Jadi Penopang Utama, ASN Pemprov Riau Donasikan Zakat Rp52,5 Miliar ke Baznas 

PEKANBARU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini diambil menyusul adanya berbagai kajian strategis yang menunjukkan bahwa Provinsi Riau masih memiliki ceruk potensi zakat yang sangat besar dan belum tergarap sepenuhnya secara maksimal.

Ketua Baznas Provinsi Riau, H Masriadi Hasan, Lc, MSha, mengungkapkan bahwa sejauh ini sumber pengumpulan dana zakat di tingkat provinsi maupun kabupaten masih didominasi oleh kontribusi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Kendati demikian, ia melihat adanya peluang ekspansi yang sangat menjanjikan dari sektor masyarakat umum dan dunia usaha di luar lingkungan pemerintahan.

“Walau bagaimana pun zakat di luar non ASN, itu sudah menunjukkan peningkatan signifikan baik kelembagaan ataupun individu. Itu semua bergerak naik, dan total keseluruhan zakat ASN Pemprov Riau tahun 2025 sebesar Rp52.538.691.436,” ujarnya.

Adapun dana yang berhasil dikumpulkan Baznas Riau, antar lain dari zakat maal, Infaq, Sedeqah serta dana sosial lainnya. Zakat maal merupakan zakat yang dikenakan pada harta benda yang dimiliki oleh seorang muslim, dengan syarat-syarat tertentu. Berbeda dengan zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan, zakat maal bisa dikeluarkan kapan saja selama harta tersebut memenuhi syarat.

Ditambahkan untuk mendukung pencapaian target peningkatan peroleh dana zakat, Baznas juga mencoba masuk ke perusahaan-perusahaan berbagai skala di Provinsi Riau, memberikan sosialisasi terkait Zakat agar mereka tahu keberadaan Baznas, aktivitas, tugas dan juga fungsinya lembaga ini.

”Memang saat ini, ASN atau zakat pegawai memang masih paling besar, karena kami berada di lingkungan pegawai. Namun secara umum, semua baik kelembagaan ataupun individu, itu semua bergerak naik. Kami juga mencoba masuk juga ke perusahaan-perusahaan dan juga ke kampus-kampus untuk sosialisasi terkait Zakat ini. Umumnya orang -orang Baznas adalah ustad atau rata-rata penceramah, dari situlah kami makin mudah melakukan pendekatan sosialiasi ini,”ujarnya.

Ia menjelaskan adapun untuk pendistribusian, selalu berkoordinasi dengan Baznas kabupaten melalui bebagai program yang dibahas melalui Rakorda atau Rapat Koordinasi Daerah yang melibatkan Baznas Seprovinsi Riau yang jumlahnya 12 Kabupaten. Dalam kaitan ini, Baznas Prov Riau berkomitmen untuk terus bersinergi dengan semua pihak dalam upaya memaksimalkan potensi zakat demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan terus menjaga amanah ini dengan meningkatkan pelayanan, transparansi, serta memperluas sosialisasi agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat zakat,” ujar Masriadi.

Zakat memberikan dampak yang sangat positif terhadap pengentasan kemiskinan di Provinsi Riau dan agar terus memaksimalkan potensi zakat di masa mendatang demi memperbanyak mustahik yang mendapat manfaat, BAZNAS Riau akan terus menggencarkan pengumpulan dari berbagai sektor.

Masriadi menyebutkan, sejauh ini Baznas juga menyalurkan dana melalui sejumlah unggulan program CSR. Ada 5 program induk yang dijadikan sebagai acuan yaitu, Riau Makmur, Riau Cerdas, Riau Peduli, Riau Sehat, dan Riau Taqwa. Program-program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.**