bagi keluarga, rekan kerja, serta komunitas lari yang mengenalnya.

Serangan Jantung saat Lari Jarak Jauh Tergolong Jarang

Peristiwa meninggalnya Yoo kembali menjadi perhatian terhadap risiko kesehatan dalam olahraga lari jarak jauh. Meski demikian, penyebab kematiannya belum diketahui sehingga belum dapat dipastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan serangan jantung atau kondisi medis lainnya.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal JAMA melaporkan terdapat 176 kasus serangan jantung di antara sekitar 29,3 juta peserta maraton dan half marathon di Amerika Serikat selama periode 2010–2023.

Angka tersebut setara dengan sekitar 0,6 kasus per 100.000 peserta.

Data itu menunjukkan bahwa serangan jantung dalam ajang lari jarak jauh relatif jarang terjadi. Namun, setiap peserta tetap perlu memperhatikan kondisi fisik, mempersiapkan diri secara memadai, serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan saat berolahraga.**


NEW DELHI (CNC) – Insiden berdesak-desakan saat perayaan festival keagamaan Hindu Durga Puja di Kota Kolkata, Benggala Barat, India bagian timur, menewaskan 19 orang. Selain korban jiwa, sedikitnya 25 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Dilansir AFP, Minggu (18/10/2026), pejabat tinggi Benggala Barat, Suvendhu Adhikari, mengatakan bahwa korban tewas termasuk seorang anak perempuan berusia tujuh tahun.

“Sejauh ini, enam jenazah telah diidentifikasi,” ujar Adhikari kepada wartawan.

Insiden tersebut terjadi di luar sebuah paviliun atau *pandal* yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Durga Puja. Kepadatan massa diduga memicu kepanikan hingga sejumlah orang saling dorong dan terjatuh.

Seorang pejabat senior kepolisian yang berada di lokasi kejadian menjelaskan, sebuah pengumuman memicu kegaduhan di tengah hujan yang turun pada malam hari.

Kondisi tersebut membuat kerumunan orang yang menunggu di luar paviliun mulai saling dorong, tarik-menarik, dan merangsek maju. Situasi kemudian tidak terkendali hingga sejumlah orang terjatuh dan terinjak-injak.

Setelah kejadian, petugas medis bersama tim penyelamat segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit setempat. Sejumlah korban luka, termasuk seorang anggota kepolisian, dibawa menggunakan tandu untuk mendapatkan perawatan.

Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian. Sejumlah kerabat korban terlihat menangis dan saling berpelukan setelah mengetahui tragedi yang terjadi di tengah perayaan keagamaan tersebut.

Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan singkat yang diunggah di Facebook.

Tragedi ini kembali menyoroti risiko keselamatan dalam kegiatan yang melibatkan kerumunan besar, terutama ketika kepadatan massa, cuaca buruk, dan kepanikan terjadi secara bersamaan.**


DUMAI (CNC) – Sekelompok ibu rumah tangga di kawasan Tanjung Palas, Kota Dumai, Riau, membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. Melalui usaha makanan rumahan bernama Jelita (Jajanan Enak Lestari Inovatif Tinggi Asupan), mereka berhasil mengolah bahan pangan lokal, sorgum, menjadi beragam produk bernilai jual.

Bergabung dalam Kelompok Wirani Rejosari, para perempuan ini memproduksi aneka makanan, mulai dari biskuit, brownies, keripik, hingga mi berbahan sorgum. Mereka juga memanfaatkan komoditas lokal lainnya, seperti ikan patin, untuk diolah menjadi bakso dan tahu bakso.

Usaha yang kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat. Keterbatasan keterampilan produksi, peningkatan kualitas, hingga pemenuhan legalitas usaha sempat menjadi tantangan bagi kelompok ini.

Namun, sejak 2024, Kelompok Wirani Rejosari mendapatkan pendampingan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.

Pendampingan tersebut mendorong peningkatan kualitas produk sekaligus memperluas peluang pemasaran. Usaha Jelita berhasil memperoleh sertifikat halal pada Agustus 2025 serta mengantongi Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Peluang pemasaran juga semakin terbuka setelah produk mereka dilibatkan dalam sejumlah kegiatan, di antaranya pameran Pertamina UMK 2025, Duvest Idaman 2025, hingga Pertamina SMPO Pekanbaru.

Keuntungan Usaha untuk Kesehatan Masyarakat

Menariknya, keberhasilan usaha Jelita tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga. Keuntungan dari penjualan produk dan hasil budidaya sayur pakcoy secara hidroponik turut dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat setempat.

Sebanyak 10 perempuan yang tergabung dalam kelompok tersebut juga aktif sebagai kader Posyandu. Mereka menyisihkan sebagian hasil usaha untuk mendukung pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga lanjut usia (lansia).

Ketua Kelompok Wirani Rejosari, Jumyati Sulyasti, mengatakan pemanfaatan hasil usaha untuk kegiatan Posyandu memberikan dampak positif terhadap partisipasi masyarakat.

"Untuk balita itu pemberian makanan tambahan di Posyandu, alhamdulillah bisa meningkatkan kunjungan yang awalnya hanya 10 sampai 15, saat ini sudah di atas 50 balita yang datang. Untuk lansia, kita memberikan tes kesehatan gratis seperti tes kolesterol, asam urat, dan gula darah dari hasil hidroponik ini," jelas Jumyati, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Minggu (18/10/2026).

Tak hanya meningkatkan kunjungan Posyandu, para kader juga aktif melakukan pendekatan dari rumah ke rumah untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan keluarga.

Upaya tersebut turut berkontribusi terhadap perbaikan kondisi gizi di wilayah setempat. Kasus gizi buruk yang sebelumnya sempat mencapai belasan kasus kini dilaporkan telah berhasil ditekan hingga nol kasus.

