Apical Raih Sawit Indonesia Award 2025 Lewat Program Sustainable Living Village

Agus Wiastono selaku CSR Manager Apical Group mewakili perusahaan menerima penghargaan Sawit Indonesia Award pada Desember 2025 di Jakarta.

JAKARTA – Apical meraih penghargaan dalam ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025 atas implementasi Program Sustainable Living Village (SLV). Anugerah ini diberikan oleh Majalah Sawit Indonesia dalam ajang tersebut di Jakarta, pada Selasa (16 Desember 2025).

Penghargaan ini dinilai memperkuat posisi Apical sebagai pelaku industri yang konsisten mendorong praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit. Penyerahan penghargaan ini dilakukan oleh Qayuum Amri, Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia kepada Agus Wiastono selaku CSR Manager Apical Group.

Manajemen Apical menyampaikan bahwa penghargaan tersebut memiliki arti strategis bagi komitmen keberlanjutan perusahaan.

“Selain menjadi pengakuan eksternal, penghargaan ini juga berperan sebagai sarana publikasi atas program yang telah memberikan dampak positif bagi petani dan mendukung kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” tulis Manajemen Apical.

Program Sustainable Living Village dirancang untuk memberdayakan petani kelapa sawit swadaya melalui peningkatan keterampilan budidaya sawit berkelanjutan. Program ini juga menyasar masyarakat desa yang berada di sekitar kawasan hutan dengan menyediakan alternatif mata pencaharian, guna mengurangi tekanan dan penetrasi aktivitas masyarakat ke kawasan hutan.

Di sisi lingkungan, SLV berfokus pada perlindungan tutupan hutan, baik di Area Penggunaan Lain (APL) maupun kawasan budidaya kehutanan. Program ini turut mendorong terbentuknya inisiatif bersama antar pemangku kepentingan melalui forum multipihak untuk mendukung tata kelola kelapa sawit berkelanjutan.

Hingga saat ini, SLV telah diimplementasikan di 15 desa yang terdiri dari 12 di Aceh Singkil dan 3 desa di Kutai Timur, dari target 30 desa hingga 2030. Desa-desa tersebut berada di wilayah yang menjadi bagian dari rantai pasok Apical, terutama di area yang berdekatan dengan kawasan hutan.

Selain itu, petani memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sawit berkelanjutan, termasuk pengetahuan tentang sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Program ini juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan mata pencaharian alternatif, baik bagi petani sawit maupun non-sawit, yang dinilai penting sebagai penyangga ekonomi menjelang masa peremajaan tanaman.

Bagi perusahaan, SLV memberikan manfaat strategis berupa penguatan rantai pasok yang bebas deforestasi, gambut, dan eksploitasi, sekaligus mendukung pemenuhan berbagai standar keberlanjutan global, termasuk European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Ke depan, Apical menyatakan tengah melakukan penjajakan untuk memperluas implementasi program SLV ke desa dan wilayah lain. Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025 Qayuum Amri menjelaskan, penghargaan Sawit Indonesia Award 2025 ini disebut menjadi tambahan dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat komitmen rantai pasok berkelanjutan sesuai standar pasar global.

“Apical sangat pantas menerima penghargaan ini karena dedikasi dan kontribusinya bagi pemberdayaan desa-desa untuk terlibat dalam sustainability,” jelas Qayuum.

Secara lebih luas, Apical menilai program seperti SLV berperan penting dalam meningkatkan citra dan daya saing sawit Indonesia di pasar internasional. Selain menegaskan komitmen perusahaan terhadap prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation), inisiatif ini juga mendukung komitmen nasional dalam pengelolaan sawit berkelanjutan serta menghadapi kampanye negatif terhadap industri kelapa sawit Indonesia.**