CENTANGNEWS.COM – Pevoli Liga Korea asal Thailand Tanacha Suksot ikut soroti dan langsung buat pernyataan sangat cerdas dan mantap, begini peryataannya
Keputusan Red Sparks yang tidak memulangkan Megawati Hangestri Pertiwi terus memunculkan gelombang reaksi dari para pemain top league.
Sebelumnya muncul komentar panas dari sejumlah bintang internasional, kini giliran pevoli asal Thailand Tanacha Suksot yang ikut buka suara dan tak disangka komentarnya justru menjadi salah satu yang paling mengejutkan.
Dalam versi imajinatif wawancara bersama media olahraga Korea, Tanaca mengaku sangat sulit memahami keputusan Red Sparks yang memilih jalan berbeda musim ini.
Menurutnya klub tersebut seperti melupakan betapa besar pengaruh Mega terhadap permainaan dan mental Tim selama dua musim terakhir.
‘Kalau saya boleh jujur, saya benar-benar bingung dengan keputusan itu”, ujar Tanacha.
Pemain Thailand yang dikenal memiliki karakter tenang itu bahkan terlihat cukup emosional ketika membahas bagaimana Mega dulu membantu mengangkat citra dan performa Red Sparks.
Semua orang di liga ini tahu bagaimana situasi Red Spark sebelum Mega datang.
Lalu bagaimana tim itu berubah setelah dia bermain di sana.
Selanjutnya, menurut Tanacha, salah satu kekuatan terbesar Megawati bukan hanya kemampuan menyerang, tetapi juga efek psikologis yang ia berikan kepada tim.
Ia menilai kehadiran Mega membuat Red Sparks punya identitas permainan yang jauh lebih percaya diri.
Kadang ada pemain yang bukan hanya memberi poin tetapi memberi keyakinan untuk seluruh tim.
“Menurut saya, Mega adalah tipe pemain seperti itu, katanya.
Komentar tersebut langsung menarik perhatian besar dari publik Volly Korea maupun Asia Tenggara. Banyak penggemar setuju bahwa selama membela Red Sparks, Megawati memang berhasil mengubah atmosfer klub menjadi lebih hidup dan kompetitif.
Namun Tanacha belum berhenti. Ia kemudian mulai menyoroti keputusan Red Sparks memilih pemain lain dari China untuk slot Asia musim depan.
“Tidak mudah bermain di Korea, banyak pemain hebat datang dengan reputasi besar tapi akhirnya kesulitan beradaptasi ujarnya.
Meski tidak menyebut nama pemain secara langsung, arah komentar jelas mengkritik langkah Red Sparks yang dinilai terlalu berani mengambil risiko baru.
“Mega sudah membuktikan dirinya di liga ini, jadi menurut saya aneh ketika tim justru memilih memulai semuanya dari awal lagi,” tambahnya.
Komentarnya semakin heboh adalah ketika Tanacha menyinggung musim sulit yang dialami Red Spark sebelumnya.
Ia menilai klub seharusnya belajar dari pengalaman, bukan malah mengulang perjudian yang belum tentu berhasil musim depan.
“Tidak mudah bermain di Korea, banyak pemain hebat datang dengan reputasi m besar tapi akhirnya kesulitan beradaptasi,” ujarnya.
Meski tidak menyebut nama pemain secara langsung, arah komentar jelas mengkritik langkah Red Sparks yang dinilai terlalu berani mengambil risiko baru.
“Mega sudah membuktikan dirinya di liga ini, jadi menurut saya aneh ketika tim justru memilih memulai semuanya dari awal lagi,” tambahnya.
“Kalau sebuah tim sudah pernah merasakan kesulitan, Biasanya mereka mempertahankan hal-hal yang terbukti berhasil,tapi ini justru seperti membuang sesuatu yang sangat penting,” katanya.
Menurut Tanacha, keputusan tersebut bisa menjadi blunder besar jika Mega benar-benar bersinar bersama Suon Hyundai Hill State.
Bayangkan jika nanti Mega bermain luar biasa di Hyundai, Red Sparks tidak hanya akan menyesal, mereka mungkin akan sangat terpukul melihatnya.
Pernyataan itu langsung memancing perdebatan luas di media sosial. Banyak fans mulai membayangkan bagaimana panasnya duel antara Hill State dan Red Sparks Mega yang kini pindah ke rival mereka tersebut.
Tanacha juga mengungkap bahwa dirinya sangat yakin Mega masih memiliki kualitas yang sangat tinggi untuk bersaing di V-League.
“Kualitas Mega tidak pernah hilang, dia masih salah satu pemain Asia terbaik yang pernah bermain di liga ini,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut bahwa banyak pemain di Liga Korea sebenarnya sangat menghormati kemampuan Megawati, meski tidak semuanya mengatakannya secara terbuka.
“Para pemain tahu betapa sulit menghadapi dia, servisnya, powernya, timing serangannya, itu semua sangat merepotkan.”
Menariknya lagi, Tanaca juga menyinggung bagaimana kehadiran Megawati memberikan dampak besar terhadap popularitas di Asia Tenggara, termasuk Thailand.
Menurutnya, kehadiran pemain Asia Tenggara seperti Mega membantu membuat kompetisi Korea terasa lebih dekat dengan penggemar regional.
Di akhir wawancanya, Tanacha memberikan pesan hangat yang langsung membuat banyak fans Indonesia tersentuh.
“Untuk mega, selamat datang lagi, saya pribadi sangat merindukan melihatmu bermain di sini lagi,” ujarnya sambil tersenyum.
Tanacha Suksot semakin yakin bahwa nama Megawati bukan hanya besar di Indonesia tetapi juga sangat dihormati oleh banyak pemain internasional di league.**