Pertamina Dukung Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, Tengku Muhammad Rum, mengapresiasi kolaborasi antara kelompok pemasok sorgum dan kelompok ibu rumah tangga pengolah produk Jelita.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi contoh bagaimana pendampingan usaha dapat memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi pelaku UMK, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya.

"Harapan kami, ibu-ibu yang tadinya hanya mengolah, kini bisa mengedukasi masyarakat, serta bisa mendidik ekonomi yang paling menjadi berkah bagi lingkungan sekitar," ujar Tengku.

Kisah Kelompok Wirani Rejosari menunjukkan bahwa usaha berbasis pangan lokal dapat menjadi jalan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat kepedulian sosial.

Melalui pengembangan produk, peningkatan legalitas, dan pemanfaatan keuntungan untuk kegiatan kesehatan, usaha Jelita menjadi contoh bahwa pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.**5

CENTANGNEWS – Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan sekelompok anak-anak melalui cara sederhana namun sarat makna. Mereka menggubah lirik lagu anak-anak yang populer, “Lihat Kebunku”, menjadi “Lihat Hutanku” dengan pesan tentang kerusakan hutan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Video anak-anak menyanyikan lagu tersebut menjadi perhatiandan viral di medsos karena liriknya menggambarkan kondisi hutan yang dipenuhi asap akibat karhutla di Kalimantan.

Dengan nada lagu yang sederhana dan mudah diingat, anak-anak itu menyampaikan pesan serius tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan dan dampak buruk kebakaran terhadap lingkungan.

Lagu yang biasanya identik dengan keceriaan anak-anak itu diubah menjadi media untuk menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi hutan yang terdampak kebakaran.

Pesan yang disampaikan terasa menyentuh. Di tengah persoalan karhutla yang terus menjadi ancaman bagi lingkungan, anak-anak justru mampu menunjukkan kepedulian melalui kreativitas mereka.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok pemerhati lingkungan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Jika anak-anak saja sudah menunjukkan kepedulian terhadap kerusakan hutan, pertanyaan besarnya adalah: sampai kapan karhutla terus berulang tanpa solusi yang benar-benar mampu menghentikannya?

Kreativitas sederhana tersebut diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan, sekaligus mendorong langkah nyata untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Berikut potongan lirik lagu yang terdengar atau terlihat dalam video:

Lihat Hutanku

Lihat hutanku,

yang banyak asapnya

Yang dulu rindang,

Sekarang jadi gersang.

Setiap hari Kebakaran terjadi,

Entah salah siapa semua jadi korbannys

Lihat sekarang hutanku tersayang,

yang kini gersang jangan sampai menghilang

Setiap hari mari kita jaga 

karena hutan kita paru-paru dunia

Melalui lagu itu, anak-anak mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian hutan dan dampak kebakaran yang merusak lingkungan.

Di akhir vidionya tersebut anak ini berpesan "Jangan ditanam sawit ya?"

DUMAI (CNC) – PT PAA Dumai menyalurkan bantuan dana pendidikan kepada 10 siswa dari dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Dumai, masing-masing lima siswa dari SMKN 2 dan SMKN 5 Dumai. Bantuan tersebut disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Permata Cerdas pada Jumat (16/10/2026).

Program Permata Cerdas merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia pendidikan sekaligus bagian dari upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang profesional.

Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di SMKN 5 Dumai, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Dumai Selatan, dengan dihadiri pimpinan perusahaan serta perwakilan pihak sekolah.

Pimpinan PT PAA Dumai, Rian Yudianto, mengatakan program CSR Permata Cerdas telah berjalan selama beberapa tahun sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan di Kota Dumai.

Menurutnya, bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk meningkatkan semangat belajar dan meraih hasil akademik yang lebih baik.

“Melalui bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi, kami berharap dapat memotivasi siswa lainnya untuk terus berusaha meraih nilai terbaik dan meningkatkan minat belajar,” ujar Rian.

Selain berkontribusi melalui program bantuan pendidikan, PT PAA juga membuka peluang kerja bagi lulusan SMK, khususnya alumni SMKN 2 dan SMKN 5 Dumai. Kesempatan tersebut tersedia di sejumlah lokasi operasional perusahaan, termasuk kawasan Pelindo di Dumai dan Kawasan Industri Dumai di Pelintung.

Kepala SMKN 5 Dumai, Yanuar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PAA yang dinilai konsisten mendukung dunia pendidikan di Kota Dumai.

Ia juga mengapresiasi kemitraan perusahaan dengan pihak sekolah, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi dan menyiapkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PAA atas bantuan pendidikan dan apresiasi yang diberikan kepada sekolah sebagai salah satu penghasil tenaga kerja. Kami berharap kemitraan ini terus berlanjut karena sangat membantu sekolah, khususnya SMKN 5 Dumai,” kata Yanuar.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar, meningkatkan prestasi, serta menjaga kedisiplinan selama mengikuti proses pembelajaran.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan SMKN 2 Dumai, Muhammad Zakiudin. Ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT PAA dalam mendukung pendidikan, khususnya bagi peserta didik di SMKN 2 Dumai.

“Kami bersyukur atas kepedulian PT PAA terhadap pendidikan di Kota Dumai. Mudah-mudahan bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa penerima untuk menunjang kebutuhan pendidikan mereka,” ujar Muhammad Zakiudin.

Pihak sekolah berharap program Permata Cerdas dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi peserta didik. Mereka juga mendoakan agar PT PAA semakin sukses serta terus berkontribusi dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pengembangan generasi muda di Kota Dumai.**