Gempar di Moto 3, CEO Dorna Putuskan akan Cabut Podium Hakim Danish

23

CENTANGNEWS.COM – Proversi besar, dalam beberapa hari terakhir menjadi bahan perdebatan panas di pedok internasional. Bukan hanya para penggemar yang ramai membicara kannya, tetapi juga para pengamat.

Tim-tim peserta hingga tertinggi kejuaraan yang disebut turun tangan langsung menikapi insiden yang terjadi di lintasan.

Semua bermula dari satu balapan yang seharusnya dikenang sebagai pertarungan sejati para talenta muda terbaik dunia, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Balapan itu, kini lebih banyak diingat karena kontroversi yang melibatkan Hakim Danish dan pembalap muda sensational asal spanyol Max Quiles

Situasi semakin memanas, setelah Tim Aspar secara rasmi melayangkan protest kepada petinggi Grand Prix

Tim yang dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam pengembangan pembalap muda itu, merasa bahwa Max Quiles mengalami kerugian serius, akibat serangkaian insiden yang terjadi selama balapan berlangsung.

Menurut pihak tim, insiden tersebut bukan hanya terjadi sekali, bahkan mereka menilai ada 3 moment berbeda yang membuat Quiles kehilangan ritme balapan, kehilangan momentum mengajar posisi depan dan pada akhirnya harus finis jauh dari potensi sebenarnya..

Pedok mulai berubah tegang ketika Tim Aspar memutuskan mengambil langkah rasmi. Mereka tidak sekedar melontarkan keluhan kepada media, mereka jua membawa bukti.

Dalam pernyataan yang kemudian menjadi perhatian banyak bihak, Tim Aspar menyampaikan kececawaan mendalam atas apa yang mereka lihat selama balapan.

“”Kami menghormati persaingian keras di lintasan. Namun ada perbedaan besar, antara dual balap yang fair dengan tindakan yang berpotensi membahayakan pembalap lain. Kami merasa Max kehilangan peluang besar akibat rangkaian insiden yang tidak seharusnya terjadi. Karena itu kami mengajukan protest resmi dan meminta investigasi penuh”.

Pernyataan tersebut langsung menyebar luas. Banyak tengamat menilai langkah aspar mendunjukkan bahwa mereka benar-benar yakin memiliki dasar kuat untuk mempertanyakan hasil balapan.

Sebab dalam dunia balap profesional, tidak semua tim berani mengajukan protes resmi, Disisi lain sosok yang paling menjadi pusat perhatian tentu saja Max Quiles.

Pembalap muda yang selama ini dikenal tenang itu terlihat sangat emosional usah balapan. Ekpresinya menjadi sorotan kamera. Bahasa tubunya menunjukkan rasa frustasi yang sulit disembunyikan.

Dalam laporan yang berkembang setelah balapan, Quiles akhirnya angkat bicara mengenai apa yang dirasakannya.

“Saya datang untuk balapan secara fair, Saya menerima jika kalah karena lawan lebih cepat. Tetapi sangat sulit menerima hasil ketika beberapa kejadian yang merugikan saya, ” jelas Max Quiles.

Quiles kemudian menambahkan bahwa dirinya sempat yakin bisa bertaruh untuk podium, kecepatan kami sangat baik sepanjang akhir pekan. Tim sudah bekerja luar biasa.

“Saya merasa punya peluang besar untuk berada di depan. Itulah mengapa hasil ini sangat menyakitkan, ” lanjutnya.

Setelah tekanan datang dari berbagai arah, Steward balapan akhirnya menakukan eva luasi menyeluruh. Rekaman video di periksa. Kasus ini berkembang menjadi salah satu investigasi yang paling disorot dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak pihak menunggu keputusan akhir. Puncak drama terjadi ketika tetinggi kejuaraan akhirnya di sebut turun tangan.

Dalam laporan ini, CEO Dornam melihat kasus tersebut bukan sekedar incident biasa.

Menurut evaluasi yang dilakukan, tindakan yang terjadi dianggap memiliki dampak langsung terhadap jalannya balapan pembalap lain.

Karena itu keputusan besar akhirnya diambil. Podium Hakim Danis dicabut, hasil balapan direvisi dan pembalap muda tersebut harus menerima penalti yang membuatnya kehilangan salah satu hasil terbaiknya musim ini.

Dalam pernyataan yang kemudian menjadi sorotan dunia balap, CEO Dornam menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi menjaga masa depan olahraga.

“Kami selalu mendukung persaingan keras, tetapi kami tidak akan mentoleransi tindakan yang terbukti merugikan pembalap lain secara tidak fair.

Keselamatan dan integritas kompetisi harus menjadi prioritas utama,” kata CEO Dornam, pernyataan itu langsung mendapat respon luas

Meskipun hasil balapan tidak bisa diputar ulang, setidaknya ada pengakuan resmi bahwa apa yang terjadi di lintasan berdampak terhadap peluang pembalap mereka.**